
Dengan cepat karin tersadar dari lamunan nya," Mmmm saya tidak papah tuan" ucap karin.
"Maaf tuan tapi boleh saya bertanya, di mana inih" ucap karin sambil menundukkan kepalanya karna takut dan gugup.
"Ini apartemen ku, semalam kau pingsan, aku tak tau tempat tinggal mu, jadi aku membawamu ke apartemen ku "
Ucap pria ituh dengan tegas.
" Ah terimakasih tuan karna menolong saya malam ituh, maaf sudah merepotkan anda "
Ucap karin, ia bersyukur karna masih ada yang mau menolongnya.
" Yah sama-sama, tapi kenapa saat itu kamu berbuat hal berbahaya seperti itu, apa kmu tak ingin hidup lagih" kata pria ituh karna penasaran mengapa karin saat ituh malah ingin bunuh diri.
__ADS_1
Seketika karin terdiam ia teringat kembali akan nasibnya saat ini. " Hey, kenapa kau malah melamun" ucap pria itu sambil melambai kan tangannya di depan muka karin, karin pun tersadar kembali, " Ah tidak tuan" ucap karin.
" Tak apa kalau kau tak bisa mengatakannya lagi pula aku hanya orang asing" ucap pria itu sambil tersenyum.
"Ah bukan begitu tuan, hanya saja saya benar-benar tak bisa mengatakannya"
ucap karin.
Dengan senang hati karin menerima uluran tangan arya dan memperkenalkan dirinya "namaku Ria Karina salsabila, panggil sajah namaku karin" ucap karin sambil tersenyum manis kepada arya.
Hati arya berdebar ketika karin tersenyum padanya, hal itu tak pernah terjadi padanya sebelumnya, arya bahkan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, ada apa dengan dirinya .
" Mmmm sepertinya aku sudah baikan lebih baik aku segera pulang" ucap karin karna tak enak sedari semalam ia terus merepotkan arya.
__ADS_1
"Ah yah biar ku antar sajah " ucap arya, "tak apah aku bisa pulang sendiri dengan taksi" ucap karin sambil tersenyum, "kamu terlalu banyak membantu ku" kata karin sambil menundukkan dirinya di tepi ranjang ituh dan mencoba untuk berdiri.
"Ah sudah lah biar aku saja yang mengantar mu pulang" arya terus memaksa untuk mengantar karin pulang, hingga akhirnya karin menyetujui ajakan arya, karna arya terus memaksa.
Arya pun mengajak karin untuk turun kebawah dan masuk ke dalam mobilnya , mobil arya malaju di jalan.
" Berapa usiamu? " ucap arya memecahkan kesunyian di dalam mobil ituh," Ah kau bertanya kepada ku?" kata karin " ya memang siapa lagi yang ada di dalam mobil ini kecuali kita berdua, apa kau pikir aku sedang berbicara dengan angin hemmm" kata arya karna merasa sedikit kesal dengan pertanyaan yang di ajukan karin,
"Ah iyah usiaku 21 tahun, Mmm dan merapa usiamu?" kata karin bertanya kembali," usiaku 28 tahun" ujar arya menjawab pertanyaan karin, "ah jadi kamu lebih tua dari aku" ucap karin merasa tak enak karna sedari tadi bersikap tak sopan.
"Ya memang kenapa kalo usia ku 28 tahun, apa aku terlihat sangat tua?" arya bertanya kembali kepada karin.
" ah bukan begitu maksudku" dengan cepat arya memotong perkataan karin" lalu bagai mana, ah sudah lah, kita hampir sampai, dari sini kita harus belok kemana kanan kiri atau lurus?" tanya arya pada karin "ah lurus sajah" arya pun melajukan mobilnya ke arah yang sudah di tunjukan karin tadi.
__ADS_1