
"Jadi jelaskan siapa orang itu!" ujar Tia sambil melipat tangannya.
"Begini sayang, aah darimana aku harus memulainya ya?!" bukannya menjawab Ridwan malah bermonolog.
"Jelaskan saja apa yang harus babang jelaskan! Aku gak mau ada kebohongan!" mata Tia mulai memerah menahan tangis.
Ridwan berfikir sejenak, apakah dia harus menjelaskan pada istrinya atau tidak, karena baginya masa lalunya adalah masa lalu yang buruk, dan dia tak ingin istrinya berfikir yang aneh-aneh terhadapnya.
"Kenapa malah diam?" Tia semakin sesak karena suaminya belum juga membuka mulut perihal siapa perempuan yang mereka temui tadi.
Keringat dingin mulai muncul di dahi Ridwan, jantungnya memompa lebih dari biasanya.
"Ya Allah, gimana ini?" ucap Ridwan dalam hati.
"Kalau masih belum mau menjelaskan, aku akan balik ke Jakarta sekarang juga!" ancam Tia yang semakin panas.
"Jangan sayang, aku bukannya tak mau menjelaskan. Tapi aku bingung memulainya darimana. Aku takut hal yang aku ceritakan akan membuat kau tak nyaman." kata Ridwan menahan Tia.
"Habisnya babang lama banget, jelasin begitu aja butuh waktu. Cukup bilang dia siapa, dan apa hubungannya dengan babang! Sisanya biar aku yang urus!" Tia bukanlah gadis yang bodoh jadi dia bisa menyewa beberapa detektif untuk mencari tahu.
__ADS_1
"Astaghfirullah, bukan begitu sayang. Tolong dengarkan aku sekali saja. Hal ini kita akan bahas setelah bulan madu kita berakhir okay?!" tawar Ridwan.
"Aku gak mau momen bulan madu kita akan terganggu dengan hal-hal konyol macam ini. So please, be patience aku akan menjelaskan semuanya setelah kita kembali ke jakarta." imbuhnya lagi.
Tia sejenak berfikir, ada benarnya juga suaminya itu, kenapa merusak suasana bulan madu mereka sendiri. Lebih baik positif thinking.
"Hm, ya sudah aku mau nunggu sampai kita kembali ke Jakarta. Dan ingat babang sudah janji jadi ga boleh bohong! Awas aja bohong, aku akan lapor sama kakek." ancam Tia yang membuat Ridwan menelan ludah.
"Hahahaha, iya tentu dong sayang aku jelaskan semuanya nanti." Ridwan merasa ketakutan kalau saja benar Tia mengadukan hal ini pada ayahnya tersebut. Bisa-bisa di bantai habis dirinya.
Tia dan Ridwan yang telah sepakat akhirnya kembali mencari restauran untuk mereka makan siang.
Sementara itu, Natty yang tadi bertemu dengan mantan suaminya sangat gusar.
"Oh My God, Ridson semakin menawan. Bodoh kau Nat, kau malah mau di cerai dengannya!" Natty berbicara sendiri di depan cermin.
Setelah berpacaran kurang lebih 6 bulan, Ridwan memberanikan diri untuk melamarnya karena menurut Ridwan pacaran lama-lama itu tidaklah baik maka dari itu Ridwan melamar Natty pada saat itu. Singkat cerita mereka telah menikah, FYI di Luar Negeri bisa ya untuk menikah beda agama.
Karena Natty berbeda agama dengan Ridwan, tapi itu tak menjadi masalah dengan mereka berdua.
__ADS_1
Natty sangat bahagia begitu pula dengan Ridwan, hingga setahun pernikahan mereka, sampai saat itu juga mereka belum di karuniai keturunan.
Ridwan yang sibuk lambat laun jarang memiliki waktu untuk Natty, karena Ridwan di percayakan oleh Nudin ayahnya untuk menjadi CEO di perusahaan mereka yang asa di Amerika. Karena sebelumnya Ridwan hanya menjadi Head Of Marketing perusahaan itu.
Karena hal itu juga yang membuat Natty mencari pria lain sebagai pemuas nafsunya. Hingga akhirnya Ridwan mengetahui perselingkuhan itu dan langsung menceraikan Natty tanpa harta sedikitpun. Bagi Ridwan apapun akan di maafkan asalkan bukan perselingkuhan.
"Harusnya kalau gak niat serius jangan berperilaku seolah-olah kamu sangat mencintai."
"Setidaknya, aku pernah memprioritaskan bahagiamu, walau pada akhirnya kamu memilih dia dan menyelingkuhi aku dengan berbagai alasan."
"Mungkin aku tak sesempurna orang yg akan bersamamu... Tapi percayalah, tak ada yang mau berusaha untukmu melebihi aku."
_Ridwan_
Flashback off.
Kata-kata terakhir Ridwan begitu membekas di ingatan Natty, dia menatap dirinya di cermin.
"Aku masih muda, dan masih cantik so merebut Ridson kembali sepertinya bukan hal yang sulit!" ucap Natty dengan tingkat kePDan setinggi langit.
__ADS_1