
Empat bulan kemudian kini semuanya berjalan seperti semula, Arga bahkan sekarang sudah lebih aktif dari pada yang dulu, usianya sudah menginjak setengah tahun, walau dokter mengatakan bisa sajah Arga akan kembali lagi ke kondisi saat ituh, malah bisa sajah lebih buruk.
"Sayang...sayang..., anak ganteng momy, wah wangi banget sih udah mandi yah" ucap karin yang baru sajah pulang dari kantor, sudah hampir tiga bulan memang karin sudah mulai bekerja di kantor, karin juga sangat berharap perusahaan papah nya bisa kembali lagi seperti dulu, saat berada di masa kejayaannya.
"Arga main dulu yah sama nenek sama mbak ida, momy mau mandi dulu okeh" ucap karin yang akhirnya pergi ke kamarnya meninggalkan Putranya.
.
.
.
.
Makan malam pun akhirnya selesai, kini mereka semua tengah berada di ruang santai, mereka semua bermain bersama membuat arga tertawa, namun tiba-tiba telpon karin berbunyi, dengan segera pula karin mengangkat telpon ituh.
"hallo, maaf ini siapah?"
"Ah gk asik, masa gk inget sih sama adik sendiri"
"Adik?, tapi aku tidak punya adik, maaf tuan sepertinya anda salah nomor"
"ga ko yang aku telpon benar kakak ku kok, kak Ria Karina Salsabila ya kan"
"kok kamu tau nama aku sih?"
"kan aku sudah bilang kalau aku ituh adik kakak"
"Tapi aku benar-benar tidak punya adik laki-laki atau pun adik perempuan, aku ituh anak tunggal"
"Keenan Adriell, apa kakak sudah ingat nama ku"
"Keenan Adriell, sebentar sepertinya aku pernah mendengar nama ituh, tapi dimana yah"
"Ayoh kak inget dong, masa ga kenal sama adik sendiri"
"Ah iyah-iyah aku ingat, kamu bagaimana bisa, dimana kamu sekarang, apa kamu baik-baik sajah"
"Tenang lah kak, aku baik-baik sajah, dengar kak sekarang aku sudah meraih cita-citaku menjadi seorang penyanyi,aktor, dan model walau di negara orang, aku sudah berhasil kak"
"Syukurlah kamu baik-baik sajah, dan syukurlah kamu bisa meraih cita-citamu"
__ADS_1
"Kak Besok aku akan pulang ke indonasia, apa kakak bisa menjemput ku di bandara"
"Baiklah kakak akan menjemputmu di bandara, kakak akan membawa kebonakan mu"
"Hah keponakan, apa kakak sudah menikah, kapan kakak menikah, dengan siapa kakak menikah"
"Tenanglah kakak belum menikah, besok akan kakak ceritakan semuanya"
"Baiklah, kalau begituh aku tutup telponnya kak, babay kakak ku sayang"
Telpon pun berakhir, karin pun kembali bergabung bermain dengan putranya dan yang lainnya.
"Siapa yang telpon rin?" tanya alex.
"Adiku menelpon, dia memintaku untuk menjemputnya di bandara besok" ucap karin.
"Adik?, tapi kamu tidak punya adik karina, kau adalah anak tunggal bagaimana kamu bisa punya adik?" tanya om gibran dengan bingung.
Karin pun akhirnya menceritakan semuanya tentang masa kecilnya yang pernah berada di panti asuhan, lalu memiliki teman dekat yang dia anggap sebagai adik, namun satu tahun kemudian keenan di adopsi oleh pasangan luar negeri.
"Oh jadi kalian bertemu di panti asuhan?" tanya alex.
"Yasudah besok ajak tinggal sajah di sinih" ucap tante rosa.
"tapi sepertinya dia akan menginap di hotel tante, dia datang ke indonesia karna ada pihak indonesia yang akan menyelenggarakan konser yang di indonesia"
"oh bigituh baik lah" ucap tante rosa.
.
.
.
.
Sinar matahari begitu terik, namun tak mematahkan para penggemar untuk bertemu idolanya, dari kalangan dewasa, remaja, bahkan anak-anak, semuanya menunggu dari pagi hingga siang hari.
"Aaaaaaa keen...keen...keen" teriak para penggemar ketika Keenan datang, semua orang menyerbu kedatangan keenan media bahkan ikut mengejar keenan, para bodyguard dengan sigap menjaga tuan mereka.
__ADS_1
Keenan terus berjalan sambil sesekali menyapa penggemarnya, keenan juga saling berbalas chet dengan karin, hingga akhirnya mereka bertemu di satu titik, di ikuti oleh media dan para pengemar.
"kakak" teriak keenan dan langsung memeluk karin.
"Wah kenapah berubah sekali, dulu kecil dan sekarang bahkan sudah lebih tinggi dari ku" ucap karin .
"Kakak juga sangat cantik" ucap keenan.
"apa maksudmu dulu aku tidak cantik" kesal karin lalu menjewer telinga keenan.
Para pengemar mulai bertanya-tanya, siapah karin, bagaiman bisa karin dekat dengan seorang idola besar, semua orang menebak-nebak karin ituh keluarga atau kekasih sang idola besar.
.
.
.
.
...****************...
.
.
.
.
**JANGAN LUPA YAH SEMUA PEMBACA NOVEL YANG BERJUDUL
"JANGAN TERUS PAKSA AKU**"
**IKUTI TERUS YAH ALUR CERITANYA SAMPAI TAMAT
GAK LUPA JUGA NIH AUTOR INGETIN JANGAN LUPA
LIKE,KOMEN,VOTE, DAN KASIH HADIAH YAH**!!!!!!
__ADS_1