
Di saat semua orang mencari keberadaan karin, di sisi lain karin baru sajah membuka matanya, karin melihat kesekeliling kamar yang sedang ia tempati, namun karin tak menyadari ada orang di samping nya yang juga sedang berbaring.
"Kamu sudah sadar?"
"Apa ada yang masih terasa sakit?"
"Apa kau ingin minum?"
Orang di samping karin terus bertanya sambil bermain dengan anjing kecilnya,
melihat siapa orang yang ada di sampingnya karin lantas langsung mnjauh.
"Ada apah, kenapah kau seperti baru bertemu hantu sajah" ucap arya.
"Aku ingin pulang di rumah pasti anaku menunggu kepulanganku" ucap karin.
Karin hendak berdiri namun tangannya langsung di cekal oleh arya, arya membawa tubuh lemah karin dalam dekapannya.
"Sadarlah rin anak kita sudah tiada, dia sudah tenang, sadar lah ku mohon" ucap arya yang masih memeluk erat karin.
"Diam kau, dia bukan anak mu, dia itu anakku, dan dengar dia masih hidup" teriak karin dalam pelukan arya, karin mencoba terlepas dari pelukan arya.
Karin masih terus berteriak, hingga arya membekap mulut karin dengan ciuman, hingga 10 menit akhirnya arya melepaskan ciuman ituh dan memeluk karin yang mulai tenang.
Sedangkan karin merasa kehangatan saat mereka saling berpelukan, entah kenapah karin merasa ia begitu nyaman dalam pelukan arya.
"Kamu makanlah lebih dulu, apa kamu tidak lapar?" ucap arya yang melepaskan pelukannya.
Arya turun dari ranjang menuju meja lalu mengambil makanan yang sudah sedari tadi di sanah, karin makan dengan begitu lahap, sedangkan arya masih memainkan anjing peliharaannya sambil menatap karin dalam-dalam.
.
.
.
.
Flashback on
Di sore hari saat arya baru sajah tiba ke indonesia, arya hendak pulang ke mansionnya, namun tak sengaja mobil yang membawanya menabrak seseorang yang entah muncul dari mana.
"Aaaakhh..."
__ADS_1
Arya dan sang sopir langsung keluar dari mobil menghampiri orang yang tak sengaja mereka tabrak.
Saat keluar dari mobil arya sangat mengenali gadis yang tergeletak tak sadarkan diri di depan mobilnya.
"KARIN, sedang apa dia di tempat ini sore-sore beginih bukannya anaknya tiada tapi kenapa di sihih?" ucap arya yang bertanya-tanya, apa lagi ketika melihat karin yang juga ternyata tidak menggunak alas kaki sama sekali, membuatnya semakin penasaran.
Arya lalu menggendong karin, lalu membawa karin ke mansionnya, setibanya di sanah karin langsung di tangani oleh dokter.
Flashback of
.
.
.
.
.
Kini hari kembali menjadi malam, semua orang masih sibuk mencari karin, seluruh anak buah bahkan sudah di kerahkan tapi nihil tak ada yang tau satupun di mana keberadaan karin.
"Kak sebenarnya kakak dimana?" ucap keenan yang sudah hampir menyerah mencari karin.
"Aku harus mencari kakak kemana lagi"
"Apa kakak tega membuat kita semua cemas" ucap keenan.
.
.
.
.
.
.
"Sayang apa kamu masih lama di sanah"
"mungkin tiga hari lagi aku pulang sayang"
__ADS_1
"Aku sangat merindukanmu cepatlah pulang"
"yah baiklah sayang, nanti saat aku pulang orang yang pertama akan ku jumpai adalah dirimu"
"Baiklah kalau begituh aku pegang ucapanmu, kalau begituh aku tutup telponnya aku ingin tidur"
"Baiklah sayang selamat tidur, dan mimpi indah"
"I LOVE YOU"
"I LOVE YOU TOO"
Sambungan telpon itu pun berakhir, sudah cukup lama aldo dan bela berpisa membuat pasanga sejoli ituh saling merindukan.
.
.
.
.
.
.
...****************...
.
.
.
.
.
**BUAT SEMUA PEMBACA SETIA NOVEL YANG BERJUDUL
"JANGAN TERUS PAKSA AKU"
YANG MINTA LANJUT KOMEN YAH.
__ADS_1
DUKUNG TERUS YANG CERITA NOVEL INI.
TERUS LIKE,VOTE,KOMEN, DAN KASIH HADIAH YAH**!!!