JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
Part. 44


__ADS_3

"We need to talk!" kata Ridwan pada Radit yang ketakutan.


Lama Ridwan berada di dalam ruangan itu, entah apa yang di bicarakan nya dengan Ridwan. Setelah 30 menit akhirnya Ridwan keluar dari ruangan itu.


"Ayo kita pergi!" perintah Ridwan pada pengawalnya.


>>>>>>>>>>>>


Flashback on.


Ternyata di dalam sana Ridwan memberikan bukti-bukti bahwa Vera hanya memanfaatkan dirinya saja. Vera bak wanita ******* yang menawarkan dirinya pada setiap lelaki yang mau memberikannya kepuasaan dalam materi. Vera tak mengenal apa itu cinta.


Kenyataan itu membuat pikiran Radit menjadi terbuka. Jadi selama ini dia hanya di manfaatkan. Dan sialnya Radit terbawa oleh perasaan nya yang tulus mencintai Vera.


Flashback Off.


>>>>>>>>>>>>>


Dengan pikirannya yang agak takut akhirnya Radit menerima ajakan Ridwan, dan Albram. Dia sudah memutuskan bahwasannya nyawa lebih penting daripada hubungan dia dengan Vera.


"Aku harus hidup demi keluargaku." gumam Radit.


Sedangkan di sisi lain Vera sangatlah kesal, sebab Radit sudah selama ini masih tak bisa di hubungi. Dan dengan keselnya Vera menelpon kawannya yang dulu. Ternyata kawannya itu ada dendam dengan Aisyah karena Aisyah pernah menolaknya.


Dengan seksama mereka merencanakan sesuatu hal yang buruk untuk Aisyah.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

__ADS_1


Keesokan harinya Radit sudah mantap dengan jawabannya.


Tiba-tiba pintu terbuka.


Muncullah sosok Albram dengan penampilan yang terkesan dingin.


"Bagaimana Radit?" tanya Bram.


"Saya akan berpihak dengan tuan," ucap Radit mantap.


"Baiklah buatlah rencana supaya wanita ******* itu masuk dalam perangkap yang akan kau rencanakan!"


"Baik tuan." ucap Radit dengan pikiran yang telah terbuka.


Radit di bebaskan oleh Bram tapi masih dalam pantauannya. Dan Radit menyadari akan hal tersebut.


"Tuuuttt." baru sekali dering Vera sigap mengangkat teleponnya.


"Halo sayang." ucap Vera dengan raut wajah yang bahagia.


Sedangkan Radit merasa mual entah kenapa dia jadi merasa jijik, tapi demi kesempurnaan sandiwaranya akhirnya Radit mengikuti apa kemauan Vera.


"Iya sayang." jawab Radit sekenanya.


"Kau kemana saja? Kenapa berapa hari ini nomermu tidak aktif?" tanya Vera menelisik.


"Maaf sayang aku lagi menyusun rencana." beo Radit berupaya mengelabui si Vera.

__ADS_1


"Oh begitu ya, mm sayang gimana kalau kita bertemu di apartemenmu?!" ucap Vera dengan manjanya.


"Jangan sayang gimana kalau kita jumpa di caffe saja." ucap Radit yang tahu Vera akan meminta dirinya untuk memuaskan nafsunya.


Sempat Vera berfikir, "kok aneh tumben Radit tak mau bertemu di apartemennya. Tapi tidak apa lah, asal rencanaku lancar untuk menyingkirkan Aisyah."


"Baiklah sayang, caffe mana biar aku berangkat sekarang!" ucap Vera dengan tidak sabarnya.


"Ok tunggu sebentar aku sherlock nanti lokasinya." ujar Radit dengan bergegas menuju caffe tersebut.


Di sisi lain Zakir mendengarkan apa yang di katakan Vera di telpon barusan. Dia akan mencoba mengikuti Vera kemana dia pergi saat ini.


Radit sampai di caffe tersebut duluan, dan dengan cepat menshare lokasinya pada Vera.


Setelah 20 menit, akhirnya Vera sampai di caffe itu. Vera langsung turun dari taksi yang dia tumpangi.


Vera tak menyadari kalau Zakir membuntuti dirinya. Zakir penasaran apa dan dengan siapa Vera akan bertemu saat ini.


Tak berapa lama munculah Radit.


"Sayang!" ucap Vera sambil berlari dan mengecup bibir Radit. Rasanya Radit mau muntah di muka Vera namun dia tahan.


Di pihak lain, Zakir yang melihat istrinya mencium pria lain tepat di hadapannya sangatlah marah, namun dia tahan demi melihat apa yang Vera lakukan.


"Bagaimana sayang apa rencana kita?" ucap Vera tak sabaran.


Radit langsung mengutarakan rencananya dan Vera sangat senang mendengarnya. Ternyata Radit ingin menculik Aisyah, dan membuangnya ke pulau terpencil .

__ADS_1


Zakir yang mendengar itu sedikit kaget tapi sejurus kemudian dia sangatlah senang. Pikirnya dengan seperti ini dia bisa kembali bersama Aisyah.


__ADS_2