JANGAN TERUS PAKSA AKU

JANGAN TERUS PAKSA AKU
Tawaran Menikah


__ADS_3

"Re aku ke toilet dulu yah" ucap vina yang berbisik pada rea.


"yaudah sanah" ucap rea, yang masih pokus menggendong keponakannya.


Vina pun melangkah keluar, leo yang melihat vini keluar turut menyusul vina keluar, sekaligus ia ingin berbicara dengan vina.


"Vin tunggu" ucap leo yang berjalan di belakang vina, vina menghentikan langkahnya, lalu ia berbalik.


"vin ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan mu" ucap leo dengan serius.


"sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi kak, semuanya sudah hancur, mau apa lagi kakak berbicara denganku" ucap vina dengan mata yang mulai mengembun dan meneteskan butiran air mata.


Di saat yang sama dari ruang rawar karin keluar alex yang di susul oleh rea, karna rea selalu mengikuti kemanapun alex pergi, alex menghentikan langkahnya ketika melihat asisten pribadinya sekaligus sahabatnya ituh tengah berbicara serius dengan sahabat sepupunya.


Sama hal nya dengan alex, rea pun merasa bingung bagai mana bisa asistennya alex dan vina saling mengenal, dan yang paling membuat rea terkejut itu karna melihat vina menangis, selama mengenal vina, rea tidak pernah melihar seorang vina menangis, bagi rea itu sangat aneh karna vina biasanya sangar ceria, usil, manja, dan selalu tertawa.


"Sayang ku apa yang aistenmu lakukan pada sahabatku hingga dia menangis begituh?" tanya rea sambil merangkul tangan alex.


"aku juga tidak tau, eh eh tunggu sebentar tadi kamu panggil aku apa, sayang jangan mimpi deh, kalau aku mendengar kau menyebutku dengan sebutan ituh habis kau" ucap alex yang sangat jengkel dengan sahabat karin.


.


.


Vina terus menangis di depan leo, leo yang sudah tidak tahanpun berjalan mendekat vina lalu membawa vina dalam pelukannya, alex dan rea yang masih mengintip dan menguping vina dan leo, merasa terkejut dengan tindakan leo yang memeluk vina.


"Kakak tau vin, kakak yang salah, tolong maafkan kakak vin, kakak akan memperbaiki segalanya" ucap leo yang masih memeluk karin.


"memperbaiki dengan cara apah kak?" tanya vina yang melepaskan pelukan leo.


"kakak akan menikahimu" ucap leo, membuat vina terkejut, begitu pun dua orang di balik tembok yang sedang menguping dan mengintip.


"aku hanya ingin menikah dengan pria yang mencintai ku kak" ucap vina yang menolak untuk di nikahi oleh leo.


"cinta itu akan datang dengan seiring waktu vin " ucap leo yang mengusap pipi vina.


"tapi kita kan" ucap vina menggantungkan ucapannya.


"kita hanya mantan saudara tiri, jadi tak apa jika kita menikah" ucap leo meyakinkan vina.


"sayang apa maksudnya, apa itu mantan saudara tiri" tanya rea pada alex.


"diam lah aku juga tidak tau" ucap alex, yang kembali jengkel dengan rea.


"aku akan fikirkan nanti kak, aku akan kembali ke ruang rawat karin setelah itu pulang" ucap vina.

__ADS_1


"kakak antar yah?" tanya leo.


"tidak usah ka" tolak vina.


"ga papah sekalian aku bertemu dengan bunda sudah lama juga aku ga ketemu" ucap leo.


"yasudah ayoh kita pamitan dulu ama yang lain ka" ucap vina yang langsung berjalan lebih dulu.


Milihat vina dan leo yang akan berjalan ke arah mereka, alex dan rea bergegas masuk kembali ke ruang rawat karin.


"ya tuhan apa sekarang kalin sudah akur, atau jangan-jangan kalian sudah jadian" ucap karin yang melihat rea dan alex masuk kedalam ruang rawatnya sambil berpegangan tangan.


Mendengar itu alex langsung tersadar dan langsung menghempaskan tangan rea, tak lama dari itu leo dan vina masuk mereka berdua berpamitan pada semuanya yang berada di ruang rawat ituh.


.


.


.


.


.


"rin, tante rosa,om gibran, rea pamit pulang dulu yah ini sudah malam, pasti mamah dan papah pasti sedang menunggu ku" ucap rea berpamitan pada semua orang.


"tenang ajah aku bisa naik taksi ko" ucap rea.


