
Flashback
Dua hari kemudian vina meminta untuk bertemu dengan leo, vina dan leo kembali bertemu di taman tepi danau, tempat mereka dulu siring di ajak bermain oleh kedua orang tua mereka.
"Vin...jadi gimana, kamu mau menerima tawaran aku?" tanya leo.
"Apa kakak tidak akan menyesal dengan keputusan kakak?" tanya vina.
"kakak tidak akan pernah menyesal dengan keputusan kakak, yang ada kalau kakak tidak mengambil keputusan ini kakak akan menyesal, jadi bagai mana vin?" jelas leo.
"vina sudah berbicara dengan papah dan mamah, dan mereka setuju, dan kalau papah mamah setuju vina juga setuju kak" ucap vina, yang langsung membuat leo senang dan langsung memeluk vina dengan bahagia.
Flashback of
.
.
.
.
Lima hari setelah kelulusan, kini karin dan keluarganya tengah berkumpul di ruang santai, sambil mengobrol dan menemani arga bermain.
"rin om rasa kamu sudah mampu bertanggung jawab atas hak mu sendiri" ucap om gibran.
"maksudnya om?" tanya karin yang tak mengerti dengan ucapan om nya.
"Om ingin kamu mengambil alih perusahaan pusat ayah mu, tapi kalau kamu masih mau melanjutkan pendidikan mu, kamu bisa kan melakukan keduanya" ucap om gibran.
"tapi om masih banyak yang masih karin belum mengerti" ucap karin.
"kamu tenang sajah om dan alex akan membantumu" ucap om gibran.
"tapi bagaimana dengan arga, dia masih sangat kecil, aku tidak tega jika harus meninggalkannya terus" ucap karin, yang merasa tidak tega kalau harus meninggalkan anaknya terus menerus.
"kamu tenang sajah sayang, tante dan suster lainnya akan selalu ada untuk menjaga anak mu" ucap tante rosa agar karin tidak mengkhawatirkan anaknya.
"sudah ada tante mu yang akan menjaga arga, jadi bagaimana?" tanya om gibran.
.
.
.
.
Satu minggu kemudian semua orang tengah berada di salah satu villa mewah, mereka semua tengah menghadiri acara pernikahan vina dan leo.
"Rin lihat lah vina sangat cantik, dia juga ternyata bisa kelihatan dewasa yah ternyata" ucap rea yang berada di samping karin.
"Iyah re, vina beruntung banget yah re, bisa mendapatkan seseorang yang menyayangi dan mencintainya dengan tulus" ucap karin dengan sedikit berembun di matanya.
"iyah bener rin, kenapa yah nasib kita ginih" ucap rea.
"Ayo semua Flashback
Dua hari kemudian vina meminta untuk bertemu dengan leo, vina dan leo kembali bertemu di taman tepi danau, tempat mereka dulu siring di ajak bermain oleh kedua orang tua mereka.
__ADS_1
"Vin...jadi gimana, kamu mau menerima tawaran aku?" tanya leo.
"Apa kakak tidak akan menyesal dengan keputusan kakak?" tanya vina.
"kakak tidak akan pernah menyesal dengan keputusan kakak, yang ada kalau kakak tidak mengambil keputusan ini kakak akan menyesal, jadi bagai mana vin?" jelas leo.
"vina sudah berbicara dengan papah dan mamah, dan mereka setuju, dan kalau papah mamah setuju vina juga setuju kak" ucap vina, yang langsung membuat leo senang dan langsung memeluk vina dengan bahagia.
Flashback of
.
.
.
.
Lima hari setelah kelulusan, kini karin dan keluarganya tengah berkumpul di ruang santai, sambil mengobrol dan menemani arga bermain.
"rin om rasa kamu sudah mampu bertanggung jawab atas hak mu sendiri" ucap om gibran.
"maksudnya om?" tanya karin yang tak mengerti dengan ucapan om nya.
"Om ingin kamu mengambil alih perusahaan pusat ayah mu, tapi kalau kamu masih mau melanjutkan pendidikan mu, kamu bisa kan melakukan keduanya" ucap om gibran.
"tapi om masih banyak yang masih karin belum mengerti" ucap karin.
