JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
Nasib Raditya


__ADS_3

"Tolong maafkan saya tuan." Raditya memohon pada orang suruhan Devan.


"Kau minta maafnya nanti saja saat ketemu dengan boss kami." ucap salah seorang bodyguard suruhan Devan.


Lalu Raditya di seret menuju sebuah ruangan kedap suara. Hatinya berdetak tak karuan. Sial menimpa dirinya hanya karena ingin membantu wanita yang di cintainya.


Sesampainya di ruangan itu sudah ada seseorang yang menunggu kedatangan Raditya.


"Buugh," salah satu bodyguard menendang bokongnya Raditya hingga ia tersungkur.


"Ini bos orangnya yang kami lihat membuntuti nona muda." ucap bodyguard yang satunya.


"Heeh, kau siapa?" tanya Raditya kepada orang tersebut.


Orang yang dimaksud Raditya lantas berdiri dari tempat duduk yang ia duduki. Dan mulai maju perlahan hingga berhenti tepat di hadapan Raditya.


Raditya terkejut, seketika tubuhnya kaku dan tak bisa di gerakan. Bibirnya dengan gemetaran menyebutkan nama orang itu.


"Tuuu uu tuan Albram."

__ADS_1


Albram menampilkan senyum smirk ala-ala Pshycopat.


"Kau Raditya Wicaksana?" ucap Bram mengintimidasi.


"Iiiyaaa tuan." jawab Raditya tergagap.


"Aku telah mengawasi Vera dan Zakir karena aku masih mencurigai mereka berdua. Dan boom, ternyata Vera wanita ja*lang itu memiliki rencana licik dan busuk untuk menantu kesayangan keluarga Kusuma. Dia rupanya mencari mati ya!" beo Bram dan memang ucapan yang keluar dari mulutnya membuat Raditya ketakutan.


"Dan lebih gilanya lagi, kau mau ikut dalam permainan licik wanita sia*lan itu Radit."


"Oh ya, aku telah menyelidiki siapa kau dan ternyata cinta kau tak berbalas Radit. Kau hanya di manfaatkan olehnya. Kau jangan bodoh!"


Raditya hanya menundukkan kepalanya. Entah kenapa kata-kata Bram sedikit mempengaruhi hatinya. Selama ini dia telah berkorban banyak untuk Vera namun kalau di ingat-ingat ternyata benar selama ini Vera hanya datang padanya kalau Vera sedang ada perlunya saja.


"Aku harap kau mau bekerja sama denganku Radit. Mari kita sama-sama hancurkan wanita tak tahu diri itu."


"Dan kau hanya dua pilihan, pertama kau ikut membantuku untuk menjebak perempuan laknat itu, atau yang kedua kau mati demi wanita ******* itu!"


Kembali Bram mengintimidasi Radit sedemikian rupa.

__ADS_1


"Ku beri kau satu hari untuk berfikir!" setelah mengatakan itu, Bram segera pergi dari ruangan tersebut. Meninggalkan Radit yang terpaku masih dalam keadaan tersungkur.


Hatinya tiba-tiba menjadi bimbang, dan bingung. Pilihannya bagaikan makan buah simalakama. Radit perlahan bangun, dan duduk di kursi yang tadi Bram duduki. Matanya terpejam bingung memikirkan apa yang harus di lakukannya.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Semetara itu, Bram yang sudah berada di luar ruangan menginstruksikan pada bawahannya.


"Kau, kau dan kau jaga tempat ini dengan baik. Aku tidak suka kegagalan. Apa kalian paham?"


"Baik boss!" jawab para bodyguard itu.


"Jangan lupa kasih dia makan nanti malam, tapi jangan sampai kecolongan!" perintah Bram lagi pada bawahannya.


Setelah mendapatkan anggukan dari anak buahnya Bram berlalu meninggalkan tempat itu.


Oh ya, Jumlah bodyguard milik Bram ada 7, 3 orang di tugaskan menjaga Radit dan sisanya lagi di perintahkan untuk mengawasi Vera dan Zakir.


Bram meninggalkan tempat itu dengan senyum penuh kemenangan. Dia akan mengabarkan situasinya kepada Devan. Mereka tidak tahu kalau berurusan dengan keluarga Kusuma endingnya akan seperti apa. Apalagi adiknya Ridwan yang terkenal dingin dengan musuh-musuhnya akan datang ke Indonesia.

__ADS_1


"Let's start the game!"


__ADS_2