
"rin kamu berencana ngasih nama siapah anak kamu inih?" tanya rea.
"Mmmm... Udh ada sih tapi aku ga tau bagus ga yah" ucap karin.
"siapa namanya rin?" kini vina yang bertanya.
"Sebenernya aku berniat kasih nama,
Arga Regal David Morgen, cocok ga sih?"
tanya karin pada semua orang di dalam kamar rawat ituh.
"itu bagus ko sayang" ucap tante rosa.
"Nama belakang anakmu, apa tidak apa jika begituh karina" ucap om gibran.
"ga papah om lagi pula aku tidak akan menyembunyikan perihal siapa ayah nyah, lagi pula kak arya juga kan tidak peduli" ucap karin.
"baiklah kalau bagitu rin" ucap om gibran.
Di saat semua orang tengah memuji-muji putra karin, di situh bersamaan dengan alex dan leo yang baru masuk ke ruang rawat karin.
"Astaga apah inih, kenapa bisa keponakanku lebih tampan dariku" ucap alex yang baru datang.
"kak ih jangan gituh, kakak merasa tersaingi yah " ucap karin sambil tertawa.
"tapi ini tidak adil rin, bagaimana bisa dia lebih tampan dari ku, heh kau, aku tau ketampanan mu ituh menutun dari om mu tapi kau tidak boleh menyaingi ku"ucap alex yang membuat semua orang tertawa.
Tapi di sisi lain, di saat semua orang tertawa vina hanya diam sajah, vina terlihat menyimpan rasa ketakutan, kebencian, dan amarah yang besar, mata vina terus tertuju pada leo asisten alex, hingga saat semua orang berhenti tertawa, leo melihat kearah vina menampakan ekspresi yang sedang terkejut, mereka terus saling memandang, sambil mengingat kejadian menyakitkan tiga tahun lalu.
flashback
"heh cewe culun sinih loh" ucap Leo.
__ADS_1
"Iyah ka ada apah" ucap vina.
"mana sinih uang lo" ucap leo lagi.
"tapi aku cuma bawa uang duapuluh lima ribu kak" ucap vina.
"alah, terserah lo itu bukan urusan gue , sinih uang lo" ucap leo sambil mengambil semua uang milik vina, lalu pergi meninggalkan vina.
* * *
"gue punya rencana, gimana kalau pas pesta nanti kita bawa si culu?" ucap leo.
"iyah, iyah kita semua setuju" ucap teman teman leo.
"Di rasain dikit boleh kali yah, hahaha" ucap leo sambil tertawa terbahak-bahak.
"wah boleh tuh, gimana kalau kita taruhan?" ucap salah satu teman leo.
"boleh, taruhan apah?" tanya leo.
"ayo siapa takut, gue yakin pasti bisa ngerasain ituh, dan kalian semua janji yah awas kalau ada yang nyesel nanti" ucap leo menyanggupi taruhan ituh.
* * *
"kak leo ku mohon, ku mohon lepasin aku, ini ga bener ka, hiks...hiks...hiks" ucap vina yang tengah berada di bawah leo, sambil menangis, vina tak tau kalau ajakan yang ia terima akan menjadi malapetaka baginya.
"Hey culun, diam lah lagi pula aku tidak akan melepaskanmu" ucap leo dengan seringai yang menakutkan, leo pun tanpa merasa kasihan langsung merobek dress yang di kenakan vina, hingga hanya menyisakan bera dan Cd.
"hiks...hiks...hiks... Kak leo ku mohon berheni, kakak jangan lakunan inih" ucap vina yang memohon sembari menangis.
"Diam jika kau ingin selamat maka diam lah" ucap leo yang mulai melancarkan aksinya, leo mulai membuka bera dan cd yang di kenakan vina.
"kak hiks...hiks.... Jangan kak" tangisan vina makin menjadi, tapi leo tidak mendenarkan , leo hanya pokus memandangi keindahan tubuh vina.
__ADS_1
Dengan telaten leo mencoba memasukan benda pusakanya kedalam sangkar kecil vina, percobaan pertama gagal, hingga percobaan yang kedua dengan hentakan yang keras akhirnya benda pusaka milik leo masuk ke sangkar milik vina yang masih sempit.
"Akhh.... Akhhh, hiks...hiks...hiks" teriakan vina dengan tangisa yang berpadu menjadi satu.
* * *
"kak, kakak harus tanggung jawab atas semua inih" ucap vina dengan tatapan kosong.
"yah aku tau" leo pun melemparkan uang satu juta ke tubuh vina, lalu pergi meninggalkan vina.
**Flashback of
.
.
.
.
...****************...
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA YAH PEMBACA SETIA NOVEL YANG BERJYDUL
__ADS_1
"JANGAN TERUS PAKSA AKU"
JANGAN LUPA JUGA LIKE KOMEN VOTE DAN KASIH HADIYAH**!!!!!