JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
Awal Mula


__ADS_3

Back then to the first story...


"Hei dasar pencuri!" seorang warga menghakimi seorang remaja belasan tahun yang kedapati mencuri sepotong roti di kedai fast food di daerah menengah di sekitaran kota New York, Amerika Serikat.


"Bugh, bugh, bugh." pukulan demi pukulan remaja itu dapatkan dari amukan seorang warga itu yang tak lain adalah pemilik kedai tersebut.


"Fu*ck you, go away stoler!" pemilik kedai itu tanpa belas kasih mengusir remaja tersebut setelah memukulnya sampai babak belur.


Dan anehnya, reaksi orang-orang di sekitaran sana malah asik menonton tanpa mau membantu. Sungguh ironi inilah penampilan dunia akhir-akhir ini.


Pemuda itu masih meringkuk menahan nyeri di seluruh tubuhnya. Darah segar masih mengucur dari bibir dan hidungnya.


Tepat saat itu, Albram sedang melakukan perjalanan bisnis ke kota Albany, New York City. Tanpa sengaja ia melihat seorang remaja sedang meringkuk kesakitan.


"Stop the car please!" perintah Albram pada sopirnya yang merupakan orang asli sana alias bule.


"Right here sir?" bukannya melaksanakan sopirnya malah balik bertanya.

__ADS_1


"Yes right here, right now!" mau tak mau Albram harus menaikan satu oktav suaranya.


Remaja yang sedang kesakitan itu terkejut manakala badannya di sentuh seseorang. Dia mengadahkan kepalanya untuk melihat siapa yang menyentuhnya.


"Who are you?! tanya remaja itu heran.


" It's okay, i will help you. Come on, we go to hospital now." ucap Bram sambil mengangkat remaja tersebut.


Dengan susah payah Bram memapah pemuda itu menuju mobilnya. Sang sopir yang ingin membantu tak di beri izin oleh Bram. Entah kenapa dia merasakan suatu chemistry yang tak biasa pada remaja tersebut. Pemuda itu mengingatkan nya pada anaknya yang berada di Indonesia.


Saat menuju RS, Bram iseng bertanya pada laki-laki sepantaran anaknya tersebut.


"Why you got these wounds so bad?"


Bukannya menjawab pemuda itu malah mengacuhkan Bram.


"My name is Albram, you can call me Bram." ucap Bram sambil tersenyum.

__ADS_1


Akhirnya pemuda itu luluh dan memperkenalkan dirinya, "I am Ridson James Anderson, 15 years old." ucap nya acuh.


"You know, you look like my son. I have one at home same as you." Bram tetap mengoceh walaupun di acuhkan.


Memang aneh, Ridson yang seorang introvert lama kelamaan merasa nyaman dengan keberadaan Bram. Bahkan dia membiarkan Bram mau mengoceh apapun. Sampai mereka tiba di RS terdekat di kota itu.


Bram buru-buru turun memapah Ridson yang kesakitan di area perutnya. Mungkin karena pukulan dari pemilik kedai tadi terlalu kuat.


Setelah sampai di unit gawat darurat, Bram menyuruh salah seorang perawat untuk menangani Ridson.


"Miss, you handle this guy please, he got some wounds in all his body."


Perawat tersebut bergegas menyuruh Bram membaringkan Ridson di Bed UGD itu. Saat di periksa Ridson meringis di daerah bibir dan perutnya.


"He needs some observation sir, and he needs to stay here." ucap perawat yang bernama Nancy itu.


"Okay, do everything for him, the best ya! For payment is under my name how much he must to pay put in my name. And i am so sorry i need to go, i have a meeting in 15 minutes. I give him to you to handle." ujar Bram sembari menyerahkan kartu namanya dan menyuruh perawat itu menghubunginya kalau ada apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2