JANJI AISYAH

JANJI AISYAH
kompor meleduk ala bunda


__ADS_3

💞Senyumnya


Bagaikan tanda kelembutan


Tutur katanya dihiasi wajah yang berseri


Bagaikan bukti ketaatan ibadahnya


Rambut yang terbalut indah oleh hijabnya


Tangan yang cantik karena pancarnnya


Berjalan dengan tertunduk


Bagaikan wanita yang menjaga martabatnya


Kitab


Tergenggam erat di tangannya


Bukti wanita cerdas


Yang mampu membuat keputusan


Dengan baik disertai senyuman


Indah


Kata yang pantas untuknya


Bukti kebaikan pribadinya

__ADS_1


Wanita yang baik akhlaknya


Kelembutan yang membuatnya mempunyai banyak teman


Akhlak yang membuatnya merasa tentram


Hijab yang membuatnya merasa terjaga


Agama yang membuatnya di cintai


Dialah wanita shaleha.💞 byk Devan


Pagi telah menjelang, setelah sarapan dll keluarga Devan bertolak ke Jakarta, sedangkan keluarga Aisyah kembali ke rumahnya.


Setelah mendapat wejangan-wejangan dari mertuanya Devan berpamitan. Aisyah juga mendapat wejangan rumah tangga dari ummanya. Walaupun iya telah berpengalaman, tapi beda suami ya beda karakter nya. Jadi umma hanya mewanti Aisyah agar selalu hormat dan taat pada suaminya.


Aisyah pun mengiyakan setiap nasehat yang terlontar dari abah dan ummanya.


Devan, Aisyah dan keluarganya termasuk Zila kini telah sampai di Jakarta. Walaupun sedikit lelah Aisyah dan bunda Naila langsung masuk ke dapur untuk menyiapkan masakan untuk makan malam. Mereka sampai pada pukul 15.00 sore waktu setempat.


Aisyah menyuruh Devan buat istirahat bersama Zila, sedangkan bunda menyuruh ayah Bram untuk rilex di dalam kamarnya.


Di dapur menantu dan mertua sedang sibuk memasak sambil mengobrol, "Nak, semalam udah belom?!"


Aisyah yang di tanya begitu ingin rasanya dia menghilang.


"Aah itu belum bunda, mas Devan capek mungkin." Jawab Aisyah dengan berbagai alasan.


"Dasar si Devan beleguk, garap bini aja gak becus." Bunda malah sewot, sedangkan Aisyah dia terbatuk-batuk mendengarkan perkataan mertuanya yang absurd bukan main.


"Nanti malam kamu coba deh rayu dia Aish, bunda penasaran dia itu suka wanita apa gak sih?" Masak ada wanita secantik kamu eh malah di anggurin."

__ADS_1


Lagi Aisyah rasanya ingin buru-buru menghilang.


"Aish mah gimana mas Devannya aja bun," Aish berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Pokoknya nanti malam kamu pakai baju dinas para istri ya, bunda sudah belikan buat kamu. Bunda yakin Devan ga bisa ngedip matanya lihat kamu pakai baju itu." Ini malah mertuanya yang semangat.


"Ya Allah, deg-degan aku." Monolog Aisyah dalam hatinya.


"Habis masak kita ke kamar bunda ya buat ambil baju dinas!" Titah bunda Naila.


Aisyah hanya bisa pasrah, ga enak rasanya menolak. Mertuanya sangat baik hingga membuat Aisyah telah menganggap orang tua dari Devan seperti orang tuanya sendiri.


Selang beberapa menit mertua dan menantu itu telah merampungkan masakan untuk makan malam. Aisyah langsung di geret tangannya oleh bunda untuk pergi ke kamarnya.


Saat bunda Nai menunjukkan baju dinas yang di maksud Aisyah kaget bukan main


"Astaghfirullah bunda, ini baju kenapa kurang bahan begini?!" Tanya Aisyah polos.


"Justru ini nak yang bikin suamimu nanti menyerah dan tunduk di hadapan kamu hahahaha." Bunda tertawa jahat yang membuat Aisyah bergidik ngeri. 🤣🤣🤣


"Aish malu bunda, apa kata mas Devan nanti kalau lihat Aish pakai baju begini, Aish ga mau bunda." Aisyah berusaha menolak, dia ga habis fikir darimana mertuanya mendapat ide macam ini.


"Kamu percaya deh sama bunda, makanya kamu mesti coba Aish. Kalau ga di coba kan mana tahu." Bunda masih mencoba merayu menantunya.


"Kamu ga mau ya? Hiikkss, maaf kalau bunda terlalu memaksa kamu nak. Ya sudah kalau kamu ga mau ga usah aja hiiiksss.." Bunda berpura-pura sedih dan menangis.


Aisyah yang dasar hatinya lembut menjadi ga tega dan bersalah karena menolak permintaan mertuanya yang telah baik padanya.


"Maaf bunda, maaf Aish telah lancang melukai hatinya bunda. Iya bunda Aish akan pakai baju ini nanti malam. Bunda jangan menangis ya, Aish minta maaf." Aisyah memeluk mertuanya, tanpa di sadari oleh Aisyah bunda Naila tersenyum licik.


"Yess berhasil!" Girang bunda dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2