JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Melampiaskan Tanpa Ampun


__ADS_3

Gedis ituh terus menangis walau sekarang matanya sedang terpejam, ia menangis meminta agar mobil ituh berhenti, namun pria yang menyetir ituh tidak mendengarkannya.


Mobil milik arya melesat melewati jalanan, ia berkendara dengan ugal-ugalan di jalan, membuat karin semakin ketakutan, hingga arya akhirnya berhenti di apartemennya nya, arya keluar lebih dulu ia membuka pintu sebelah kiri dan kembali menarik lengan karin.


Karin berusaha menyeibangi langkahnya agar sama denga arya, arya menyeret karin ke kamar lalu melemparkan tubuh karin ke ranjang, karin terus menangis karna takut dan karna rasa sakit di pergelanga tangannya yang di cengkraman keras oleh arya.


Arya menggila ia melemparkan jasnya ke sembarang arah dan membuka satu per satu kancing kemejana, hingga sekarang arya telanjang dada, arya naik ke ranjang ituh dan menindih tubuh kecil karin, karin tak henti-hentinya meneteskan air mata nya.


Arya merobek pakaian karin, hingga hanya tersisa kain penutup dua gunungnya, dan kain berbentuk segitiga, arya langsung melu*at bibir karin dengan lahap tanpa memberi jeda untuk karin bernafas.


"Aku mohon, lepas kan aku, lepaskan" ujar karin sambil terus mendorong tubuh arya dari tubuhnya.


Karin menangis sejadi-jadinya, ia sudah lelah melawan arya yang tenaganya tak sebanding dengannya, karin sudah pasrah jika sesuatu yang buruk terjadi padanya.


Arya membuka pengait kain penutup gunung kembar karin, dan melahapnya dengan rakus, karna ulah arya karin semakin menggeliat merasakan sakit dan geli di area dua gunung kembarnya.


Arya membuka kain segitiga, yang menutupi sarang pitonnya, setelah terbuka arya dengan segera langsung memasukan pitonnya kedalam sarang dengan sekali hentakan kasar, karin merasakan sakit di bagian area bawahnya, ia mencengkram bahu arya yang sedang menghentakan pitonnya ke sarang dengan kasar.

__ADS_1


Tak ada kelembutan pada permainan panas malam ini hanya ada jeritan kesakitan yang keluar dari mulut karin, karin terus menjerit kesakitan, ia bahkan terus menyebut nama kedua orang tuanya.


jam menunjukkan pukul 22:40 Permainan menyakitkan itu pun akhirnya selesai, setelah arya mencapai pelepasan hingga 10 kali, arya mengeluarkan pitonnya dari sarang milik karin, arya melihat karin yang sedang memejamkan mata entah ituh ketiduran atau Karni pingsan, ia benar-benar sama sekali tak peduli dengan keadaan karin.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya arya, langsung mengemasi barang-barang nya, dari baju sampai berkas-berkas penting ia bawa dan tak ada yang tersisa, sebelum keluar arya melempar satu Black card ke samping tubuh karin yang masih memejamkan matanya.


Setelah semua selesai, dengan segera arya keluar dari apartemen itu membawa dua koper, arya memasukan semua barangnya dan kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumahnya yang baru.


.


.


.



Arya bergegas menaiki tangga, untuk sampai ke kamarnya, ia sudah sangat lelah karna permainannya tadi bersama karin dan karna berjalanan yg melelahkan ketika menuju rumah barunya.

__ADS_1


Sesampainya di depan kamar ia langsung masuk, naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di ranjang ituh.



Tak berapa lama arya tertidur pulas di ranjang ituh, ia melepaskan semua rasa lelahnya di kamar ituh.


.


.


.


.


...****************...


JANGAN LUPA KLIK👇

__ADS_1


LIKE, VOTE, KOMEN, DAN HADIAH YAH


__ADS_2