
Kebahagiaan meliputi rumah tangga Ridwan dan Tia.
Tepat kini sudah 2 bulan Tia dan Ridwan berumah tangga. Harmonis, sweet dan penuh dengan cinta. Mereka sengaja menunda punya momongan sekitar 6 bulan saja karena ingin menikmati masa-masa berpacaran yang tidak mereka rasakan sebelumnya.
Saat ini Tia dan Ridwan tengah berbulan madu ke Bali. Ridwan mengajak Tia untuk menginap di hotel termegah di Bali dengan harga fantastis per malamnya. Mereka hanya pergi berdua, sedangkan keluarga Kusuma yang lain tetap berada di Jakarta. Mereka sengaja membiarkan dua sejoli yang tengah di mabuk asmara itu untuk bersenang-senang.
"Wow babang, ini pemandangannya indah sekali." ucap Tia antusias melihat hamparan lautan luas dari dalam kamar hotelnya.
"Kamu suka baby?" tanya Ridwan yang mendekat ke arah Tia dan langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Sukaaaa bangeett babang." pekik Tia gembira.
"Oh ya habis ini kita makan siang bentar ya di restaurant di hotel ini. Katanya makanannya best of the best!" ajak Ridwan pada Tia.
Tia yang mendengar kata makanan jadi sumringah. Dia berbalik ke arah Ridwan dan menganggukkan kepala tanda setuju.
__ADS_1
"Oke kita ke bawah!" ucap Ridwan sambil menggandeng tangan istrinya.
Mereka turun ke lantai dasar hotel ini dan menuju restaurant yang di maksud Ridwan tadi.
Waiter attendance yang melihat mereka lantas menghampiri dan mempersilahkan mereka masuk. Ridwan memilih tempat duduk di pojokan dekat dengan pemandangan lautnya.
Waiter datang dan memberikan menu serta menjelaskan apa saja course atau hidangan-hidangan yang tersaji di restaurant mereka.
Tia sangat senang, dia memesan appetizer, main course, serta lengkap dengan dessertnya. Ridwan membebaskan Tia untuk memesan apapun yang jadi keinginannya. Tak lupa juga Ridwan memesan milkshake untuk Tia dan secangkir coffee untuk dirinya. Di temani dengan views yang begitu menakjubkan, rasanya makan siang kali ini akan menjadi makan siang terfavorit bagi mereka berdua.
Saat tengah menanti pesanan, mereka dikejutkan dengan sapaan seseorang.
Keduanya reflek menoleh, dan Ridwan terkejut dengan kehadiran orang tersebut.
"What the f*uck!" umpat Ridwan tiba-tiba.
__ADS_1
Tia yang bingung hanya menelan rasa penasarannya. Apa yang sebenarnya terjadi dan siapa orang ini?!
"Kenapa Ridson?" tanya wanita itu keheranan.
"Natty, aku bilang cukup! Silahkan pergi sebelum aku berbuat yang tidak baik padamu! I am so sick of you!" Ridwan kelihatan sangat tidak senang dengan kehadiran wanita itu.
Di tengah perdebatan itu, Tia memberanikan diri untuk bertanya.
"Babang, siapa dia?!" tanya Tia penasaran.
"Wow so beautifull, kamu pacarnya Ridson?" wanita yang bernama Natty itu bertanya pada Tia.
Belum Tia menjawab tangannya sudah di tarik oleh Ridwan dan berlalu dari hadapan wanita itu. Tak lupa ia ke kasir untuk membayar makanan yang di pesannya tadi dan memberikan makanan itu pada para staff yang ada disana. Bahkan dia membayar lebih dari yang seharusnya.
"Sayang, aku akan jelaskan semuanya nanti. Sekarang mari kita pergi dari tempat ini dan kita cari tempat makan yang lain!" ucap Ridwan cepat supaya Tia tidak berfikir yang aneh-aneh.
__ADS_1
"Dan please jangan berburuk sangka padaku baby, wanita itu bukan hal yang bisa membuatmu bergeser dari hatiku!"
Tia menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Ridwan untuk keluar dari restauran tersebut.