JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
AMUKAN DEVAN 1


__ADS_3

"Heleh kamu tahu diri ya kamu pelakor dalam rumah tanggaku." Ucap Vera lagi.


"Satpam seret wanita ****** ini keluar!" Perintah resepsionis itu dengan berteriak.


Aisyah yang di seret hanya bisa menangis. Dia lemah, dia tidak bisa berkata. Aisyah hanya mampu pasrah.


Dengan kejamnya Vera mengambil rantang makanan yang di bawa Aisyah lalu di lemparkannya ke Aisyah hingga baju yg di kenakan Aisyah tersiram semua masakan yang ia buat untuk Devan.


Banyak pasang mata hanya melihat tanpa membantu.


hanya 2 orang OG yang membantu Aisya membersihkan dirinya.


"Astaghfirullah, nona tidak apa-apa kan?" Tanya 2 orang office girl yang bernama Murni dan Syitah secara bersamaan.


"Saya tidak apa-apa mbak." Ucap Aisyah sambil menangis.


Dan ternyata Vera belum puas sehingga gelang yang di pakai Aisyah di tarik paksa oleh Vera.


Aisyah hanya mampu menangis tersedu di permalukan seperti itu.


>>>>>>>>>>>>>>>>


Sedangkan di sisi lain Devan yang sedang meeting dengan kliennya, tiba-tiba menerima panggilan dari handphone nya, saat di lirik yang menelpon adalah bundanya. Secepat kilat Devan mengangkatnya namun terlebih dahulu ia menginterupsi meeting itu barang sebentar.


"Assalamu'alaikum bunda." Salam Devan.


"Wa'alaikumussalam nak, bagaimana nak kejutannya? Senangkan Aisyah datang ke kantormu?! Ucap bunda. yang nampak bahagia.


" Hah apa bunda? Loh Aisyah ke sini ya? Tapi kok Devan belum lihat Aisyah bun?" Heran Devan dengan ucapan bundanya yang mengatakan kalau Aisyah datang menemuinya.


"Walah Aisyah belum sampai sana ya? Bentar bunda telpon Ema dulu." Kata bunda yang langsung mematikan HPnya.


Devan yang mendengar itu langsung turun untuk mengecek ke lantai bawah.


Tiba-tiba handphone Devan berbunyi.


"Iya bunda." Ucap Devan.


"Dev, kata Ema Aisyah sudah di sana," kata bunda.


"Apa bunda? Sudah disini? Lalu di mana dia?"


Dengan terburu-buru Devan menuju meja resepsionis,


dan Devan tidak melihat siapa-siapa. Dia hanya melihat ada 2 Office girl yang sedang membersihkan sisa makanan yang berserakan di lantai.

__ADS_1


"Hai apa ada datang seorang wanita tadi ke sini?" Tanya Devan pada resepsionis.


"Tidak ada tuan, kalau ada pasti kami sudah konfirmasi kepada tuan." Ucap resepsionis tadi dengan dustanya


Devan yang mendengar itu jadi bimbang.


Akhirnya Devan menuju ke depan, namun sekian lama menunggu Aisyahnya tak kunjung juga muncul.


Tiba-tiba seorang office girl mendatangi Devan.


"Maaf tuan apa anda mencari seseorang?" Ucap OG tadi yang bingung melihat Devan celingukan mencari seseorang.


"Ah iya saya lagi menunggu istri saya." Jawab Devan sekenanya.


"Apa wanita itu pakai hijab yang besar tuan?"


"Nah iya, apa kamu melihatnya?" Tanya Devan antusias. Lantas ia mengeluarkan handphone nya.


"Apakah wanita ini yang kamu lihat?" Ucap Devan sambil menunjukkan HPnya yang ada wallpapernya Aisyah di sana.


"Iya tuan betul wanita itu, jadi dia nyonya muda ya tuan? Tapi tadi kenapa nyonya di usir sama resepsionisnya dan sekarang nyonya sedang di seret ke sana tuan sama satpam. Itu bahkan nona Vera ikut membully nyonya tuan."


Mendengar hal itu api marah memuncah di hati Devan. Dengan cepat Devan menuju resepsionis di mana OG tadi melihat istrinya di perlakukan buruk.


