JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Lea


__ADS_3

"pak kalau wanita itu ingin masuk halangi sajah, jangan sapai wanita itu berhasil masuk" ucap arya pada satpam.


"baik pak arya" ucap satpam ituh.


Karin mencoba masuk ke area perusahaan arya namun satpam menghalangi nya,


"Maaf nona anda tidak boleh masuk, karna pak arya tidak mengijinkan anda masuk" ucap satpam ituh.


"tapi aku harus berbicara dengan kak arya, pak saya harus menemui kak arya" ucap karin dengan nada memohon.


"maaf nona sebaiknya nona pergi sajah, karna pak arya tidak mau menemui anda" timpal satpam lainnya.


Karin akhirnya menyerah, ia ke parkiran perusahaan mengambil mobilnya, karin pulang ke rumah sakit dengan lesu, dan sakit hati yang besar, kata-kata yang di ucap kan arya terngiang-ngiang dengan ucapan arya, beberapa kali karin memukul setir.


"Aaaaaaaaaa...kenapah, kenapah kakak tega sekali pada putra kakak sendiri, bahkan kakak lebih memilih membiarkan putra kita tiada, wajahmu memang seperti malaikat, namun hatimu seperti iblis kak. Teriak karin di dalam mobil.


.


.


.


"Kita mau ke mana kak?" tanya vina yang penasaran sedari tadi karna leo memintanya untuk mengemasi barang barangnya.


"Nanti juga kamu akan tau sayang" ucap leo, leo sebenarnya akan membawa vina tinggal bersamanya di rumah miliknya yang ia bangun sendiri dengan kerja kerasnya, leo juga sudah meminta ijin Bunda sesil dan ayah Amar, untuk mengajak vina tinggal di rumahnya, dan mereka mengijinkan.


vina dan leo pun berpamitan pada bunda sesil dan ayah amar, leo pun mulai mengendarai mobilnya menuju rumah mereka, satu setengah jam kemudian mereka akhirnya sampai di rumah leo.



"ayoh turun sayang" ajak leo pada vina.


"kak ini rumah siapah?" tanya karin.


"ini rumah kakak, dulu kakak berharap setelah rumahnya selesai kakak akan membawa mamah ke rumah inih, namun ternyata tanpa pernah menginjakan kaki di sinih mamah pergi lebih dulu" ucap leo dengan berkaca-kaca.


"tapi sekarang sudah ada aku kak" ucap vina menyemangati suaminya.


"maaf rumah kakak kecil tidak sebesar rumah mu" ucap leo.


"tak apah kak, asal bersama kakak di manapun kita tinggal tak masalah" ucap vina.


"Yasudah ayoh kita masuk" ajak leo, merekapun masuk ke dalam rumah, leo membawa dua koper vina ke kamarnya yang sekarang akan menjadi kamar keduanya.


__ADS_1


"ini kamar kakak tapi sekarang akan menjadi kamar kita berdua juga sayang, jika ada yang kamu tak suka dari kamar ini minta tolong ke pelayan untuk mengantinya sesuai keinginan mu" ucap leo.


Vina pun hanya mengangguk, tak lama pintu kamar itu di ketuk terlihat lah tiga orang pelayang yang umurnya sekitar empat puluhan.


"Bi ini istrinya leo namanya vina" ucap leo memperkenalkan istrinya kepada ketiga pelayannya.


"Sayang, yang inih namanya Bi Lilah,kalau yang di tengah inih namanya Bi murni, dan yang terakhir namanya Bi Dina" ucap leo memperkenalkan ketiga pelayannya.


"Bi dina tolong bantu istri saya merapihkan pakaiannya" ucap leo.


"iyah tuan" ucap bi dina


" dan yang lain kerjakan tugas kalian kembali" Bi lilah dan Bi murni pun kembali melanjutkan tugas mereka.


"Saya ga papah kan kalau aku tinggal sebentar aku mau menemui alex dulu?" ucap leo.


"iyah ga papah kak, titip salam juga buat kak alex yah" ucap vina.


"iyah" leo pun mengecup dahi vina lalu pergi meninggalkan rumahnya.


"Ayoh nyonya biar saya bantu" ucap Bi Dina.


"Iyah bi ayoh" mereka pun bersama sama merapihkan pakaian vina sambil sesekali mengobrol.


"Bi Dina tau tidak bakanan kesukaan kak leo?" tanya vina.


"Memangnya kak leo tidak suka sayur dan ikan bi?" tanya vina lagi.


"Tuan dulu suka sekali dengan sayur nyonya, tapi hanya yang di buat oleh nyonya besar sajah dulu, kalau ikan tuan alergi makan ikan laut tuan juga tidak suka makan ikan air tawar begitu nyonya" ucap bi dina.


Setengah jam akhirnya vina dan Bi dina selesai merapihkan pakaian, "Bi di dapur ada buah-buahan ga bi?" tanya vina.


"Ada nyonya memang untuk apah?" tanya bi dina.


"saya mau bikin salad muah bi" jawab vina.


"yasudah kalau begituh bibi siapkan bahan dan alatnya dulu yah nyonya" ucap bi dina.


"iyah bi nanti saya menyusul ke dapur" ucap vina, bi dina pun ke dapur untuk menyiapkan semua alat dan bahan yang di butuhkan membuat salad buah.


Vina pun keluar dari kamar, saat akan turun mata karin tertuju pada kamar yang terbuka yang sedang di bersihkan oleh bi lilah, vina pun berjalan ke kamar ituh.


"Bi ini kamar siapah bi lilah?" tanya vina pada bi lilah yang sedang membersihkan kamar ituh.


__ADS_1


"Ini kamar nona lea nyonya" ucap bi lilah.


"Siapa itu lea bi?" tanya vina lagi.


"Nona lea itu adalah adiknya tuan nyonya" ucap bi lilah.


"Saya baru tau kalau kak leo punya adik, terus sekarang kemana adik kak leo?" tanya vina lagi.


"Nona lea sedang sekolah nyonya" terang bi lilah, dan di angguki oleh vina, vina melihat foto gadis remaja yang berada di meja.



"Ini lea bi, dia cantik sekali?" tanya vina lagi.


"iyah nyonya itu nona lea" ucap bi lilah.


"Kalian sedang apah?" tanya leo yang tiba-tiba datang.


"Kakak kenapa tidak bilang sebelumnya, kalau kakak mempunyai adik" ucap vina.


"Maaf aku tak mengatakannya" ucap leo sambil menundukan kepalanya, pertanda kalau memang leo menyesal.


"Sudah lah tak apah, kita bicarakan nanti sajah kak" ucap vina.


Up 9 mei


.


.


.


...****************...


.


.


.


**JANGAN LUPA YAH SEMUA PEMBACA NOVEL YANG BERJUDUL


"JANGAN TERUS PAKSA AKU**"


**IKUTI TERUS YAH ALUR CERITANYA SAMPAI TAMAT

__ADS_1


GAK LUPA JUGA NIH AUTOR INGETIN JANGAN LUPA


LIKE,KOMEN,VOTE, DAN KASIH HADIAH YAH**!!!!!!


__ADS_2