JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
Mencari Tia


__ADS_3

Bram telah sampai di Bali dan dengan segera menemui Ridwan. Langkahnya gusar tak karuan.


Mengingat yang terjadi terhadap anak dan menantunya Bram sangat kesal. Gara-gara wanita tidak tahu diri tersebut, keharmonisan rumah tangga anaknya terancam.


Sesampainya di hotel tempat mereka menginap, Bram buru-buru menemui adik sekaligus menantunya itu.


"Tok, tok, tok." Bram mengetuk pintu kamar hotel Ridwan.


Sekitar 5 menit sudah Bram mengetuk bahkan memencet bel namun tak kunjung Ridwan membukakan pintu kamarnya. Hingga akhirnya dia memutuskan turun ke lobby dan meminta bantuan dari receptionist hotel tersebut untuk meminjam master key guna membuka kamar milik Ridwan.


Dengan bantuan pihak hotel, akhirnya Bram bisa membuka pintu tersebut. Setelah berterimakasih, Bram lantas masuk ke kamar itu. Suasananya gelap, dan tercium bau alkohol yang menyengat. Bram menghidupkan lampu kamar hotel itu dan mencari keberadaan Ridwan.


Matanya lantas tertuju pada seonggok manusia di bawah kasur dengan posisi tengkurap, dan tangan kanan memegang sebotol minuman keras.


"Astaghfirullah Rid!" Bram terkaget melihat suasana itu.


Buru-buru Bram menghampiri Ridwan yang tergolek di lantai.


"Kamu ini, bukannya mencari Tia malah mabuk-mabukan. Dasar laki-laki tak berguna!" Bram yang tengah kesal tanpa sengaja mengumpati Ridwan.

__ADS_1


"Bangun kau Rid!" Bram berusaha menyadarkan Ridwan dengan menampar pipinya.


4x pukulan di pipi tak jua membuat Ridwan sadar, akhirnya bram mengambil air mineral yang ada di nakas hotel itu dan langsung menyiramkan ke wajah Ridwan.


Ridwan kaget dan langsung bangun, dan lebih kagetnya lagi di depannya kini ada kakaknya dengan wajah yang tak bersahabat.


"Aaa aabaaang." sapa Ridwan kaku.


"Mampus kau Rid, masalah dengan Tia kau belum beres sekarang sudah datang lagi masalah yang lebih besar dan pasti akan sulit kau hadapi." monolog Ridwan dalam hatinya.


"Bangun kau bangs*at!" suruh Bram dengan wajah mengeras menahan amarah.


"Jangan banyak bicara kau, bangun!" sekali lagi Bram menyuruh Ridwan bangun.


Dengan terpaksa Ridwan terbangun dari tempatnya.


"Bughhhh, bugghhh, bughhh, bughhh." empat tendangan melayang ke tubuh Ridwan.


Ridwan tak berani melawan, karena dia tahu posisi dirinya adalah salah. Dan dia yakin kakaknya sudah pasti mengetahui masalah yang ia hadapi. Dan dia kini hanya bisa pasrah.

__ADS_1


"Kau itu kurang ajar Rid, abang sudah wanti-wanti kau untuk hati-hati dengan wanita binal tersebut!" Bram memarahi Ridwan dengan berapi-api.


"Maaf bang, aku aku aaaahh aku memang bodoh!" Ridwan tiba-tiba menangis.


"Cengeng kau!" ejek Bram.


"Hiksss abang, bantu aku mencari Tia. Aku tahu aku salah karena telah menyakiti hatinya Tia. Tapi itu semua di luar kehendakku bang. Aku di jebak, demi Allah aku ga ada melakukan hal menjijikkan itu dengan Natty bang." Ridwan memberikan penjelasan kepada Bram sambil menangis.


"Biar saja Tia menghilang dari hidup kau!" Bram sengaja mengatakan hal itu, dia ingin memberikan efek jera pada Ridwan.


"Abaaaaangg jangan gitu, aku ga bisa hidup tanpa Tia bang." Ridwan memelas memohon pada Bram.


"Kau tahu Rid, sebetulnya abang pun tak tahu keberadaan Tia. Semua aksesnya telah di nonaktifkan. Tapi abang telah mengerahkan anak buah kita untuk mencari keberadaan Tia. Sementara itu, kita harus membuat perhitungan pada wanita jala*ng tersebut." ujar Bram yang sudah tak sabar untuk menghukum Natty.


"Rapikan dirimu Rid, kita berangkat bersama-sama!"


"Iya bang, aku mandi dulu." jawab Ridwan yang kini bersemangat lagi.


Sejatinya Bram ingin menghukum Ridwan dengan buruk, namun pada nyatanya Bram tidak bisa. Dia tahu itu semua murni bukan kesalahan Ridwan saja. Hanya saja adiknya ini memang berhati lembut walaupun penampilannya terlihat menakutkan. Jadi dia tak tega melihat adik sekaligus menantunya itu bersedih. Dan juga dia ingin segera menemukan Tia anaknya.

__ADS_1


Apakah Ridwan dan Bram mampu menemukan Tia? Dan hukuman apakah yang akan di berikan kepada Natty? Kita tunggu saja hahahahahaha....


__ADS_2