JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Positif Hamill


__ADS_3

waktu pulang bekerja pun tiba, karin sedang menunggu taksi online yang telah ia pesan sebelumnya, tak berapa taksi yang ia pesan pun tiba, karin langsung masuk kedalam taksi ituh, di perjalanan karin terus melamun , perkataan susi tadi siang terus berputar di pikirannya.


Di perjalanan karin melihat sebuah apotik, "pak berhenti dulu sebentar di apotik ituh" ucap karin pada supir taksi online ituh, dengan segera supir itu pun memberhentikan mobil itu di depan apotik ituh.


Karin keluar dari taksi ia berjalan menuju apotik ituh, " ada yang bisa saya bantu mba" tanya penjaga apotik ituh, "ah.. saya sedang mencari tespek" jawab karin pada penjaga apotik ituh, " oh... mba mau berapa?" tanya wanita itu, "dua sajah" jawab karin, wanita itu pun langsung memberikan nya.


Setelah selesai membeli setpek pulang ke apartemen arya, yang sekarang menjadi tempat tinggalnya, karin benar-benar lelah hari inih ia memutuskan untuk langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur, hingga tak sadar mata karin pun mulai terpejam.


****


Sedangkan di sisi lain arya baru saja datang di rumah orang tua nya, sejak tdi siang arya memang merasa sangat merindukan orang tuanya.



hingga arya berencana malam akan pulang kerumah orang tuanya, dan menginap di sanah beberapa hari, "sayang apa kau sudah makan" tanya melin dengan lembut pada anak tirinya ituh, " belum mah" jawab arya.


"kamu mau mamah bikinin apah?" tanya melin, "apa sajah mah asal itu buatan mamah" jawab arya " hmmm yasudah kalau begitu tunggu sebentar yah" ucap melin yang langsung meninggalkan arya dan papah rian.


"Eh tumben es balok inih datang, ternyata dia masih tau pulang " ucap bela yang baru saja turun dari tangga dan ikut duduk di sebelah papah rian, "diamlah gadis tak perawan" ucap arya yang mampu membuat bela diam.

__ADS_1



"apa kak arya tau yah" ucap bela dalam hati,


"arya jangan bicara sembarang begituh" ucap papah rian, " tapi yang aku bicarakan tidak salah pah lihat lah mukanya langsung pias setelah aku memanggilnya begituh" ucap arya yang sebenarnya hanya bercanda.


.


.


.


.


tiba-tiba karin teringat dengan tespek yang ia beli, dengan segera karin mengambilnya lalu kembali lagi ke kamar mandi, kari mencoba kedua tespek ituh, tak butuh waktulama kedua tespek ituh Menunjukkan hasil dua garis merah, yang berarti ia positif hamil.


seketika karin ambruk ia terduduk di lantai kamar mandi, karin menangis ia tidak tau harus berbuat apah kehamilannya ini ada di saat yang tidak tepat, " yah aku harus mengatakannya pada arya, dia pasti akan bertanggung jawab" ucap karin yang meyakinkan dirinya sendiri.


karin berdiri ia berjalan masuk ke ruangan kerja arya, mencari petunjuk tempat tinggal atau mungkin kantornya, karin sudah membuka lemari laci dan lainnya, hingga tersisa satu laci yang belum ia periksa, karin melihat ada dua map tertinggal di laci itu, dengan cepat karin membaca nya dan benar sajah terdapat alamat perusahaan milik arya.

__ADS_1


Dengan cepat karin bersiap menuju perusahaan arya, sesampainya di sanah karin melihat gedung besar yang menjulang tinggi, dari sinih karin yakin kalau arya bukan lah orang sembarang, karin berjalan menuju meja resepsionis, " mba ada yang bisa saya bantu " tanya wanita ituh " saya sedang mencari tuan arya CEO perusahaan ini apa ada" tanya karin.


" maaf mba kalau boleh tau mba siapanya" tanya wanita ituh, "ah saya pacarnya mba" jawab karin, yang sepontan membuat wanita penjaga meja resepsionis ituh tertawa, "maaf mba, sebaika mba pulang sajah, saya tidak percaya kalau mba pacarnya tuan arya" ucar resepsionis ituh.


"mba dengar ya sudah banyak wanita murahan seperti mba inih yang mengaku-ngaku pacar atasan saya, tapi ternyata tuan arya tidak mengenalnya sama sekali, jadi sebaiknya mba pulang sajah dari pada nanti malu" ujar resepsionis ituh sambil tertawa.


.


.


.


...****************...


.


.


.

__ADS_1


**JANGAN LUPA YAH


LIKE,VOTE, KOMEN, DAN HADIAH YAH**!!!


__ADS_2