JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
S2 JA. Malam Indah


__ADS_3

Perasaan gugup menghinggapi Tia. Dia sedang berada di kamar mandi untuk memakai pakaian dinas yang di minta oleh Ridwan.


"Ya Allah malunya." ucap Tia geli menatap pantulan dirinya di dalam cermin.


"Apa harus pakai daleman atau gak ya?!" ini adalah pengalaman pertamanya memakai pakaian seperti ini.


"Lagian si babang ada-ada aja permintaannya."


Tia menghela nafas panjang, ragu-ragu dia berjalan keluar dari kamar mandi.


"Kleekkkk." pintu kamar mandi terbuka.


Ridwan yang dari tadi mondar-mandir menunggu di depan kamar mandi terkesima melihat Tia dengan balutan lingerie yang ia pilihkan.


"Wow indahnya pemandangan malam ini." celetuk Ridwan.


Tia sangat gugup, namun dia mencoba bagaimana pun dia harus ikhlas malam ini.


"Sayang kamu sangat manis dan seksi babang suka." ucap Ridwan yang tak tahu malu.


"Hais babang Tia malu." ucap Tia dengan pipi memerah.


"Sini duduk di samping babang." Ridwan menarik Tia hingga duduk di pangkuannya.


Ridwan terus menghirup aroma tubuhnya Tia yang sangat wangi.


"Sayang babang tahu ini pertama buat kamu, babang paham kamu akan takut, babang tidak akan memaksakannya. Babang mau kamu memberikannya di saat kamu sudah siap, babang ikhlas menunggu sampai kamu siap." ucap Ridwan panjang lebar.

__ADS_1


"Tia siap babang." ucap Tia cepat, dia tidak mau Ridwan kecewa.


"Baiklah sayang, babang harap kamu tidak menyesal." ujar Ridwan bahagia.


Ridwan memegangi kepala Tia dan tak lupa membaca do'a nya.


"Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami.


Setelah membaca doa Ridwan menatap ke arah Tia,


"sayang love you." ucap Ridwan.


"Love you to babang." sahut Tia malu-malu.


Dari bibir, kini Ridwan turun ke leher jenjang milik Tia. Ridwan sangat lama bermain di sana. Hingga tanpa sadar baju yang di pakai Tia terlepas.


Ridwan setelah asik bermain di leher kini mulai menuruni jalan menuju ke gunung kembar yang menantang di bawah sana. Ridwan sangat pelan melakukannya seakan takut rusak.


"Aah ahhh babang." racau Tia.


Kini tangan Ridwan sudah berada di kedua gunung kembar Tia yang besar hingga jika di genggam tak akan muat. Namun ini bukan hal yang biasa bagi Ridwan lebih tepatnya dia sangat suka.


Bak bayi yang kehausan, Ridwan meng*hisap satu persatu benda yang kenyal nan empuk itu.


Setelah selesai bagian hisap menghisap, Ridwan langsung menuruni gunung guna mencari gua lembah yang saat ini agak basah.

__ADS_1


Ridwan menurunkan kepalanya ke bawah sana. Bermain dengan pelan hingga Tia merasakan pelepasannya.


"Babang ahhhhhhhh Tia keluar."


Ridwan puas karena Tia sudah mendapatkan pelepasannya. Kini giliran Ridwan mengarahkan tiang nya ke gua milik Tia.


"Sayang kamu siap?" tanya Ridwan sekali lagi.


"Yes babang, do it! I can't take it anymore!" Tia yang sudah kepanasan ingin segera di masuki.


Dengan pelan-pelan Ridwan mengarahkan terongnya, dan itu membutuhkan perjuangan. Tia yang perawan guanya masih sempit, sangat sangat sempit hingga percobaan pertama gagal.


"Ouch, babang pelan-pelan." ucap Tia sedikit kesakitan.


Ridwan melakukan lagi untuk kedua kalinya namun juga gagal. Akhirnya Ridwan melakukannya dengan agak sedikit kasar hingga akhirnya,


"Jleeeebbb." pusaka abadi milik Ridwan tertancap sempurna di dalam sana.


Tia yang mendapat serangan fajar, terkejut dan sedikit berteriak.


"Babaaanggg, ini sakitt!"


"Slow baby, slow nanti juga hilang sakitnya." ucap Ridwan menyemangati.


Tia meracau kala Ridwan mulai menggenjot dirinya. Ridwan bak kesetanan malam ini dia akan menumpahkan semua hasil puasanya selama bertahun-tahun.


Fiuuuuhhh othor pamit ke WC dulu ya mau mandi 🚶🚶🚶🚶

__ADS_1


__ADS_2