
Di perjalanan Karin terus berpikir, di perjalanan karin melihat ke arah jendela hingga matanya tertuju pada sebuah rumah sakit, "apa aku harus menggunakan bayi dalam kandunganku?" gumam karin.
"pak berhenti di rumah sakit ituh" ujar karin,
"iya mba" setelah keluar dari taksi yang ia tumpangi karin bergegas masuk ke dalam rumah sakit, tapi saat ia berjalan menyelusuri koridor rumah sakit, tiba-tiba
terbesit dalam benak karin keraguan untuk menggugurkan bayi dalam kandungannya.
Namun saat karin berjalan di koridor rumah sakit, karin melihat seorang ibu yang tengah
bermain bersama anaknya sambil menunggu giliran masuk ke ruangan, pemeriksaan kandungan, tiba-tiba sajah kaki karin melangkah ke arah ibu dan anak ituh, karin pun ikut duduk bersama ibu dan anaknya ituh, melihat karin yang duduk di sebelah, ibu itupun tersenyum ramah pada karin, " mba mau cek kandungan juga, sudah berapa minggu mba?" tanya ibu ituh.
"saya belum tau bu, ini saya baru mau cek" jawab karin sambil tersenyum pada ibu ituh.
"Ohh sepertinya itu anak pertama yah mba?" tanya ibu ituh, " iyah bu" jawab karin.
"Ohh, suaminya kemana mba, kenapa gk di temenin suaminya" tanya ibu itu lagi.
mendengar pertanyaan dari ibu itu karin pun terdiam sejenak, sebelum akhirnya karin menjawab pertanyaan dari ibu ituh.
"Suami saya sedang keluar kota bu selama satu bulan, dia sedanga ada pekerjaan di sanah bersama rekan bisnisnya" ucap karin yang berbohong pada ibu ituh, namun ibu ituh hanya mengangguk mempercayai perkataan karin, Tak lama giliran ibu itu yang di cek kandungan nya, dan meninggal kan karin yang duduk sendiri.
.
.
__ADS_1
.
.
Di sisi lain arya tak bisa pokus dengan pekerjaannya, ia terus memikirkan perkataan karin mengenai kehamilan nya, jika di bilang itu anaknya arya memang tidak akan menyangkalnya, karna selama berhubungan dengan karin ia tak pernah menggunakan pengaman sama sekali, tapi yang arya tidak suka hanya karna itu adalah anak yang di lahirkan oleh karin.
"tuan apa kita harus melakukan sesuatu? " tanya aldo, "tangkap karin aku akan membawanya untuk di aborsi" ucap arya dengan senyuman mengerikan di wajahnya, "baik tua saya akan meminta bawahan untuk menangkap nona karin" jawab aldo yang langsung keluar dari ruangan arya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kini malam pun tiba dan sudah menunjukan pukul 22:30, waktunya untuk karin pulang kerja dari cafe, tapi karin masih sibuk membersikan meja-meja di cafe.
__ADS_1
"kari apa kmu tidak ingin pulang, lihat lah jam ini sudah larut apa kamu tidak taku saat pulang nanti" kata susi memperingati karin.
"gk papah mba, tanggung ini sedikit lagi"jawab karin.
sedangkan lima orang pria duduk di dalam mobil memperhatikan karin, yang berada di dalam cafe membersihkan meja-meja.
"mba aku sudah beres membersihkan semuanya kalau begitu aku pulang duluan yah mba" ujar karin sambil berpamitan pada susi, "iyah hati-hati di jalan yah" ujar susi,
karin pun berjalan menuju tempat biasa ia menunggu taksi online nya.
.
.
.
.
...****************...
.
.
.
__ADS_1
**JANGAN LUPA YUK
LIKE,VOTE,KOMEN,DAN HADIAH**!!!!