
30 menit kemudian karin dan tente rosa sampa di rumah sakit, namun saat di koridor rumah sakit, tak sengaja karin dan tante rosa berpapasan dengan bela dan mamah melin.
Mamah melin terus memandang karin dari ujung kaki hingga ujung rambut, mamah melin masih penasaran dengan wanita di depannya ini .
"tante kenapah tante diam sajah" ucap bela.
"wanita itu adalah wanita yang saat itu di sekap bersama mu bel" ucap mamah melin.
Mamah melin pun menghentikan karin dan tante rosa yang sedang berjalan, sedangkan karin yang sedari tadi menyadari kalau mamah melin memperhatikannya, ia ingin segera pergi dari sanah.
"hey nak" panggil mamah melin.
karin pun menghentikan langkahnya begitupun, perawat yang menjaga tante rosa, dan dua bodyguard yang menjaga mereka.
"nak bukankah kau yang di sekap persama keponakan ku semalam?" tanya mamah melin.
"mungkin anda salah orang nyonya" jawab karin singkat.
"tapi aku tidak salah orang, kau lah orangnya" yakin mamah melin.
karin pun hanya terdiam ia tak bisa menjawab lagi pertanyaan mamah melin.
"nak apa yang kau katakan samalam ituh benar?, apa benar anak yang tengah kau kandung adalah anak arya" tanya mamah melin lagi, namun karin hanya diam.
" sudahlah tante, lagi pula walau pun dia memang sedang mengandung belum pasti itu anak kak arya, aku yakin pasti wanita itu hanya salah satu jalannya kakak sajah" ucap bela.
Mendengar penuturan bela hati karin begitu sakit.
"bela jangan berkata begituh" peringat mamah melin.
"aku tidak salah tante, hey kau betul kan kau itu salah satu jalangnya kakak ku" ucap bela lagih.
"maaf aku tidak ada urusan dengan kalian, aku pergi, ayo tante rosa" ucap karin ia dan tante rosa pergi meninggalkan bela dan mamah melin, hati karin sudah tidak sanggup mendengar perkataan yang keluar dari mulut bela.
"karina kamu baik-baik sajah sayang?" tanya tante rosa yang merasa khawatir.
"aku baik-baik sajah tante" jawab karin.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
"hey sombong sedanang apah kamu" ucap alex yang baru saja.
"ihh mengagetkan sajah, dan kenapa kamu memanggilku sombong, aku itu tidak sombong tau" ucap karin.
"itu karna namamu terbapat nama Ria" ucap alex.
"lalu apa hubungannya dengan sebutan sombong ituh?" tanya karin.
"iyah ria itu kan artinya sombong, orannya suka pamer dan yang lainnya ituh" jelas alex.
"ih dasar ga jelas" teriak karin.
"itu masuk akal tau" ucap alex.
"ah terserah mu sajah ah" balas karin yang sudah lelah berdebat dengan alex.
"kak alex mau ga besok anterin aku?"
"Antar ke cafe Laulid di dekat kampus ku" ucap karin.
"mau ngapain?" tanya alex.
"mau ketemu sahabat aku, sekalian mau ketemu pemilik cafe itu soalnya aku mutusin buat berhenti kerja di cafe"
"oh yaudah deh nanti kakak temenin"
.
.
.
.
.
__ADS_1
"Karinnn..., astaga kamu ga papah kan, ada yang sakit, atau ada yang lecet, katakan padaku" ucap rea.
"aku ga papah re, kamu tenang ajah" ucap karin yang menenangkan rea.
"kamu beneran ga papah kan rin" tanya vina yang memastikan lagi.
"bener ko aku ga papah" ucap karin lagi.
"tapi kalau aku ketemu orang yang udah nyulik kamu ituh, akan aku musnahkan dia dari muka bumi ini" ucap rea yang kesal.
"Ehemm..." alex yang berdehem.
"ah iyah re vin kenalin ini sepupu aku sekaligu, emmm dia yang udah nyulik aku" ucap karin.
"Oh jadi ini orangnya, berani sekali kamu menculik sahabatku inih, walaupun dia sepupumu tapi kau tidak boleh menculiknya begituh" teriak rea di depan alex.
"tenang lah re biar aku jelaskan semuanya kita duduk dulu yuk" ajak karin sambil menenangkan rea.
.
.
.
.
.
...****************...
.
.
.
.
**JANGAN LUPA YAH SEMUA IKUTIN TERUS ALUR KISAH NOVEL YANG BERJUDUL
"JANGAN TERUS PAKSA AKU"
__ADS_1
YANG MAU TAU KELANJUTANNYA KOMEN YAH.
JANGAN LUPA JUGA BUAT LIKE, KOMEN ,VOTE,DAN KASIH HADIYAH YAH**!!!