"kak sebaiknya kau antar rea, aku tak mau sahabatku kenapah-kenapah" ucap karin, dan alex hanya bisa menghela nafas karna dia tidak bisa menolak permintaan karin.


Sedangkan rea sangan kegirangan karna di antar oleh alex, "sayang bolehkah kita mampir untuk makan dulu" ucap rea.


"tidak, bukankah sudah ku katakan padamu jangan memanggilku dengan sebutan ituh, kau itu adalah wanita dari kalangan atas kau juga wanita berpendidikan, tapi kenapah sikap mu malah seperti seorang ******, kau murahan sekali" ucap alex yang mengeluarkan semua isi pikirannya.


"itu bukan murahan sayang, itu tuh namanya cinta" ucap rea.


"tapi ketika orang itu mencintaimu, dan kau tetap mengejarnya itu namanya murahan, kau seperti wanita yang tak punya harga diri" ucap alex tanpa memikirkan perasaan rea.


"dengar lah re kau itu adalah sahabat karin jadi tidak mungkin aku menyakiti mu, tapi kamu ini sudah kelewatan, dengarlah aku tidak mencintaimu, dan tak akan pernah jadi ku mohon jauhi aku" ucap alex lagi, rea hanya diam mendengar semua ucapan pria yang ia cintai.


Tiba-tiba sajah alex menghentikan mobilnya, di sebuah halte, " aku tidak bisa mengantar mu, sebaiknya kamu pulang dengan taksi sajah, aku yakin kau bisa ituh" ucap alex, rea langsung keluar dari mobil alex, mobil alex langsung melesat pergi meninggalkan rea di halte itu sendirian.


Akhirnya rea meminta supir pribadinya menjemputnya di halte ituh, sambil menunggu supir pribadinya rea memainkan ponselnya dengan pokus, hingga tak sadar ada empat orang yang mulai mendekatinya.


"sendirian ajah neng, ga baik loh sendirian melem-melem beginih, gimana kalau abang temenin" ucap salah satu pria yang berpenampilan seperti pereman ituh.

__ADS_1


rea yang merasa risih dengan ke empat orang itu langsung berdiri dari duduknya,


"mau apa kalian semua hah" ucap karin dengan lantang walau karin sangat ketakutan.


Tiba-tiba salah satu dari pria itu menyentuh bokong rea, yang membuat rea semakin ketakutan, rea pun berlari tak tentu arah, bahkan rea beberapa kali terjatuh karna rea berlari menggunakan hak tinggi, rea terus berlari sambil berteriak, namun tak ada orang satupun yang lewat, hingga Rea akhirnya tertangkap oleh ke empat pria ituh.


Rea terus berteriak meminta untuk di lepaskan, tapi para preman ituh tak ada yang mendengarkan, mereka merobek baju rea.


"Brukk"


"Brukk


"Brukk"


"Brukk"


Alex menghajar dengan membabi buta ke empat preman ituh hingga tak mampu bangkit lagi, pandangan alex tertuju pada rea yang bersimpu di tepi jalan dengan baru yan ribek, rambut yang berantakan, dan beberapa luka lebam di tangan pipi.


Alex mendekat ke arah rea lalu berjongkok di hadapan rea, "jangan mendekat, ku mohon jangan mendekatiku, menjauh lah menjauh" teriak rea pada alex.


"hey tenang lah ini aku, rea tenangkan dirimu ini aku alex" ucap alex sambil merapihkan rambut rea dan menyekah air mata yang membanjiri pipi rea, sedangkan rea langsung memeluk alex dengan erat.


"kumoho jangan tinggalkan aku, aku tidak akan mengganggu mu lagi tapi jangan tinggalkan aku ku mohon" ucap rea yang berada di dalam pelukan alex, alex yang melihat pakaian rea yang sudah tak layak langsung membuka jasnya lalu memakaikannya di tubuk rea.


Dan tanpa alex sadari rea ternyata sudah tak sadarkan diri dalam pelukannya, alex yang merasa panik langsung membawa nya ke dalam mobil.


.


.


.


.


...****************...


.


.


.


**JANGAN LUPA YAH SEMUA PEMBACA NOVEL YANG BERJUDUL


JANGAN TERUS PAKSA AKU

__ADS_1


BUAT YANG MAU TAU KELANJUTANNYA KOMEN YAH


TETEP LIKE,KOMEN,VOTE,DAN KASIH HADIYAH YAH**!!!


__ADS_2