JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Cari Gara-Gara


__ADS_3

"ya aku memang adiknya, tapi apa kau lupa aku tak tinggal bersamanya, makanya ku tanyakan padamu" ucap karin dengan nada tinggi.


"lalu kenapa kau tanyakan padaku, apa kau pikir aku serumah dengan kakak mu, hingga kau harus bertanya padaku" jawab aldo yang tak kalah tinggi nada bicaranya.


Namun saat perdebatan antara kedua anak manusia ituh pintu kembali terbuka, memperlihatkan arya yang berdiri tegak melihat ke arah mereka.


Arya melangkah ke arah dua anak manusia yang sedang bertengkar ituh, "kenapa kalian ini, ada apah, apa ada masalah?" tanya arya sambil berjalan ke arah bela dan aldo.


"Tanyakan sejah pada adik mu ituh, dan cepat bawa pergi dia dari hadapanku" jawab aldo dengan nada dingin, dan langsung kembali pokus ke pekerjaannya.


"Dasar pria es!" ujar bela sambil berjalan keluar dari ruangan atasan sekaligus kakaknya ituh, bela begitu kesal pada asisten kakaknya ituh.


Arya hanya bisa geleng-geleng kepala, hal ituh memang sudah biasa ia lihat, bela dan aldo tak pernah bisa akur jika sedang bersama, namun arya tau kalau aldo juga sangat menyayangi bela.


*******

__ADS_1


Jam sudah menunjukan pukul 17:30 waktunya para kariawan kantor pulang, arya sudah pulang lebih awal dari yang lain sedangkan asisten aldo baru sajah keluar, dan sekarang giliran bela yang juga keluar dari area kantor.


Bela melajukan mobilnya, di jalanan yang tampak sepi, ia terus melajukan mobilnya hingga tiba-tiba seorang pria bermotor menyalip mobilnya, sambil melempar sebuah kantong ke arah kaca mobilnya.


Seketika semua kaca mobilnya depannya tertutupi oleh sebuah cairan berwarna merah, bela langsung menghentikan mobilnya di sisi jalan, bela keluar dari dalam mobilnya ia melihat kaca mobilnya sudah tertutupi oleh cairan berwarna merah, bela penasaran dan akhirnya menyentuh cairan berwarna merah ituh, ia mencium baunya namun seketika bela tau bahwa cairan ituh adalah darah.


Bela bergetar ketakutan, ia mulai panik, namu sedetik kemudian ia langsung mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam mobil, bela mencari nomor sang kakak dan langsung menghubunginya.


*******


Sedangkan di sisi lain arya yang baru sajah menjemput karin ke kosannya, dan mengantar ke apartemennya, arya memperhatikan karin yang sedang memasukan pakaian nya kedalam lemari.


Arya mengangkat telpon bela,


"yah kenapah kau menelponku"

__ADS_1


"kakak bisakah kau ke mememuiku, ada orang yang melemparkan darah ke kaca mobil depanku ka" jawab bela.


"dimana kau sekarang aku akan kesanah"


arya langsung mematikan telponnya, setela mendapat pesan lokasi keberadaan bela Sekaran.


Arya keluar kamarnya dan berjalan ke kekamar sebelahnya untuk menemui karin, arya masuk dan melihat karin yang masih sibuk membereskan kamarnya.


"sayang aku akan bergi sebentar, dan pulangnya aku akan membeli makanan" ucap arya, karin menoleh kebelakang, "hmmm tapi cepat kembali yah" arya mengangguk kepalanya, ia kemudian pergi meninggal kan apartemennya.


Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia merasa kesal karna ada yang berani macam-macam dengan keluarganya, di dalam mobil arya sangat mengkhawatirkan bela.


Sesampainya di tempat yang di beritahu bela, arya langsung mencari-cari keberadaan bela dan tak butuh waktu lama arya melihat mobil milik bela, arya menghampiri mobil itu, dan benar sajah sesampainya di sanah arya melihat mobil ituh di penuhi oleh cairan berwarna merah seperti darah.


...****************...

__ADS_1


KLIK👇


LIKE,VOTE,KOMEN DAN BERI HADIAH YAH.


__ADS_2