JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Kepergian Arga


__ADS_3

Kini siang hari, matahari bersinar begitu terik, menerpa orang-orang yang tengah bekerja di lapangan proyek.


Tinggg...tingg...ting...


Karin melihat ada panggilan dari tante rosa ia pun segera mengangkat telpon ituh.


("Hallo, tante ada apah?")


("Nak cepat lah pulang dan bawa arya kemari, arga sudah tak bisa menahannya lagi")


("apa yang terjadi pada arga tante?, arga baik-baik sajah kan?, kenapa tante menangis")


("sayang cepat lah pulang arga sangan membutuh kan mu")


("baiklah tante aku akan pulang")


* * *



Brukk


Karin pingsan, yang membuat asisten pribadinya merasa kaget, sekertaris karin meminta bantuan pada arya agar di antar ke villa.


Arya menggendong karin lalu membawanya pulang ke villa, sesampai nya di villa arya membawa karin ke kamarnya dan membaringkannya di ranjang.


Beberapa detik setelah itu seorang dokter masuk lalu memeriksa kondisi karin, dokter itu berkata pada arya kalau karin mengalami syok dan terlalu kelelahan.


"Argaaaaa" teriak karin yan terbangun.


"Tenang lah" ucap arya.


"Arya ayo kita pulang, ayo" ucap karin.


"kenapa aku harus pulang?" tanya arya.


"arga sangat membutuhkan donor darah mu, ayo lah ikut dengan ku pulang ku mohon arya, arga adalah darah daging mu" mohon karin.



"untuk apa?, lagi pula tak ada untungnya untuk ku" ucap arya cuek.


"Tapi dia putra mu arya"teriak karin sambil menampar arya.

__ADS_1


Karin pun langsung membawa beberapa barang yang menurutnya penting, karin keluar dari villa lalu masuk ke taksi menuju ke bandara.


.


.


.


.


.


Sekitar pukul 17:20 karin sampai di indonesia, karin langsung mencari taksi untuk menuju ke rumah sakit tempat arga di rawat.


Sesampainya di depan ruang oprasi karin melihat tante rosa yang menangis pelukan om gibran, begitupun Rea yang menangis di pelukan alex, karin melangkah mendekat.


"Tante kenapah menangis seperti ituh?" tanya karin.


"karin arga...arga" ucap tante rosa terbata-bata.


"Arga kenapah tante, arga baik-baik sajah kan?" tanya karin lagih.


Alex melepaskan pelukannya dari rea lalu memeluk karin dengan erat.


"Apa maksud kak alex?" tanya karin.


"Arga sudah tenang rin, dia tidak akan merasakan sakit lagih" ucap alex.


Seketika tangisan karin pecah, ia langsung masuk kedalam ruang oprasi, dia melihat tubuh kecil arga yang sudah pucat dan dingin, karin memeluk arga sambil menangis histeris.


"kamu tidak boleh tinggalkan momy sendirian sayang, kamu tau momy akan menemanimu sepanjang hari" ucap karin yang masih memeluk tubuh arga.


"lihat-lihat lah re keponakan mu sangat ingin bermain dengan mu" ucap karin.


Melihat itu rea merasa kasihan pada karin, rea mendekat ke arah karin lalu memegang bahu karin.


"Rin iklaskan arga, jika kamu seperti ini arga juga akan sedih di sanah" ucap karin.


"kamu ngomong apa sih re anak aku itu masih hidup" tiriak karin.


Tiba-tiba datang empat orang pria menghadap om gibran.


"Cepat urus pemakamannya" perintah om gibran.

__ADS_1


Salah satu pria itu mengambil alih arga dari pelukan karin, karin terus histeris ketika putranya di bawa untuk di makamkan, alex menahan karin yang terus histeris.


.


.


.


.


.


Kini malam semakin larut setelah pemakaman arga, karin hanya diam tatapannya kosong, dia juga hanya memeluk foto putranya, dia tidak ingin makan atau pun minum.


.


.


.


.


...****************...


.


.


.


.


.


**BUAT SEMUA PEMBACA SETIA NOVEL YANG BERJUDUL


"JANGAN TERUS PAKSA AKU"


YANG MINTA LANJUT KOMEN YAH.


DUKUNG TERUS YANG CERITA NOVEL INI.


TERUS LIKE,VOTE,KOMEN, DAN KASIH HADIAH YAH**!!!

__ADS_1


__ADS_2