JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
malam indah


__ADS_3

"Ayah, abah ayo kita mulai!" Devan sudah tak sabar.


"Sudah siap pak? Sudah siap bang?" Tanya penghulunya.


"Sudah siap pak!" Sahut Devan dengan semangat 45.


Acara di mulai, abah menggenggam tangan Devan.


"Ananda Devan Arka Kusuma bin Albram Kusuma, saya nikah dan kawinkan engkau dengan Aisyah Azurah binti Hassannudin dengan mas kawin berupa 1 unit rumah, perhiasan emas seberat 20gr, dan seperangkat alat sholat di bayar tunai." Ucap abahnya Aisyah lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Azurah binti Hassannudin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Ujar Devan dengan lancar.


"Bagaimana para saksi?"


"Sahhhhhhh." Jawab para saksi dan hadirin serta kedua keluarga yang ada disana.


"Alhamdulillah," jawab semuanya.


Di kamarnya Aisyah malah sedang menangis, sekarang dia sudah menikah dengan laki-laki yang belum di lihatnya.


"Selamat ya sayang kamu sudah menjadi seorang istri semoga bahagia selalu ya nak."


Setelah mengucap itu, Aisyah dibawa ke ruangan ijab qobul tadi.


Sesampainya di sana Aisyah enggan untuk menatap wajah suaminya. Dia merasa kecewa dan takut menjadi satu.


Hingga pada akhirnya Devan yang memulai untuk berbicara.


"Aish apa kamu tidak mau salim dengan suamimu ini?"


Aisyah yang mendengar suara itu langsung mengangkat kepalanya dan betapa syoknya dia, bahkan tak bisa berkata lagi. Saking syoknya Aisyah akhirnya pingsan.


Semua orang terkejut karena tadinya berniat memberikan Aisyah kejutan, eh malah Aisyah pingsan.


Devan dengan sigap menggendong Aisyah ke kamar pengantin.


"Bagaimana ini abah?" Tanya umma.

__ADS_1


"Tidak tahu uma, abah juga kaget."


karna acaranya tak sesuai harapan, akhirnya acaranya di percepat.


Sedangkan di kamar Devan membantu menyadarkan Aisyah.


"Sayang bangun, tolong sayang ini malam pertama bagiku, masak udah mau jadi duda." Ucap devan dengan konyolnya.


Selesai berkata demikian, tanpa Devan sadari satu pukulan mendarat di kepalanya.


"Dasar kamu ini, istrimu itu pingsan bukan mati." Ucap bunda Naila.


"Iya maaf bunda aku kan panik." Ucap Devan lagi.


" Alah alesan mu doang itu." Kata bunda kesal.


sedangkan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


Setelah 15 menit akhirnya Aisyah terbangun. Begitu membuka mata yang pertama dia lihat adalah Zila yang sedang tertidur di sampingnya, namun dia terkejut di sebelah Zila ada Devan yang sambil tiduran juga.


Devan yang mendengar suara Aisyah jadi terbangun, "sayangku kamu sudah bangun?" Tanya Devan sigap.


Aisyah yang di panggil sayang oleh Devan seketika bersemu mukanya menjadi merah.


"Sayang kenapa pipimu jadi merah?Apa kamu demam sayang?" Tanya Devan pada Aisyah.


"Ah gak kok mas. Oh ya mas apa ini semua rencanamu?" Kini Aisyah yang balik bertanya sebab dia penasaran.


"Bukan sayang, aku bahkan juga kaget sama seperti kamu. Tapu mas tak sempat pingsan kaya kamu yank." Ucap Devan sambil tersenyum.


Aisyah yang di goda seperti itu, menundukkan wajah cantik nya. Terang saja Aisyah malu karena sempat-sempatnya pingsan.


Tiba-tiba Devan mendekat ke arah Aisyah. Aisyah yang melihat Devan mendekat menjadi salah tingkah. Niat hati mau menghindari malah badan Aisyah kaku, jangankan gerak geser saja tidak bisa.


"Sayang," panggil Devan lembut.


"Ii..iya mas," sahut Aisyah gugup.

__ADS_1


"Kita sholat dulu yok, kita kan belum sholat isya!" Ajak Devan yang langsung di angguki oleh Aisyah.


Dalam hati Aisyah merutuki dirinya yang sempat berfikir yang macam-macam.


"Ya Allah, maafkanlah pikiranku!" Gumam Aisyah dalam hati.


"Ayo mas mari kita wudhu dulu!"


Devan dan Aisyah bersama-sama beranjak.


Setelah melaksanakan sholat isya, Devan langsung menghadap ke arah Aisyah dan mengulurkan tangan. Aisyah pun langsung menyambut tangan Devan dan menciumnya. Devan juga tak kalah diapun juga langsung mencium kening Aisyah.


Aisyah sangat malu, Aisyah tidak berani menatap Devan. Rasanya masih mimpi karena dia seakan tak percaya semuanya.


Devan memandangi wajah Aisyah.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Devan.


"Maaf mas, Aisyah hanya malu. Aisyah belum terbiasa." Jawab Aisyah dengan tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, ayo kita tidur kan udah malam besok kita langsung akan ke Jakarta." Kata Devan.


"Iya mas." Ujar Aisyah nurut.


"Mmas.." Panggil Aisyah.


Aisyah tahu mungkin suaminya mengingatkannya. Dia paham apa yang namanya malam pertama bagi pasangan yang baru menikah.


"Tidak malam ini sayang, malam ini kamu aman. Tapi gakk tahu besok di Jakarta. Karena mas tidak akan melepaskan kamu walaupun kamu bilang sudah mas." Ucap Devan yang paham kemana arah pembicaraan Aisyah. Devan juga tahu ada anaknya Aisyah di sini. Lagipula dia juga tahu Aisyah masih belum sehat.


Aisyah merasakan lega.


Namun tiba-tiba Devan meraih dagu Aisyah dan mendaratkan satu kecupan di bibir Aisyah hingga Aisyah kaget dibuatnya.


"Selamat malam sayang, semoga mimpi indah." Setelah melakukan itu


akhirnya Devan tidur sambil memeluk Aisyah. Yang di rasa Aisyah adalah tubuhnya sangatlah kaku.

__ADS_1


__ADS_2