JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
Hancur sebuah hubungan


__ADS_3

"Hah apa? Rumahnya Zakir? Hahahaha, sekarang kamu tanya sama suamimu itu rumah siapa ini. Jika sudah tahu kamu segera angkat kaki dari sini!" Perintah bapaknya Zakir.


"Papa, Aisyah sudah sampai di RS dan sedang mendapatkan perawatan dan dia banyak kehilangan darah." Ucap ibu Siti sambil menangis.


"Baguslah jika perlu Aisyah mati saja." Celetuk Vera dengan sengaja.


Mendengar hal itu, ibunya Zakir dengan keras menampar wajahnya si Vera dengan amat sangat keras.


"Dasar wanita iblis, terkutuk kau! Aku harap kau tak akan pernah bahagia selamanya." Ujar ibu Siti dengan nafas yang memburu.


"Dan kamu Zakir, mulai hari ini jangan kau anggap aku ibumu lagi. Aku tak sudi punya anak macam kau." Murka bu Siti.


"Mama maafin Zakir ma, maafin Zakir." Mohon Zakir kepada seseorang yang telah melahirkan dia di dunia ini.


"Apa-apaan sih mas, gak usah lebay deh. Kamu jadi anak harus tegas, masa sama ibu saja takut dan tunduk?!" Beo Vera memprovokasi.


"Ayo ma kita ke RS saja. Dan kamu Zakir siap-siap saja kamu akan merasakan apa yang Aisyah rasakan saat ini."


Setelahnya kedua orang tua Zakir pergi meninggalkan dua manusia tak tahu diri itu.


Sebelum benar-benar pergi ayahnya Zakir berbalik dan berkata, "kalian harus segera angkat kaki dari sini saat saya kembali dari rumah sakit!"


"Mas masak kita yang harus pindah sih?" Tanya Vera kebingungan.


" Sebenarnya ini rumahnya abahnya Aisyah. Kita tak mungkin bisa di sini lagi." Ujar Zakir menjelaskan sambil membereskan baju mereka.


"Tapi mas, kita kan bisa minta sama mbak Aisyah." Kata Vera yang masih tak terima dengan kenyataan ini.


"Tidak mungkin sayang, karena surat-surat rumah ini ada pada abahnya Aisyah." Terang Zakir lagi.

__ADS_1


Dengan berat hati Vera ikut membereskan pakaiannya, dan bersiap angkat kaki dari rumah tersebut. Saat hendak keluar dari rumahnya Aisyah, tiba-tiba Vera meminta izin pada Zakir untuk ke toilet barang sebentar. Namun hal tak terduga justru yang di lakukannya, yaitu masuk ke kamar Aisyah dan berniat mau mengambil perhiasan yang ada di kamarnya Aisyah. Untungnya Vera hanya menemukan sebuah kalung, yang padahal kalung itu adalah kalung mainan alias palsu.


Waktu terus berlalu,


Setelah beberapa waktu di rumah sakit, kondisi Aisyah sudah mulai membaik walaupun masih ada beberapa bekas luka yang berangsur membaik juga. Kedua orang tua Zakir juga sudah meminta maaf atas sikap anaknya yang kelewatan itu.


Orang tua Aisyah meminta Zakir menceraikan Aisyah. Sebab mereka tidak sanggup melihat anaknya jika terus menjadi babu dari istri keduanya Zakir. Sementara adik Aisyah yang bernama Fahmi sangat emosi melihat keadaan kakaknya saat itu, untung emosinya dapat di redam oleh kedua orang tuanya.


Dengan penuh pertimbangan, akhirnya kedua orang tua Zakir pun menyetujuinya.


********""""********


Jangan pernah menyia-nyiakan


dia yang berjuang,


demi yang beruang.


Jangan menyia-nyiakan


yang menarik


Jangan menyia-nyiakan


yang tulus demi,


yang mulus.


Ingatlah,

__ADS_1


fisik bisa di ubah


materi bisa di cari


tapi orang yang tulus.


tidak akan pernah datang dua kali.


🙏🙏🙏🙏


Terjebak hujan sore hari


Seakan memaksa ku mengingatmu


Iya,


Aromanya.. menyesakkan


Dinginnya.. menyelimuti kesendirian


Terjebak dalam hujan


Terjatuh dalam kenangan


Iya,


Kala ini..ada kau dan kenangan


Ada aku dalam keheningan

__ADS_1


Sendirian..


__ADS_2