Betapa hancur hatinya Devan mendengar istri tercintanya tadi di perlakukan buruk oleh resepsionisnya dan satu lagi oleh Vera.


"KURANG AJAAAAAR!!!" Teriak Devan dengan penuh amarah.


"Jauhkan tangan kotormu dari tubuh istriku!"


"Bajingan, yang kau seret itu adalah istriku, istri dari pimpinan perusahaan tempat dimana kau bekerja!"


Mendengar hal itu satpam yang tadi menyeret Aisyah tiba-tiba gemetaran.


Mendengar hal itu satpam yang tadi menyeret Aisyah tiba-tiba gemetaran.


"Maa aaf pak, saya benar-benar tidak tahu." Ucap satpam yang bernama Ardian dengan takut.


"Maaf? Maaf katamu?"


"Cuiihh, tak sudi aku!" Ucap Devan.


Devan dengan segera menghampiri Aisyah yang sesegukan.


"Maafkan aku sayang, maafkan suamimu inu yang tak bisa menjaga mu dengan baik." Devan begitu sedih melihat kondisi Aisyah yang telah kotor dan bau yang bercampur dengan sisa-sisa masakannya.

__ADS_1


Aisyah hanya diam, harga dirinya telah terluka.


"Katakan, siapa yang membuatmu seperti ini sayang?" Tanya Devan penuh marah.


"Dan kau, katakan siapa yang dengan beraninya memerintahkan kau untuk menyeret istriku?"


"Itu pak, saya hanya menjalankan perintah. Saya di suruh menyeret nyonya muda dan menjauhkannya dari lobby tuan." Kata Ardian.


"Siapa yang meyuruh kau?" Tanya Devan lagi kali ini tak sabaran.


"Wendy tuan resepsionis tuan, dan ibuk Vera tuan."


"Sialan, aku akan berikan mereka pelajaran karena berani melukai istriku."


Devan memapah Aisyah dan membawanya kembali ke lobby. Satpam yang bernama Ardian pun mengikuti langkah bossnya tersebut.


Sesampainya di lobby,


"Braakk." Devan memukul meja resepsionis yang keras itu.


"Apa kau yang bernama Wendy?!" Tanya Devan dengan mata yang memerah menahan amarah.


"Iiiiyaaa pak saya Wendy"


Mulai hari ini kau ku pecat, dan akan ku pastikan kau tak akan mendapatkan pekerjaan dimanapun!


"Ah, kenapa pak? Kenapa bapak memecat saya? Apa karena wanita ****** itu?!" Tunjuk Wendy sesuka hati tanpa tahu siapa yang di tunjuknya.


"Apa kau bilang? Wanita ******? Hei wanita sialan, yang kau sebut ****** ini adalah istri ku, istriku secara sah di mata agama dan di mata hukum. Istriku satu-satunya yang artinya adalah dia adalah istri dari pimpinan kau dimana kau bekerja!"


Kaki Wendy tiba-tiba lemas, dan ambruk seketika. Nasib sial dialami Wendy. Sudah pasti dia akan kehilangan pekerjaannya. Mau memohon ampun pun percuma, karena Devan terkenal dengan ketegasannya. Dan yang berbuat salah tak akan mendapatkan maaf.


"Satpam, seret wanita tak tahu diri ini dan singkirakan dia dari perusahaanku ini." Kata Devan.


"Dan kalian dengar ya baik-baik, sekali lagi ada kejadian seperti ini kalian semua aku pecat. Mau siapapun yang datang ke perusahaan saya, kalian harusnya menghormatinya bukan malah membully nya. Kalian mengerti!"


"Dan kau," tunjuk Devan pada OG yang tadi membantu Aisyah.


"Iya pak."


"Siapa lagi tadi yang membully istriku?"


"Itu, buk Vera pak." Jawab OG itu.


"Siapapun yang kenal sama wanita laknat itu, seret dia ke hadapanku sekarang juga!!!"

__ADS_1


Devan segera berlalu dan pergi dari lobby menuju ke ruangannya. Dia membawa serta Aisyah yang masih menangis pilu.


__ADS_2