
karin menatap arya yang berdiri di depannya tanpa ekspresi, "yeh pelacur kau sudah bangun, jadi persiapkan dirimu".
"kita mau kemana?" tanya karin,
"kita akan pergi ke rumah sakit dan akan mengaborsi kandungan mu" ucap arya sambil berbalik akan melangkah meninggalkan karin, namun sebelum arya keluar dari kamar ituh karin lebih dulu turun dari ranjang, dan menghalangi arya pergi.
"kamu tidak boleh pergi, aku mohon jangan mengaborsi kandunganku, anak ini adalah darah daging mu, apa kamu tega membunuhnya" ucap karin sambil memohon pada arya agar membiarkan anaknya terlahir ke dunia.
.
.
.
.
sedangkan di sisi lain seorang pria paru baya berumuran sekitar lima puluh tahunan,
ia sedang duduk di kursi yang berada di balkon, di temani oleh istrinya yang duduk di kursi roda di sampingnya, seorang wanita parubaya yang usia nya tak jauh berbeda dari suaminya, wanita parubaya ituh, jadi tak banyak bicara setelah ngangalami kecelakaan dua puluh tahunan yang lalu,yang mengakibatkan ia kehilangan anak keduanya dan mengakibatkan kakinya lumpuh, walaupun ia masih punya satu anak nya , tapi hal itu masih membuatnya sedih.
tak lama terdengar suara derungan mobil, yang memasuki pekarangan mansion ituh, dengan cepat pria parubaya ituh berdiri dari kursinya lalu melihat ke arah bawah balkon, ia menatap mobil yang baru saja memasuki pekarangan mansionnya, terlihat seorang pria dengan gagahnya keluar dari dalam mobil ituh, dan berjalan menuju pintu mansion.
"lihat mah, putra kita tumben sekali dia mau pulang kesinih ,padahal biasanya dia lebih memilih pulang ke manaionnya sendri" kata pria parubaya pada sang istri, tapi tak mendapantka respon dari sang istri.
__ADS_1
"ayoh sebaiknya kita kebawah menemui putra kita" ucap pria parubaya pada istrinya, dan langsung mendorong kursi roda yang di duduki sang istri.
"mahh...pahh..., maah...paah, mamah cantik" teriak pria yang berumur sekitaran dua puluhan.
pria itu terus celingak celingukan, mencari keberadaan sang papah dan mamah yang tak ia lihat di manapun, tapi tak lama kemudian terdengar suara dari arah tangga, pria itu pun melihat ke arah atas tangga. ia melihat papah nya yang di bantu pengurus rumah tangga mencoba menurunkan mamahnya, dengan aigap pria itu langsung berlari menaiki tangga dan menggendong sang mamah.
.
.
.
.
.
"sekencang apapun kau berteriak, berkata bahwa anak ini bukan anakmu tapi tuhan tau kalau anak ini adalah anakmu" teriak karin dengan nafas yang naik turun.
mendengar perkataan karin, amarah arya semakin tak terkendalikan,dengan cepat arya naik ke atas ranjang lalu menindi tubuh karin dan merobek baju milik karin lalu membuangnya ke sembarang arah.
"arya ku mohon jangan, melakukannya aku sedang mengandung bagai mana jika aku keguguran" ucap karin yang menangis sambil mendorong tubuhnya agar tidak melakukan hal yang tidak di inginkan, "aku tidak peduli" ucap arya.
arya terus men***m karin dengan ganas dan tak membiarkan karin mengambil nafas terlebih dahulu, arya turun ke leher dan memberi tanda pada leher karin, "ku mohon cukup jangan seperti ini" ucap karin memohon pada arya.
arya berhenti sejenak lalu ia membuka semua yang ia kenakan dan membuangnya ke sembarang arah, arya pun melanjutkan kembali dengan aksinya yang memainkan dua bongkahan yang ada si dada karin dan memainkannya, tak puas dengan itu arya langsung bersaiap masuk ke sarah yang dulu pernah ia singgahi, arya bergerak maju mundur dengan kasar tanpa mempedulikan karin yang sudah menjerit merasakan sakit.
__ADS_1
"aku kecewa padamu arya, ku mohon hentikan" rintih karin dengan suara bergetar. satu jam berlalu arya menyudahi permainan dan melangkah memasuki kamar mandi, sedangkan karin langsung ia teduduk, karin mlihat darah yang ada di seprei ranjang ituh, karin turun dari ranjang ituh dan berjalan mengambil kemeja milik arya, karna tak mungkin karin memakai pakaian yang sudah di robek oleh arya.
karin keluar dari kamar ituh dengan keadaan lema, ia berjalan dengan berpegangan pada dingding sambil memegang perutnya.
.
.
.
.
...****************...
.
.
.
.
JANGAN **LUPA YAH
LIKE,KOMEN,VOTE,DAN HADIAH**!!!
__ADS_1