JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Merasa Tertarik


__ADS_3

6 menit kemudian mereka sampai di sebuah kosan yang berjejer di sanah, "apa kau benar-benar tinggal di daerah inih?" kata arya sambil melihat sekeliling daerah kosan ituh.


"Hmmm yah aku tinggal di sini, memang ada yang salah dengan tempat inih ?"


kata karin yang merasa bingung, karna menurut nya kosan ini layak di tempati ko.


"Apa kau tidak bisa memilih kosan yang lebih besar apah, kosan inih sangat kecil, apa masih bisa di tempati " kata arya dengan jujur karna memang benar kosan ituh sangat sempit sekali, dan seperti nya kosan ituh hanya ada kamar.

__ADS_1


"bagiku ini sajah sudah cukup untuk jadi tempat berlindung ku dari hujan, panasnya sinar matahari, dan dingin nya malam" ucap karin sambil tersenyum kecut, karna memang benar yang di katakan arya, karin mulai mengingat masa kecilnya yang bahagia bak seorang tuan putri di rumah yang megah seperti istana, namun semuanya hilang seketika ketika karin mengingat betapa serakahnya paman nya saat ituh yang mengambil harta warisan orang tua karin.


Melihat karin yang malah melamun, arya menyadarkan karin, karin pun tersadar dari lamunannya dan tersenyum kepada arya.


" Ah terimakasih karna sudah menolong dan mengantar ku pulang" kata karin sambil tersenyum kepada arya, karin pun segera membuka pintu mobil arya, tapi tiba-tiba arya menghentikannya "ah tunggu dulu, bolehkah aku meminta nomor telpon mu?"


karin lalu duduk kembali dia pun mi minta ponsel milik arya, karin segera memasuk kan nomor ponselnya, setelah ituh karin memberikan ponsel itu kepada arya, ia pun bergegas membuka pintu dan keluar dari mobil ituh, dan berjalan menuju kosan nya, di dalam mobilnya arya memandang karin hingga karin benar-benar masuk kedalam kosan ituh, arya tersenyum memandang karin, entah rasa apah yang membuatnya merasa nyama berada di dekat karin, padahal sebelum nya arya selalu mengabaikan wanita-wanita yang mengejarnya, karna merasa tak ada gunanya wanita-wanita itu berasa di sampingnya, namun entah mengapa arya seperti tersihir oleh senyuman karin, yang membuat arya tertarik pada karin.

__ADS_1


Setelah ituh arya melaju kan mobilnya menuju kantor nya, memasuki gedung kantornya arya langsung di sambut oleh para karyawan nya yang menundukkan kepalanya, arya mengabaikan semua karyawan nya ia segera masuk live khusus untuk nya, setelah sampai di lantai atas ia langsung masuk ke ruangan nya, di depan ruangannya sekertaris arya langsung berdiri dan memberi hormat padanya, " apakah aldo sudah ada di dalam?" tanya arya pada sekertaris nya, "sudah tuan" setelah mendengar jawaban sekretarisnya arya langsung memasuki ruangannya, ketika ia masuk aldo langsung menyambutnya, arya berjalan menuju kursi kebesaran nya.


Tak lama kemudia aldo kembali menghampiri arya dengan setumpuk berkas-berkas yang arus arya cek dan tandatangan, "hmmm itu semua yang harus kau cek, kau tau sedari tadi aku menunggu mu, kau sangat terlambat memang apa yang kau lakukan" ucap aldo yang kesal pada arya.


Aldo adalah asisten pribadi arya sekaligus sehabat terbaik arya, mereka sudah mengelah cukup baik karna mereka berteman sedari mereka duduk di bangku smp sampa sekarang, aldo juga sudah arya anggap sebagai keluarganya sendiri, dan hanya aldo lah yang berani memarahin dan membentak arya selain ayahnya.


"kau tau al semalam aku menolong seorang bidadari lalu aku membawanya ke apartemen ku, dan yah tadi aku habis mengantarnya pulang" aldo tak habis pikir dengan kelakuan arya yang berhalusinasi seperti ituh " hmmm tuan arya arkana aghata morgen apa kau sedang berhalusinasi, tidak ada bidadari di sinih" ucap aldo tersenyum manis sambil mengejek arya.

__ADS_1


__ADS_2