
"Kalian semua siapah, kalian ingin apah" teriak karin yang menggema di gedung ituh
"Diam... "Teriak pria ituh di hadapan karin
Mendengar teriakan itu karin menjadi takut ia terus menangis dan dan berdoa semoga ada yang akan menyelamatkannya.
Sedangkan pria ituh terlihat lebih marah, ketika pesannya pada sesrorang hanya di baca sajah tanpa di balas sama sekali,
"Apa si bodoh ituh tidak membutuhkan wanitanya lagi" gumam pria ituh.
"jalan kan rencana B, aku ingin kalian membawa gadis angkuh ituh" ucap pria itu pada anak buahnya dan langsung di laksanakan oleh sembilan dari anak buahnya.
"sebenarnya siapa kau, apa untungnya kau menyekap ku di sinih, kita bahkan belum pernah bertemu sebelumnya" lirih karin yang masih bisa terdengar oleh pria ituh,
"hmmm kau ingin tau siapa aku, baiklah akan ku beritau, nama ku Alex Wira Pratap Baksara, dan jika kau bertanya untuk apa aku menyekap mu di sinih, itu karna kekasihmu, jadi jika kau ingin menyalahkan,maka salahkanlah pacarmu"
Ujar alex , kening karin langsung berkerut,"tapi aku tidak punya kekasih" jawab karin.
"dasar bodoh lalu bayi dalam kandungn mu itu bukankah itu milik Arya Arkana Aghata Morgen" ucap alex, " tapi dia bukan kekasihku lagi jadi untuk apah kalian tetap menyekap ku" jawab karin sambil menatap alex "ah pantas saja dia tidak mempedulikan mu ketika aku mengirim kan pesan padanya kalau aku telah menyekap mu, ah jadi ternyata kau ituh hanya salah satu pelacurnya sajah" mendengar kabar kalau arya tidah mempedulikannya karin menjadi sakit hati.
Setengah jam kemudiah sembilan anak buah alex telah kembali mereka membawa seorang wanita, karin memperhatikan wanita yang sekarang sedang di ikat juga di kursi dalam keadaan pingsan, karin menerka-nerka kalau umur wanita itu sepertinya lebih tua darinya.
Ketika ituh karin melihat alex yang mendekat ke arah wanita ituh, lalu memotretnya dengan ponsel milik nya, setelah itu alex kembali ke tempat duduk nya lalu mengirim sebuah pesan dan poto itu pada arya.
Sedangkan arya yang kini tengah berada di ruamah utama, langsung merasa panik ketika ia melihat adiknya di sekap oleh musuhnya, arya langsung bergegas mencari salah satu berkas untuk menyerahkannya pada alex sebagai tukaran dengan adiknya, sidangkan karin arya sama sekali tidak mempedulikannya.
Setelah mendapatkan berkas ituh arya langsung turun dari lantai atas menuruni tangga dengan tergesa-gesa, melihat putranya yang seperti orang yang habis kecolongan akhirnya mamah melin dan papah rian bertanya pada putranya, sedangkan arya dia tak enak hati jika ia harus membohong kedua orang tuanya, karna orang tuanya berhak mengetahui keadaan bela, akhirnya dengan berat hati arya menyatakannya, dan membuat mamah melin syok.
Akhirnya papah rian dan mamah melin ikut menjemput Bela, dan sesampainya di sanah arya dan orang tuanya langsung masuk kedalam gudang ituh, ketika memasuki gudang ituh dengan jelas mereka berdua melihat dua gadis yang di ikat di kursi namun mata meraka lebih tertuju pada bela yang masih pingsan.
Arya berjalan mendekat ke arah alex, lalu memberikan berkas yang ia bawa tadi,
"tunggu dulu kenapa hanya satu, bukankah kau harus menyelamatkan adik mu juga"
__ADS_1
"itu sudah benar ko, berkas itu untuk mengambil adik ku dari sinih"
"lalu wanita ituh, kau tidak ingin menyelamatkannya apah bukankah dia kekasihmu"
"****** itu tidak ada urusannya dengan ku"
Mendengar ituh karin begitu kecewa pada arya, disaat aku mingira dia akan menyelamatkan ku, tapi ternyata dia hanya mengambil adiknya, "apa dia tidak ingin menyelamatkan ku dari sinih" gumam karin.
