JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
POV ZAKIR 2


__ADS_3

Setelah bertukar nomer, kami keluar dari kamar mandi dengan berpencar. Vera keluar duluan, dan aku pun menyusul setelahnya. Aku keluar kamar mandi dengan segar. Ternyata Aisyah ingin pulang karena putriku sangat rewel tak tahu entah kenapa aku menjadi kesel sendiri.


Akhirnya dengan berat hati aku pamit dan membawa Aisyah pulang. Dalam perjalanan menuju pulang, aku sama sekali tidak berbicara dengan Aisyah, itu di karenakan pikiranku melayang kepada Vera dan selintas kejadian yang terjadi di toilet tadi membuat aku semakin ingin mencumbu Vera.


Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamar mandi, hanya itu bisa ku lakukan demi menuntaskan hasratku. Saat ini Aisyah sedang datang bulan.


Aisyah sama sekali tidak menaruh curiga padaku. Mana tahu dia, dia saja sibuk mengurus putriku saat itu. Bahkan penampilan Aisyah membuatku merasa aneh, aku lihat seakan penampilan Aisyah tak semolek seperti Vera.


Tepat pukul 11.00 malam, handphoneku berbunyi dan ternyata itu dari Vera yang mengirim pesan singkat.


"Mas bisa jemput aku tidak di restoran yang tadi?" Isi chat Vera.


Dengan semangat 45 aku pun tanpa pikir panjang mengiyakan.

__ADS_1


Aku masuk kamar untuk mengecek, ternyata Aisyah belum tidur. Ah namun aku tak peduli, tetap aku akan pergi. Segera ku ambil jaket dan memakainya.


"Loh mas mau kemana malam-malam begini?" Tanya Aisyah yang bingung melihatku terburu-buru.


Aku malah merasa bingung menjawabnya,


"hm mas mau ke rumah bos Ais, sebab bos telpon tadi ada berkas yang harus mas antar!" Kataku sambil mendekat ke arah Aisyah lalu mencium keningnya agar Aisyah tidak curiga.


Setelah mendapat izin, akupun langsung berangkat. Sesampainya di restoran aku melihat Vera berdiri disana. Dengan semangat aku turun dan membukakan pintu mobil agar Vera masuk.


Kami berangkat ke kosan Vera, karena tadi Vera mengatakan ingin pulang kesana.


Setelah beberapa menit, kini kami sampai di kosannya Vera. Tanpa basa-basi Vera menawarkan aku untuk mampir ke kosannya dia. Ya aku pun akhirnya singgah.

__ADS_1


Aku melihat Vera yang sedang ganti baju, tubuhnya sangatlah seksi. Dengan berani dia malah duduk di pangkuanku.


Bak mangsa yang menawarkan dirinya, aku pun dengan senang melahap mangsaku, tanganku merangkul pinggangnya Vera. Dengan nakalnya Vera mulai menciumi pipi, rahang, dagu serta bibirku. Aku menyambut semua kelihaian nya dalam membuatku bernafsu dan pada akhirnya kami berakhir di ranjang.


Aku terus menggauli Vera. Bibirnya saat mendesah adalah hal yang paling indah aku lihat. Malam telah berganti subuh dan menunjukkan pukul 05.00 pagi. Aku terbangun dengan Vera di sampingku sambil memelukku. Entah kenapa badannya yang menempel di sisi tubuhku malah membuat si junior kembali on, apalagi Vera dengan kemanjaannya membuatku semakin bernafsu. Akhirnya pertempuran pagi pun terjadi kembali. ******* demi ******* keluar dari mulutnya yang ranum, semakin dia mendesah, semakin kuat aku menggoyang Vera.


Setelah sama-sama mencapai puncak kenikmat, aku lantas mandi. Saat melintas di depan meja aku iseng mengecek handphone ku, aku melihat panggilan tak terjawab 47 panggilan dan semuanya itu dari Aisyah.


Aku segera mandi dan berpakaian, tak lupa juga aku berpamitan dengan Vera yang masih meringkuk di atas kasur. Dan kami berjanji akan melakukan hubungan itu lagi.


Dari situlah rumah tanggaku bersama Aisyah menjadi goyah dan tak berbentuk lagi.


Di saat Aisyah halangan aku akan mengajak Vera memuaskan nafsu birahiku. Namun tak hanya saat berhalangan bahkan saat tak berhalangan pun aku dan Vera melakukannya. Bahkan di kantor pun kami tak luput melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2