"kamu tenang sajah om dan alex akan membantumu" ucap om gibran.
"tapi bagaimana dengan arga, dia masih sangat kecil, aku tidak tega jika harus meninggalkannya terus" ucap karin, yang merasa tidak tega kalau harus meninggalkan anaknya terus menerus.
"kamu tenang sajah sayang, tante dan suster lainnya akan selalu ada untuk menjaga anak mu" ucap tante rosa agar karin tidak mengkhawatirkan anaknya.
"sudah ada tante mu yang akan menjaga arga, jadi bagaimana?" tanya om gibran.
.
.
.
.
Satu minggu kemudian semua orang tengah berada di salah satu villa mewah, mereka semua tengah menghadiri acara pernikahan vina dan leo.
"Rin lihat lah vina sangat cantik, dia juga ternyata bisa kelihatan dewasa yah ternyata" ucap rea yang berada di samping karin.
"Iyah re, vina beruntung banget yah re, bisa mendapatkan seseorang yang menyayangi dan mencintainya dengan tulus" ucap karin dengan sedikit berembun di matanya.
"iyah bener rin, kenapa yah nasib kita ginih" ucap rea.
"Ayo semua Ladies and gentlemen berkumpul di depan pelaminan untuk pelemparan bunga" ucap sang pembawa acara.
Seketika semua tamu undangan yang masih belum mendapatkan pasangan berkumpul bersama, untuk mendapatkan bunga dari pengantin, yang di anggap akan membuat yang mendapat bunga menyusul menikah.
"rin lo ikutan ga?" tanya rea.
"lo ga liat re gue udah bawa anak ginih masih di suruh ikutan" ucap karin yang kesal dengan rea.
"ya kali ajah kan mau ikutan, kan baru punya anak, belum punya suaminya" ucap rea asal.
__ADS_1
"Ah sanah...sanah udah mending cepetan kesanah gih" ucap karin yang masih kesal dengan rea.
Rea pun berjalan ikut berkumpul di depan pelamin, di sisi lain alex memperhatikan rea yang tampil begitu cantik dan modis dalam balutan dress yang senada dengan bajunya.
"...1...2...3..." ucap sang pembawa acara dan seketika semua langsung bersiap untuk menangkap bunga yang di lemparkan ituh.
Rea mencoba melompat dan dia mendapatkan bunga ituh namun saat akan mendarat posisih kakinya tak kokoh hingga membuat rea akan terjatuh, dengan sigap alex berlari dan menangkap tubuh rea yang akan terjatuh.
Keduanya saling bertatapan hingga beberapa menit.
"Kamu tidak papah?" tanya alex.
"aku tidak papah trimakasih sudah menolongku" ucap rea.
Mereka saling tersenyum, merasakan debaran jantung yang sangat cepat, karin yang melihat itu langsung mendekat dan berdiri di antara kedua insan yang sedang salah tingkah ituh.
"Sepertinya kita mendapatkan pasangan untuk menikah selanjutnya" ucap karin, yang langsung membuat kedua insan semakin salah tingkah.
Vina dan Leo yang melihat itu dari pelaminan pun merasa bahagya karna keduanya kini tak saling menghindari lagi.
Pesta pernikahan pun berlangsung, kini Alex berjalan paling depan untuk memberi hadiah kepada pengantin, dan di susul oleh tamu yang lain.
"Semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia, dan semoga sampai tua yah, ini hadiah dari ku, jangan lupa gunakan malam inin" ucap alex sambil mengedipkan sebelah matanya.
Selanjutnya di susul olah karin dan rea
"langgeng terus yah dan bahagia selalu, awas saja kalau kak leo menyakiti vina, vin ini hadiah dari aku dan karin di terima yah dan pakai nanti malam" ucap rea lalu berlau pergi dengan karin.
.
.
.
.
...****************...
Vilia Vina Vania
Leo Nathan Abraha
.
.
.
.
JANGAN LUPA YAH PEMBACA SETIA NOVEL YANG BERJYDUL
"JANGAN TERUS PAKSA AKU"
JANGAN LUPA JUGA LIKE KOMEN VOTE DAN KASIH HADIYAH**!!!!!
__ADS_1