Alex membuka berkas ituh, dia mengecek semua nya dan meminta arya menandatangani berkas itu,
"Baiklah kau bisa membawa adik mu"
Mendengar itu arya langsung berbalik dan berjalan melewati karin, setelah itu arya membuka ikatan bela yang masih pingsan,
dan menggendong nya dalam pelukanya.
Arya yang tengah menggendong bela pun berjalan ke arah pintu gudang dan di ikuti juga oleh kedua orang tuanya,
"Arya... Kenapa kau tidak menyelamatkan aku juga, kau sangat jahat, kau begitu kejam, kamu bahkan tidak tega pada darah daging mu sendiri" teriak karin yang menggema di gudang ituh, namun tak mampu membuat arya menghentikan langkahnya, berbeda dengan mamah melin dan papah rian yang sekilas melirik ke arah karin.
"Hahahaha... Kau benar-benar kasihan sekali, ayah kandung dari anak mu pun tak ingin menyelamatkan mu, dia mengabaikanmu, jadi selama ini kau itu hanya pelacurnya, aku tanya dong sama kamu biasanya permalam kamu berapa?"
ucap Alex di telinga karin, "AKU BUKAN PELACUR" teriak karin.
"Yah baik lah aku akan melepaskan mu, karna jika di sini pun kau tak akan ada gunanya untuku" ucap alex lalu membuka ikatan karin, setelah terlepas dari ikatan itu karin langsung berlari, ia berniat mengejar arya, dia yakin kalau arya masih ada di area gudang, dan benar saja arya masih ada, ia tengah memasukan adiknya ke dalam mobil.
"Arya aku mohon apa kau bisa membantuku juga" ucap karin yang sekarang berada di sisi arya, " tidak dan tidak akan pernah" ucap arya dan memdorong karin agar menjauh darinya, setelah itu arya segera masuk kedalam mobil dan mengemudika mobilnya.
Mobil itu kini menjauh dan semakin menjauh hingga tak terlihat lagi oleh karin, karin tak mampu lagi menahan tubuhnya ia duduk di jalan sambil menangis , dan terus berteriak, sedangkan alex dan anak buahnya hanya menonton saja di pintu gudang ituh, Alex merasa sedikit iba katika mendengar teriakan karin, yang sangat memilu kan.
"KENAPA, KENAPA HARUS AKU TUHAN, KENAPA AKU, TIDAK PUASKAH KAU SELALU MEMPERMAINKAN KEHIDUPANKU SEDARI AKU MASIH KECIL SAMPAI SEKARANG, SEBENARNYA DOSA APA YANG AKU BUAT HINGGA KAU MEMBUAT KU MELEWATI SEMUA UJIAN INI, SUDAH CUKUP TUHAN, AKU SUDAH TIDAK SANGGUP LAGI" teriak karin yang di guyur oleh air hujan yang entah sejak kapan hujan datang.
Karin berdiri dari duduknya, kemudian ia melangkah dengan tatapan kosong , karin terus melangkah menuju tempat tujuannya, tanpa mempedulikan rasa dingingin dari air hujan yang tengah mengguyurnya.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, kini mamah melin mencoba bertanya pada arya tentang wanita yang tadi di sekap bersama bela,
"arya apa kamu mengenal wanita tadi"
"tidak mah aku tidak mengenalnya"
"lalu bagai mana dia tau namamu nak"
" sudah lah mah jangan membahas wanita itu lebih baik sekarang kita pokus menjaga bela mah" ujar arya.
.
.
.
.
...****************...
.
.
.
**JANGAN LUPA YAH SEMUA PEMBACA SETIA NOVEL YANG BERJUDUL
"JANGAN TERUS PAKSA AKU"
IKUTI TERUS YAH ALUR CERITANYA
AUTOR JUGA INGETIN BUAT TETEP
__ADS_1
LIKE,KOMEN,VOTE DAN KASIH HADIAH YAH**!!!!!!