JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
kejutan 1


__ADS_3

Sesampainya di rumah, abah sudah menunggu di depan teras bersama suaminya Santi.


"Assalamu'alaikum," Aisyah mengucapkan salam serentak dengan Tiara dan juga Devan.


"Wa'alaikumussalam, loh nak Devan."


Ucap abah kaget.


"Iya pak ustadz, akhirnya jumpa lagi kita." Kata Devan, sedangkan Aisyah sudah masuk ke dalam rumah."


"Om Devan," panggil Zila dari kejauhan.


"Hai Zila sayang, sini om ada belikan sesuatu buat Zila, coba dulu lihat," ucap Devan.


"Waah banyaknya, makasih banyak om." Ucap Zila berterimakasih.


Setelah menerima berbagai macam hadiah dari Devan, abah mempersilahkan Devan untuk masuk.


Sedangkan Tiara, dia telah duluan ikut masuk bersama Aisyah. Yang pasti di mana ada Aisyah, di situ pasti ada dia.


Aisyah sebenarnya sangatlah malu.


Sebelum sampai ke rumah tante Santi, Devan menyempatkan diri untuk singgah ke toko mainan anak kecil.


Setelah sekian menit akhirnya Devan membeli berbagai macam mainan buat Zila.


"Mas, apa itu tidak berlebihan?" Tanya Aisyah segan. Sebab mainan yang di belikan Devan bukan hanya 1 tapi 3 jenis.

__ADS_1


"Ya gak dong kan demi anak kita." Ujar Devan dengan jahilnya.


"Ish mas, kan aku belum kasih jawaban," sungut Aisyah kesal.


"Gak apa-apa, aku tidak menerima penolakan titik ga pakai koma." Ucap Devan tegas.


Lain halnya dengan Tiara, dia diam-diam sudah mengirim laporan kepada bundanya.


Dan dengan banyak pertimbangan akhirnya bunda Naila menelpon Santi untuk mengabarkan kalau besok mereka mau menjumpai keluarga dari Aisyah.


Keesokan harinya, keluarga Devan menelepon Santi lagi katanya akan datang pada siang hari.


Mereka sengaja tidak memberi tahu Devan atau Aisyah, karena mau memberi mereka kejutan.


Siang pun telah tiba,


"assalamu'alaikum." Ucap keluarga Devan.


Tak butuh waktu lama, pada akhirnya mereka berbincang tentang perjodohan anak-anak mereka, dan dengan senang hati abah menerima pinangan keluarganya Devan .


Mereka sepakat akan melangsungkan pernikahan setelah masa idah Aisyah telah usai.


Di sisi lain, Devan masih sibuk mengejar cintanya Aisyah. Walaupun Aisyah masih bimbang, namun akhirnya Aisyah menerimanya niat baik dari Devan. Aish pun berjanji setelah habis masa idahnya, Aish akan menerima pinangan Devan.


*************


Hari terus berlalu, Aisyah sudah terbiasa keberadaan Devan.

__ADS_1


Dan tepat 1 hari lagi Aisyah akan di pinang, namun Aisyah ataupun Devan sama-sama sama tidak tahu akan hal itu.


"Devan!" Panggil pak Bram dengan muka serius.


Devan heran melihat ayahnya sangat serius. Berarti ada hal penting yang ingin dibicarakan.


"Iya ayah, " sahut Devan.


"Kamu harus siap-siap besok, kita akan berangkat ke Bogor!" Perintah ayah Bram.


" Hah buat apa ayah?" Sahut devan sedikit takut.


"Kamu akan ayah nikahkan dengan anak kawan ayah." Beo ayah Bram tegas.


"Apa?!" Devan terkaget.


"Ayah Devan gak mau. Ayah tahu aku suka sama Aisyah dan Devan gak mau menikah sama yang lain ayah titik!" Devan berkata dengan berapi-api.


Mata Devan sudah memerah dan hampir menangis. Devan tak menghiraukan ayahnya dan langsung beranjak menuju kamarnya.


******************


Sesampainya di kamar.


"Loh bunda kenapa baju Devan semuanya di packing?" Tanya Devan pada ibunya yang sibuk menata pakaiannya.


"Oh ini, kata ayah kita mau ke Bogor. Dev, bunda mohon dengarkan ayah sekali ini. Demi bunda sayang, jika nanti tidak cocok dengan calon pilihan ayahmu biar bunda yang akan membelamu." Ucap bunda Naila meyakinkan Devan

__ADS_1


Dengan amat terpaksa, akhirnya Devan menuruti keinginan ayah dan bundanya.


Devan sangatlah frustasi. Dia sudah berjanji akan menikahi Aisyah. Ini malah menjadi kacau begini.


__ADS_2