
Setelah selesai memasak Ridwan memanggil Aisyah dan Devan.
"Devsyah!" panggil Ridwan asal.
Sedangkan yang di panggil malah kebingungan.
"Itu siapa yang di panggil sayang?" tanya Devan bingung kepada Aisyah.
"Gak tahu mas sayang." ucap Aisyah sambil mengangkat kedua bahunya.
"Aahais kalian di panggil bukan datang malah diam." ucap Ridwan kesal karena menunggu mereka berdua datang.
"Ooh om manggil kita toh." ucap Aisyah.
"Aisyah bisa gak jangan panggil aku om?! Rid kek atau Ridwan aja Aisyah." tawar Ridwan.
"Lah kan om adeknya ayah gimana sih" ucap Aisyah sewot.
Ridwan yang mendengar itu langsung kesal. Ada aja si Aisyah ini.
Mereka bertiga akhirnya menuju meja makan dan mulai menyantap nasi goreng buatan Ridwan.
Saat sedang asik makan datang lah Tiara.
"Assalamu'alaikum." salam Tiara.
"Wa'alaikumussalam." ucap 3 orang itu bersamaan.
"Wah kakak lagi makan apa?" tanya Tiara kepo.
"Ini lagi makan nasi goreng buatan om Ridwan." ucap Aisyah sambil mengunyah nasi gorengnya.
Devan dan Ridwan sibuk mengunyah, cuek dengan keberadaan Tiara. Dan Ridwan tidak melihat ke arah Tiara.
"Wah sejak kapan om Ridwan berubah profesi menjadi PRT rumah kakak." ucap Tiara asal.
__ADS_1
Ridwan dan Devan yang sedang makan langsung terbatuk-batuk. Karena kesal Ridwan langsung menatap ke arah Tiara.
Bukan batuknya berhenti malah bertambah karena Ridwan melihat penampilan Tiara yang sangat hot.
Tiara Hot kan 🔥
"Eh kamu mau kemana Tia?" tanya Devan cuek.
"Ooh aku mau ke mall sama Chiki kak." jawab Tiara.
"Kamu mau ke mall?" kini Ridwan yang bertanya.
"Iya om." jawab Tiara cuek.
"Dengan penampilan begitu?" tanya Ridwan lagi.
"Iya, emangnya kenapa sih?!" jawab Tiara.
Ridwan tidak mau tubuh mulus Tiara di pandang orang. Entah kenapa dia merasa tidak ikhlas.
"Ish apa sih om. Ini model terbaru tahu." ucap Tiara dengan kesal.
"Gak gak pokoknya gak Tiara. Ganti kalau tidak jangan harap bisa pergi!" ucap Ridwan tegas.
Sedangkan Devan dan Aisyah hanya bisa tersenyum. Karena tahu kalau Ridwan tidak mau dan tidak rela Tiara di lirik orang lain.
"Iya ya Tia ganti." ucap Tiara malas.
"Dan satu lagi om yang akan ngantar." kata Ridwan lagi.
Tiara tak percaya dengan kelakuan om nya itu, dan langsung pergi meninggalkan tempat itu untuk berganti pakaian.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
__ADS_1
Setelah berganti baju Tiara langsung turun menemui Ridwan yang telah menunggunya. Dan Ridwan menatap Tiara dan bergumam.
"DAMMM kenapa masih tetap cantik sih." gumam Ridwan.
"Kenapa lagi? Apa masih gak cocok juga?" ucap Tiara dengan sewotnya.
"Hhmm pas sih, kan kamu jadi jelek." ucap Ridwan cuek.
Namun itu sebenarnya tak sebanding dengan hati dan pikirannya, lain di hati lain di mulut.
"Aau ah, buruan om berangkatnya. Chiki dah nunggu tahu." ucap Tiara.
"Iya ya ya sabar napa." ucap Ridwan yang mengikuti langkah Tiara dari belakang.
Selama perjalanan, Tiara diam seribu bahasa. Dia kesal karena pakaiannya di protes melulu oleh Ridwan.
"Dasar om duda gaje!" kesal Tia dalam hati.
"Kamu jangan mengumpat om Tia, om tahu isi hatimu." kata Ridwan asal, karena sejatinya dia sendiri tak tahu apa yang ada di dalam hatinya Tia.
"Sial, apakah Om duda punya indra ke tujuh?!" Heran Tia dalam hati.
"Hm gak kok om." ujar Tia tergagap.
"Nanti om tungguin kamu di parkiran, kamu jangan lama-lama. Kalau lama om sendiri yang seret kamu untuk pulang!" ultimatum Ridwan pada Tia.
Yang di beri perintah bukannya happy malah makin melongo.
"Wah benar-benar kurang kerjaan om duda ini, sial*an!" umpat Tia dalam hatinya.
Babang Ridwan yang lagi antar dedek Tiara
__ADS_1