JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
S2 JA. Ulet Bulu


__ADS_3

Hai semuanya, kembali lagi dengan author ganteng sejagat MT. Mon maap author lama ga bersua, karena author lagi banyak kesibukan dan sempat sakit juga. But thank you yang sudah selalu setia sama cerita author yang gaje alias gak jelas ini ❣️


Siang ini Ridwan beserta Tia menghabiskan makan siang bersama di sebuah restauran terkenal yang ada di Bali. Mereka berusaha mengalihkan suasana tadi yang sempat menegang karena ulah Si Mantan yang datang tiba-tiba kayak Jailangkung.


"Sayang, apa kau suka dengan makanannya?!" ucap Ridwan membuka percakapan.


"Suka banget babang, ini enak banget." Tia terlihat antusias.


"Besok kita kesini lagi, mau gak sayang?" tanya Ridwan tiba-tiba.


"Ya mau lah." senyum terpancar dari bibir Tia.


Ridwan dan Tia menghabiskan waktu bersama. Mereka mengunjungi banyak objek-objek wisata yang ada di Bali. Pokoknya misi Ridwan kali ini adalah membuat istrinya senang dan happy.


...****************...


Di sisi lain, Natty bersolek dengan cantiknya. Dia menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Memang Natty seorang wanita yang sangat cantik, seksi dan elegan. Pantas saja banyak yang ingin menjadikannya sekedar kekasih atau simpanan.


"Well, kamu cantik sekali!" puji Natty pada dirinya sendiri.


"Aku rasa Ridson akan terpesona dengan kecantikan ku." kembali kata-kata pujian tercuat dari mulutnya.

__ADS_1


"Tapi, sebelum membuat Ridson bertekuk lutut di hadapanmu, kau harus menyingkirkan perempuan yang ada di sekitar Ridson Natt!" monolog Natty.


"Aku ga mau ada penghalang untukku bisa meraih Ridson kembali.


Natty berfikir dirinya akan mudah untuk mendapatkan Ridwan kembali ke dalam pelukannya.


Natty mengingat sesuatu dan langsung merogoh handphonenya untuk menghubungi seseorang.


Setelah berbincang beberapa saat Natty mematikan sambungan tersebut. Tampak wajahnya berseri-seri dan happy. Entah apa yang ia rencanakan hanya author yang tahu 😎.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore hari telah menjelang, Ridwan dan Tia hendak kembali ke hotel tempat mereka menginap. Sepanjang perjalanan Tia terlelap karena saking capeknya jalan-jalan. Ridwan yang menyetir hanya tersenyum melihat istrinya kelelahan. Pikirnya biarkan saja Tia beristirahat, karena nanti malam dia tidak akan membiarkan Tia untuk terlelap.


"Yank, bangun kita sudah sampai." panggil Ridwan dengan lembut.


"Iissh babang, kenapa aku di bangunin sih?" ternyata di luar dugaan Tia justru marah.


"Loh aku ada salah apa? Kita sudah sampai. Emang kau mau tidur di mobil?" Ridwan sedikit gondok pada istrinya itu.


"Bukan gitu babang, kenapa sih babang ga bisa romantis gitu?! Kalau di novel yang Tia baca, harusnya babang menggendong Tia trus bawa ke kamar gitu loh. Aaaah susah ngomong sama orang tua!" Tia tiba-tiba jadi kesal sendiri dengan suaminya.

__ADS_1


Ridwan yang di katakan tua, merasa tak terima.


"Apa? Apa tadi kamu bilang? Aku tua?"


"Tua tua gini kenapa kamu suka hah?" Ridwan tetap tak terima di bilang tua, padahal kan emang sudah tua.


"Dan apa? Seperti di novel? Kau pikir ini dunia hayalan apa? Kita ini nyata wahai anak muda." Ridwan yang kesal sedikit menyindir Tia dengan menyebutnya anak muda.


Bukannya balik marah, Tia malah terpingkal melihat tingkah suaminya itu.


Ridwan yang di tertawakan semakin merasa gondok tapi tak mampu berbuat banyak. Untung sayang kan.


"Sudahlah, jangan marah ayok turun." Tia yang tahu suaminya kesal segera mengajak untuk segera kembali ke kamar.


Ridwan mengekor pada langkah istrinya. Semarah sekesal apapun, Ridwan tetap setia mengikuti istrinya.


Pada saat sampai di lobby, Ridwan terkejut dengan kehadiran seseorang.


Natty tiba-tiba disana, dan apa itu dia berdandan dengan menornya. Dengan suara sok manja malah memanggil Ridwan.


Tia mematung, melihat sosok perempuan yang tadi siang mereka temui.

__ADS_1


Entah kesambet apa, atau memang Tia sudah cemburu dengan wanita itu seketika Tia jalan menuju ke hadapan wanita tersebut.


"DASAARRR ULLAAAATT BULU LOE, KEGATELAAAAN!!!" teriak Tia di lobby hotel tersebut.


__ADS_2