JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Kelulusan


__ADS_3

"Hallo rin"


"Iyah kak, kenapah?"


"kakak mau minta tolong sama kamu, kamu punya nomor orang tua rea tidak?"


"punya kak memang kenapah?"


"kakak minta tolong sama kamu, tolong telponin orang tua rea, bilang kalau rea ga jadi pulang bilangin kalau rea nginep sama kamu, kakak minta tolong yah sama kamu"


"memangnya rea kenapah kak, bukannya rea tadi pulang di anter kakak"


"ceritanya panjang nanti kakak jelasin, tapi yang jelas rea sekarang aman sama kakak"


"terus kakak sekarang di mana?"


"kakak lagi di jalan, menuju mansion kakak"


"yaudah kalau gituh, asalkan rea tetep aman sama kakak"


Telpon pun berakhir, karin masih merasa bingung kenapa kakak nya akan membawa rea ke mansion miliknya, tapi akhirnya karin tetap membantu kakak nya berbohong pada orang tua rea.


Siang harinya, rea nembuka matanya, rea terus mengidarkan pandanga ke segala penjuru kamar, karna kamar yang ia tempati saat ini sangat asing baginya.


Namun ketika itu rea teringat kembali dengan kejadian semalam, di saat para preman ituh melecehkannya, "apa mereka telah mengembil keperawananku" gumam rea yang kembali menangis mengingat kejadian ituh, rea juga kembali mengingat hinaan alex.


"kamu sudah bangun" ucap alex yang baru sajah masuk, melihat alex yang mendekatinya rea langsung menjauh, "ku mohon jangan mendekat, aku berjanji akan menjauh dari kakak" ucap rea, lalu rea bergegas bangkit dari ranjang mengambil tasnya dan keluar dari kamar ituh meninggalkan alex sendirian yang masih bingung kenapah rea ingin menjauh darinya.


Rea pulang ke rumahnya, di sana ia kembali menangis, setelah hari itu dan seterusnya rea selalu menghindari alex, bahkan rea jarang mau di ajak karin ke mansionnya, rea selalu banyak alasan untuk menolak ajakan karin.


.


.


.

__ADS_1


Dua bulan kemudian karin udah mulai melakukan aktifitas seperti biasanya, dari mulai kuliah hingga menjaga putranya, satu minggu lagi karin akan lulus dari Universitas jadi akhir akhir ini jarin sibuk.


"sibuk amat dah rin perasaan dulu aku kelulusan santai-santai ajah tuh" ucap alex yang datang tiba-tiba tak tau dari mana.


"ya itu karna kakak adalah laki-laki jadi tampil buruk pun mereka tidak peduli" ucap karin.


"sembarangan ajah kamu" ucap alex yang kesal dengan karin.


"oh iyah kak, nanti saat kelulusan kakak datang tidak?" tanya karin.


"ya datang lah kenapah?" tanya alex balik.


"tidak hanya sajah kalau ada kakak pasti aku tidak bisa kumpul dengan sahabat ku" ucap karin jujur.


"Hmmm maksudmu apah?" tanya alex yang bingung.


"Rea dia selalu menjauh kalau kakak ada di sisiku, dia juga jarang main ke sini dia bilang takut kakak terganggu" ucap karin.


"bukannya masih ada sahabatmu satu lagih" ucap alex.


"ya memang masih ada vina tapi dia sedang sibuk menyiapkan pernikahannya dengan kak leo kan" ucap karin.


.


.


.


Sekarang tiba saatnya acara kelulusan karin, semua datang ke acara ituh, karin dan rea menjadi salah satu lulusan terbaik, sedangkan vina dia merasa bangga ke pada kedua sahabatnya walaupun ia tak termasuk kedalam lulusan terbaik tapi ia tetap bersyukur karna ia bisa lulus dengan otaknya yang kadang lemot ituh.


Setelah selesai mereka semua berpoto di sekitaran kampus, ada yang berpoto dengan keluarga dengan pacarnya, ada yang bersama suami dan anaknya juga.



Kini juga karin tengah berpoto bersama keluarganya, "rin kita foto bareng yuk bertiga?" ucap vina yang baru sajah datang bersama leo, "ayo tapi rea nya di mana?" tanya karin, "tadi sih aku liat dia masih berfoto bersama fens nya" balas vina,

__ADS_1


"yaudah yo kita samperin ajah" karin,vina,alex,leo dan putranya karin berjalan bersamaan mendatangi rea.


"Re, foto yuk bertiga buat kenangan" ucap vina, rea sejenak berfikir ia melihat ada alex juga entah kenapa rea menjadi canggung melihat alex begitupun sebaliknya.


"gimana re mau ga?" tanya karin.


"yaudah ayo" ucap rea yang pasrah.


"kak nih aku titip arga dulu" ucap karin.


"yasudah sinih, nak kamu kasian banget di buang momy kamu" ucap alex.


"eh sembarangan ajah itu mulut" ucap karin emosi.



Akhirnya mereka bertiga pun berfoto dengan berbagai gaya, sedangkan alex terus memandangi rea, rea yang menyadari sedari tadi kalau alex memandanyinya sedari tadi merasa malu.


.


.


.


...****************...


.


.


.


.


JANGAN LUPA YAH BUAT PEMBACA SETIA KISAH NOVEL

__ADS_1


JANGAN TERUS PAKSA AKU


TETEP KASIH LIKE, KOMEN,VOTE, DAN KASIH HADIAH!!!


__ADS_2