
𝘒𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘬𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘳𝘣𝘶𝘬𝘢𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪....
Tia cemberut dan sedikit kecewa. Sudah 2 jam ia duduk dalam diamnya. Hatinya sedikit sakit, karena penjelasan yang ia harapkan tak kunjung keluar dari mulutnya Ridwan.
Setelah pertikaian di lobby hotel itu, Entah kenapa Ridwan malah mengantarkan Natty balik ke hotelnya. Setelah sebelumnya Ridwan mengantarkan istrinya terlebih dahulu ke dalam kamar hotel yang mereka sewa. Ridwan juga menyuap beberapa orang yang merekam kejadian tersebut untuk menghapus video mereka.
"Sayang, babang akan mengantarkan perempuan itu dulu dan akan memberikan sedikit pelajaran kepadanya." jelas Ridwan agar istrinya tak marah.
Namun Ridwan tak tahu, sejatinya hati Tia telah terluka dan itu membuat Tia sakit hati. Tia diam tak menjawab.
Tanpa menunggu jawaban dari Tia, Ridwan berlalu begitu saja.
********"""
Di perjalanan, Natty berakting playing victim.
"Rid, bisa kau antarkan aku ke rumah sakit? Aku rasa kepalaku sakit setelah wanita itu menjambaknya dengan kencang!" rengek Natty.
"Kau bisa diam tidak!" bentak Ridwan pada Natty.
__ADS_1
Natty terkejut dengan sikap Ridwan. Dipikirnya Ridwan memilih mengantarkan dirinya karena Ridwan masih perduli.
"Why did you scream at me?!" Natty pura-pura bersedih.
"Sekali lagi kau bicara, ku turunkan kau di hutan!" ancam Ridwan.
Natty lantas bungkam, dia tahu Ridwan orangnya bersungguh-sungguh. Apa yang ia katakan akan menjadi kenyataan.
"Dan satu lagi, perempuan yang kau sebut itu adalah istriku, my wife, hatiku, cintaku. Understand?!" terang Ridwan sekali lagi.
Natty terpaku mendengar penuturan Ridwan. Dalam hatinya berkata "apakah aku sudah kau singkirkan dari hatimu Rid?!"
30 menit perjalanan mereka lalui dalam diam. Natty tak berani bersuara setelah Ridwan membentak dirinya.
"Turun!" perintah Ridwan pada Natty yang masih melamun.
"Hei, apa kau tuli? Turun ku bilang!" teriakan Ridwan akhirnya menyadarkan Natty dari lamunannya.
"Okay, okay aku turun!" Natty yang sudah dongkol buru-buru turun dari mobilnya Ridwan.
__ADS_1
Sejenak dia terdiam, ternyata Ridwan mengajak dirinya ke sebuah taman luas dan sedikit sepi pengunjung. Dalam kedongkolannya, terbit sebuah senyuman dari bibir Natty yang merah merona tersebut.
"Hm, kenapa kita kesini Rid?" Natty mencoba bersikap biasa saja padahal dalam hatinya sudah kegirangan.
Ridwan tak menjawab, dia berlalu meninggalkan Natty. Dengan segera Natty juga mengikuti langkah kaki Ridwan.
"Duduk!" titah Ridwan.
Natty menuruti perintah Ridwan dengan duduk di sebuah bangku panjang di taman itu.
"Well, aku tidak akan basa-basi lagi, dan ini adalah peringatan untuk pertama dan terakhir kalinya!" Ridwan memulai percakapan.
"Dan kau ingat baik-baik perkataan ku hari ini dan tanamkan dalam otakmu!"
"Jangan pernah lagi kau usik aku dan keluargaku lagi. Aku telah bahagia dengan hidupku yang sekarang. Jangan sampai kau merusaknya seperti yang kau lakukan padaku dulu Nat. Kalau kau sampai nekat, aku akan menghancurkan semua yang kau miliki. Paham?!" Ridwan terlihat tidak bercanda. Matanya memerah menahan amarah.
Natty memperhatikan Ridwan dengan seksama.
"Katakan kalau ini bukan kau Ridson! Karena Ridson yang ku kenal tak akan mengeluarkan kata-kata seperti itu padaku."
__ADS_1
"Hei stop! Jangan pernah panggil aku dengan nama itu lagi. Ridson sudah mati dengan kenangan masa lalunya. Sekarang namaku Ridwan!" terlihat Ridwan tak terima Natty masih memanggilnya dengan nama itu.