
Setelah berjalan lama akhirnya karin sampai di sebuah mansion besar, di sanah mata karin terus menatap mansion ituh, ia mengamati setiap inci dari mension ituh tak ada yang berubah dari mansion ituh.
Di depan gerbang mansion ituh karin meneteskan air matanyah, karin pun melangkah menuju tempat satpam mansion ituh berada, "permisi, pak apa tuan Gibran ada?" tanya karin, "maaf mba, mba ini siapa yah dan ada urusan apah mencari tuan?" tanya satpam ituh, "ada hal penting yang harus saya katakan padanya pak, apa tuan gibran ada?" tanya karin lagi, "tuan masih belum pulang mba, apa mba sudah ada janji dengan tuan" karin pun menggelengkan kepalanya, " maaf mba tapi kalau emba belum ada janji sebaiknya mba pergi sajah"
Karin memilih berdiri di depan gerbang ituh sambil menunggu pemilik mansion ituh datang, karin sudah tidak peduli dengan rasa sakin di sekujur tubuhnya, rasa dingin dari hujan dan karin juga tidak peduli dengan perintah satpam itu yang menyuruhnya cepat pergi.
.
.
.
Setengah jam kemudian karin menunggu di sanah hingga sebuah mobil mewah masuk ke pekarangn mansion ituh, satpam pun langsung membuka kan gerbang, melihat itu karin langsung berlari mengejar mobil ituh, satpam yang melihat itu pun berusaha menghentikan karin namun dengan segala kekuatan nya yang masih tersisa karin berhasil lepas dari satpam ituh dan kembali berlari mengikuti mobil tersebut.
Melihat kekacawan ituh sang pemilik mobil itu meminta asistennya menghentikan mobilnya, sang pemilik mobil pun kini turun membawa payun dan di ikuti oleh asisten serta beberapa anak buahnya yang tadinya berjaga di depan pintu utama.
"Ada keributan apa inih?"
__ADS_1
"maaf tuan gadis inih tadi mencari tuan dan saat melihat mobil tuan masuk gadis ini berlari masuk tanpa ijin tuan, makannya saya cegah" jelas satpam ituh,
kini pria ituh menatap karin dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"siapa kamu, ada apa kamu mencariku?"
tanya pria parubaya ituh pada karin, karin yang sudah tidak bisa membendung lagi air matanya kini akhirnya ia menangis sejadi jadinya, lalu bersimuh di kaki pria parubaya ituh, pria parubaya itu sangat merasa terkejut dengan tindakan gadis yang tengah hamil di depannya ituh.
"AKU SUDAH LELAH, BENAR-BENAR LELAH MENGHADAPI SEMUA INIH, AKU INGIN BERTEMU MAMAH PAPAH, AKU SANGAT MERINDUKAN MAMAH DAN PAPAH, AKU MOHON ANTAR AKU PADA PAPAH MAMAH, AKU TAU KAU YANG TELAH MEMBUNUHNYA, AKU TAU ITUH, AKU JANJI TIDAK AKAN MENYUMPAHI HIDUP MU LAGI, ASAL KAU MEMBAWAKU PADA MAMAH DAN PAPAH, BUNUH SAJAH AKU DENGAN CARA APAPUN, AKU RELAH SILAHKAN , KUMOHON BUNUH AKU, AKU SUDAH LEHAH". ucap karin sambil menangis di kaki pria parubaya ituh.
pria parunaya itu merasa bingung siapa gadis di depannya ituh, dia tidak ingat siapa kedua orang tua gadis ituh apa mungkin salah satu musuhnya atau siapa, pria parubaya ituh terlalu banyak melakukan kejahatan dulu hingga tidak ingat siapa yang di maksud gadis ituh.
Tuan gibran akhirnya ikut berjongkok di hadapan karin, ia meraih dagu karin, tuan gibran melihat setiap inci wajah karin yang sekarang begitu pucat, hingga beberapa saat setelah ituh karin pingsan di depan nya.
.
.
.
__ADS_1
.
...****************...
.
.
.
**JANGAN LUPA YAH SEMUA PEMBACA NOVEL YANG BERJUDUL
"JANGAN TERUS PAKSA AKU**"
**IKUTI TERUS YAH ALUR CERITANYA SAMPAI TAMAT
GAK LUPA JUGA NIH AUTOR INGETIN JANGAN LUPA
LIKE,KOMEN,VOTE, DAN KASIH HADIAH YAH**!!!!!!
__ADS_1