JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
berkerja


__ADS_3

Sesampainya di Jakarta, ternyata bibik dan paman Aisyah sudah datang untuk menjemput.


"Assalamu'alaikum Ihsan." Ucap salam dari abahnya Aisyah.


"Wa'alaikumussalam abang." Jawab Ihsan suami dari bibinya Aisyah.


"Loh Santi mana Ihsan?" Tanya abah celingukan mencari keberadaan seseorang.


"Oh Santi ada di rumah bang, karena dia kami tugaskan untuk menyiapkan kamar buat Aisyah bang." Jawab Ihsan.


"Wah ini Aisyah kan? Putrimu kini sudah sebesar ini ya bang makin cantik."


"Iya paklik." Aisyah yang menjawab.


"Halo cucu kakek apa kabar ini?" Mata Ihsan tertuju pada gadis kecil disamping Aisyah.


"Baik kakek Zila baik sekali. Nanti Zila mau TK disini ya kakek," beo Zila kegirangan.


"Iya dong, kamu akan menjadi tuan putri di rumah kakek." Ucap Ihsan sambil tersenyum.


Sedangkan tiga orang dewasa yang ada disana hanya menyimak saja sambil tersenyum.


Kini mobil mereka sudah menuju rumah bibi Aisyah. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai juga.


"Assalamu'alaikum mama," ucap salam Ihsan pada istrinya.


"Wa'alaikumussalam salam papa," jawab salam dari istrinya Ihsan.

__ADS_1


"Ya Allah, Zila sudah besar. Kakak, Aisyah Santi kangen." Ucap santi sambil memeluk umi Hawa dan Aisyah secara bersamaan.


"Terus sama abang gak kangen kah?" Protes abahnya Aisyah.


"Hehehe ya kangen dong." Ucap Santi dengan manjanya.


Setelah drama kangen-kangenan, kini mereka tengah berbincang tentang Aisyah. Begitu mendengar kabar mengejutkan itu Santi sangatlah syok dan marah. Apa lagi Aisyah adalah keponakan kesayangannya.


"Aisyah disini mau kuliah atau gimana nak?" Tanya Ihsan.


"Mmm, aku mau kerja aja pakle. Lagian buat apa jika aku kuliah umur aku sudah tua." Ucap Aisyah cengengesan.


"Aah kamu ini masih 25 tahun sudah bilang tua. Lantas apa kabar dengan pak le yang sudah 46 tahun ini," gurau Ihsan.


Semua yang mendengar menjadi tertawa, sebab Ihsan memang laki-laki yang humoris dan sangat sopan, ramah kepada semua orang apalagi dengan keluarga istrinya.


"Ah iya, bagimana kalau kamu kerja di restoran buk le aja Aish, mau gak? Tanya Santi "


Tentu buk le kamu mengijinkannya, apa lagi masakan kamu enak Aisyah. Jika kamu mau bahkan kamu bisa membuka restaurant sendiri jika sudah berpengalaman." Terang Ihsan.


"InsyaAllah pak le, Aisyah harus belajar dulu sama seniornya," jawab Aisyah sambil melirik Santi.


Sedangkan Santi menjadi malu. Siapa sih yang tidak kenal sosok Santi. Wanita muslimah pemilik restaurant Bon Appetit, restaurant yang sangat terkenal dan juga sudah memiliki cabang dimana-mana. Bahkan restorannya banyak di kunjungi artis-artis ibu kota dan sangat laris manis.


Sedangkan Ihsan adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang textil. Siapa yang tak kenal sosok laki-laki berwibawa ini.


Namun sayang, sampei saat ini mereka belum di karuniai momongan. Itu di karenakan suaminya Santi yaitu Ihsan sendiri yang mandul.

__ADS_1


Setelah berbincang Aisyah masuk ke kamarnya. Namun sampai di kamar Aisyah kepikiran dengan apa yang di katakan oleh Santi,


"jika kamu mau sukses kamu harus tunjukan bahwa km bisa. Buktikan kepada laki-laki brengsek itu, bahwasanya kamu bisa tanpa dia."


Ucapan Santi terngiang-ngiang di terlinga Aisyah.


Keesokan harinya Aisyah langsung ke restoran di mana dia akan berkerja. Sedangkan abah dan umma Hawa membawa cucunya jalan-jalan ke mall. Karena lusa mereka akan kembali langsung ke Bogor.


"Kakek kita jadi kan ke mall?" Tanya Zila kepada abah.


"Jadi sayang, ayo sana panggil nenekmu ya!" Perintah abah.


"Asiiap kek." Zila segera memanggil neneknya.


"Nenek ayok Zila udah gak sabar ini." Teriak Zila dengan tingkah lucunya.


"Ayo kita berangkat!" Ajak umma Hawa pada suami dan cucunya.


"Kini mereka telah sampai di mall, Zila terus mengikuti langkah kakek neneknya sambil melihat kesana dan kesini, dan tiba-tiba Zila terjatuh tepat disamping seseorang.


"Dek kamu gak apa-apa?" Tanya orang itu.


"Iya saya tidak apa-apa om." Jawab Zila, namun seperkian detik Zila sangat kaget, ternyata orang tersebut adalah Devan.


"Om Devan," sapa Zila sambil tersenyum.


" Eh Zila, ini kamu kan?" Ucap Devan yang juga tersenyum.

__ADS_1


"Ziila kamu tidak apa-apa nak?" Tanya abah kepada cucunya.


"Tidak apa-apa kok kek." Jawab Zila.


__ADS_2