
Arya naik ke atas ranjang, lalu naik ke atas tubuh karin, karinpun menghela nafas karna ia tau apa yang akan terjadi setelah inih, ia memilih pasrah karna jika ia menolak pun arya akan tetap melakukannya.
******
Sedangkan di sisi lain seorang pria tampan dengan ekspresi menyeramkan, sedang mgengatur rencana yang ia bangun sejak lama, ya itu adalah orang yang telah melemparkan darah ke kaca mobil bela.
"terus teror wanita itu, dan jangan lupa pantau terus gerak gerik pria ituh" ucap pria ituh sambil mgenghisap rokok di tangannya.
"siap tuan, kami akan melakukan semua yang tuan perintahkan" ucap salah satu anak buah pria ituh.
"tapi tuan akhir-akhir ini, ada seorang wanita yang selalu bersama dengan pria itu, bahkan wanita ituh tinggal bersama pria itu" ucap anak buah lain pria itu.
pria itu mengernyitkan alisnya, ia menjadi penasaran siapa wanita yang di maksud oleh para anak buahnya.
"Hmmmm cari tau juga siapa wanita yang tinggal bersama pria ituh" ucap pria ituh lalu ia berjalan keluar dari bangunan yang seperti gudang ituh.
*****
Pagi pun tiba karin bangun lebih awal dari pada arya, padahal biasanya arya selalu bangun lebih awal dari nya, namun mungkin pria itu terlalu kelelahan karna permainan panas semalam.
jam menunjukan pukul 06:10 karin melihat kembali kedalam kamar setelah ia mandi dan memasak tadi, namu ketika datang kekamar ia melihat arya masih tertidur pulas, karin geleng-geleng kepala melihat ituh, karin berjalan mendekati ranjang dan duduk di sanah,karin mencoba membangunkan Arya namun tak berhasil juga.
Pria ituh enggan membuka matanya, karin bingung ia berpikir sejenak, mencari cara untuk membangunkan arya, namun saat karin menoleh ke arah meja di samping ranjang ia melihat ada air di gelas ituh.
Sedetik kemudian karin tau apa yang harus ia lakukan, karin mengambil segelas air ituh, dan kemudian ia menciprat kan air dengan tangannya ke wajah arya, seketika arya langsung bangun karna merasa ada air yang terciprat ke wajah nya.
Melihat reaksi arya, karin tak bisa menahan tawanya, ia tertawa terbahak-bahak, menertawakan arya, sedangkan arya merasa kesal karna ternyata karin yang telah mengerjainya.
__ADS_1
"Apa kmu tidak bisa bangunkan aku dengan cara yang lembut, apa harus dengan air ituh" ucap arya yang sedikit emosi, arya bangun dari ranjang ia melangkahkan kakinya ke kamar sebelah, yang merupakan kamar miliknya sendiri.
Tak berapa lama arya keluar kamarnya, dengan pakaian yang sudah rapih, menandakan pria ituh akan pergi ke kantor,
"kau sudah siap, mknanlah lebih dulu" ujar karin yang sedang mencuci piring, namun perkataan karin tak di dengarkan oleh arya,
arya melangkah keluar apartemen tanpa makan terlebih dahulu.
Karin yang melihat ituh menggelengkan kepalanya, ia tau bahwa kekasihnya ituh sedang marah padanya, namu karin tau jika arya marah harus melakukan apa.
*****
Jam menunjukkan pukul 10:00, aldo meminta ijin pada arya untuk keluar sebentar menjemput sang adik, setelah arya mengijinkan aldo bergegas keluar ruangan ituh, sedangkan bela yang melihat kepergian aldo yang tergesa-gesa membuatnya kebingungan.
Seorang gadis baru sajah sampai di bandara ia, terus mencari keberadaan sang kakak yang akan menjemputnya, namun saat berjalan gadis itu tak berhati-hati membuatnya tak sengaja menabrak seorang pria tampan.
"Hmmmmmm tidak papah" ucap pria yang tertabrak oleh Alena.
"Hmmm apa kau baru datang kesinih?" tanya pria ituh pada alen.
"yah aku baru ke sinih lagi, ah ya perkenalkan namaku Alena" ucap Alena sambil menjulurkan tangannya di depan pria ituh"
"Aku Alex" jawab pria ituh sambil mejabat tangan Alena.
"Hmmm yasudah kalau begitu saya pergi lebih dulu" ucap Alena dan di balas dengan anggukan oleh pria ituh, Alena pun melangkah pergi meninggalkan pria ituh.
__ADS_1
.
.
.
.
...****************...
.
.
.
Alex Wira Pratap Baksara(28)
.
.
.
**KLIK
__ADS_1
LIKE, VOTE, KOMEN, DAN BERI HADIAH YAH**.