
Ridwan yang panik tanpa pikir panjang malah membawa Natty ke kamar hotelnya. Di seberang jalan ada dua orang pria yang asik memotret kegiatan mereka. Dan tentu saja mereka salah satu bagian dari rencana Natty. Mereka di bayar untuk mengambil gambar dari angel yang baik dan terlihat natural kalau seolah-olah Ridwan menggendong Natty dengan penuh cinta.
Sesampainya di lobby hotel, dengan bantuan petugas hotel itu juga akhirnya Ridwan berhasil membawa Natty ke kamarnya. Di turunkan nya Natty ke tempat tidurnya. Namun saat Ridwan hendak menjauh tiba-tiba tangan Natty memegang baju Ridwan kencang dan berpura-pura mengigau tak jelas. Dengan saran petugas yang tadi ikut dengan mereka akhirnya Ridwan bersedia untuk menemani Natty untuk sementara. Tentu saja Ridwan tak tahu, petugas tersebut juga bagian dari rencana jahat Natty.
Tak terasa sudah 25 menit Ridwan menunggu Natty sadar. Dan sialnya ponselnya telah kehabisan daya dari sejak di mobil tadi. Ingin mengabari istrinya pun dia tak bisa. Sungguh Ridwan sangat gelisah. Hingga akhirnya Natty tersadar hal itu membuat Ridwan berbahagia akhirnya dia bisa pergi pikirnya.
"Okay Natty, kau sudah bangun jadi aku bisa pergi bukan?" tanya Ridwan cepat dan ingin segera pergi dari sana.
"Tolong Rid ambilkan aku minum, aku haus tapi kepalaku pusing dan tak bisa bangun." pinta Natty dengan berpura-pura pusing.
Karena dasarnya Ridwan memiliki hati yang lembut terhadap wanita, justru inilah kelemahan nya yang sangat di ketahui oleh Natty dan akan menjadi senjata nya untuk bisa memiliki Ridwan kembali.
__ADS_1
Terpaksa Ridwan memgambilkan segelas air minum yang memang tersedia di dalam kamar hotel itu.
Buru-buru iya memberikan minum kepada Natty dan ingin segera berlalu pergi.
Dan lagi-lagi Natty menghalangi. Kali ini alasannya dia harus meminum obat dan obatnya ada di dalam nakas. Ridwan sudah kesal setengah mati.
"Okay this is the last one!" ucap Ridwan kesal namun tetap mengambilkan obatnya.
Sesampainya di basement tempat parkir mobil Ridwan tak menyadari dari arah belakang ada dua orang laki-laki yang telah siap untuk menyergapnya. Tiba-tiba dua orang laki-laki tersebut menyergap Ridwan dan menempelkan sapu tangan yang telah di isi oleh obat bius sehingga Ridwan tak sadarkan diri.
Dua orang itu tentu saja orang suruhan Natty. Bergegas dua orang itu memapah Ridwan kembali ke dalam kamar hotel milik Natty. Tak sia-sia usahanya untuk menyogok beberapa staff hotel demi melancarkan aksinya.
__ADS_1
Natty tertawa puas mendapati Ridwan terkapar tak berdaya di atas ranjangnya. Bahagia bukan? Tentu saja bahagia. Dia merasa usahanya sedikit lagi menemui keberhasilan. Demi menyingkirkan perempuan yang saat ini di sisi Ridwan, Natty melakukan berbagai cara walaupun dengan cara kotor.
Namun ia lupa, berurusan dengan Ridwan sama dengan halnya dengan mencari mati.
Natty melucuti pakaian Ridwan, seperkian detik Natty terpana melihat bentuk tubuh Ridwan. Dia sungguh sangat merindukan tubuh itu, tubuh yang pernah menjamahnya dulu.
Natty pun mulai melucuti pakaian yang ia kenakan. Namun sebelum itu Natty telah mempersiapkan tripod san ponselnya untuk memotret dirinya dan Ridwan di atas ranjang.
Natty memposisikan diri seperti sepasang kekasih yang habis melakukan aktivitas ranjang. Sungguh natural, sehingga yang melihat secara sepintas pun mengerti apa yang mereka telah lakukan. Setelah di rasa cukup, Natty bangun dan menutupi tubuh polos Ridwan. Sedangkan dirinya mematikan kamera dan mengenakan pakaiannya kembali.
Dia melihat hasil jepretan Handphone miliknya. Senyum puas terpancar dari bibirnya.
__ADS_1
"Well, sekarang tinggal mengeksekusi buruan and BOM semuanya akan pecahhhh hahahaha!" ujar Natty dengan penuh percaya diri dan merasa memenangkan permainan ini.