
Malam semakin larut, dua sejoli yang berada di dalam mobil malah asyik berpelukan ria tanpa menyadari kini ada beberapa orang mengamati mereka dengan seksama.
"Tok tok tok." kaca mobil di ketok dari luar dan pelakunya adalah Nudin.
"Hei keluar kalian!" suruh Nudin dengan sangat marah.
Sedangkan dua manusia beda kelamin yang berada di dalam terkejut tatkala mendengar teriakan seseorang. Dan yang lebih mengagetkan lagi mereka melihat Nudin yang sedang berdiri di luar.
"Aa..ayah?!" ucap Ridwan kaget.
"Duh mampus!" kata Ridwan lagi.
"Keluar!" perintah Nudin.
"Om gimana ini? Tia takut." Mutiara gemetaran melihat kakeknya di luar dengan wajah mengeras menahan amarah.
"Ga apa-apa, ada om! Ayok kita keluar dulu!" ajak Ridwan.
Dengan berat hati Ridwan keluar dengan Mutiara. Jantung mutiara deg-degan.
"Kalian yaa bikin aku marah saja." ternyata disana ada Bram juga, double kill deh.
Ridwan hari ini kamu akan menikah dengan Fany!" perintah Nudin sangat tegas.
"Tapi yah." sahut Ridwan.
"Tidak ada tapi-tapian. Dan kamu Tia kamu juga sama." ucap Nudin dan langsung berlalu.
Ridwan menoleh ke arah Mutiara karena Tia menangis.
"Tia." panggil Ridwan.
"Stop Ridwan! Abang kecewa sama kamu!" ucap Bram dan langsung membawa Mutiara untuk pergi.
...****************...
Semua orang sibuk menyiapkan pernikahan dadakan di sekitaran pantai tersebut. Biasa orang kaya mah bebas, dalam hitungan menit semuanya telah siap termasuk penghulu, baju pengantin, perias, sampai dekorasi ala-ala kilat pun telah siap. Begitulah kata orang the power of money.
Ridwan sudah duduk di depan penghulu. Dia menunduk, hatinya berat untuk menikahi Fany setelah apa yang ia lakukan pada Tia beberapa jam yang lalu.
Setelah semua siap, kini ijab qobul akan segera di mulai.
__ADS_1
"Mari kita mulai semuanya," ucap penghulu kepada semuanya.
"Silahkan bapak Bram di mulai."
Ridwan mengangkat kepalanya, dia bingung kenapa Bram yang menikahkan. Sedangkan mempelainya adalah Fany.
"Rid, kamu bersiap!" ucap Bram.
Di tengah kebingungan itu, Ridwan menjulurkan tangannya kepada Bram.
"Saya nikah dan kawinkan engkau Ridwan Akmal dengan putri saya Mutiara Ariesta Kusuma, dengan mas kawin 3 mobil Lamborghini, 1 jet pribadi, emas 100gr dan uang tunai 5 triliun di bayar tunaaaai."
Sejenak Ridwan kaget, lalu senyuman terpancar dari bibirnya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Mutiara Ariesta Kusuma dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!"
"Bagaimana para saksi sahh?!"
"SAHHHHHHHHHH!!"
Satu ruangan menggema karna akhirnya Ridwan dan Tia kini sudah sah menjadi suami istri.
Kini mereka sudah sah. Ridwan dari tadi tersenyum saja. Gila benar-benar gila dia di kerjai oleh ayah angkatnya bahkan kakaknya pun ikut serta, ah jika sudah begini mau salah kan siapa.
Tiba-tiba Ridwan berbisik ke arah Tia.
"Baby siap-siap ya aku gak akan menahan lagi!" ucap Ridwan genit.
"Glleeekk."
"Mampus kayak nya aku salah masuk kandang." monolog Tia dalam hati.
"His apaan sih gak ada Tia lagi palang merah." dusta Tia.
"Gak apa-apa, bisa nyicip dulu di atas, kalau di bawah mah bisa pake bibir mu." ucap Ridwan sedikit mesum.
"Au ah." kesal Tia.
"Nanti ah ah ah nya baby pasti nikmat." entah kenapa Ridwan semakin mesum dengan Tia. Maklum juga sih duda dah lama ga terbelai belalainya.
"Oommmmm!" ucap Tia tanpa sadar, dan kini menjadi sorotan buat mereka.
__ADS_1
"Kenapa Tia?" tanya Aisyah.
"Eh gak apa apa kak, ini om ngajak joging besok tapi Tia gak mau." ucap Tia gugup.
"Joging apa senam ranjang." celetuk Devan tiba-tiba.
"Kakak!" pekik Tia kesal.
"Hahahahahahahahahaha tahan ya dek Ridwan." ucap Devan dengan jahilnya.
"Kauuu." ucap Ridwan yang ikutan kesal.
"Eeh eh sopan sama abang ipar jika gak hm hm hm." ucap Devan makin menjadi.
"Hmmmm bodo amat!" jawab Ridwan cuek.
Mereka tertawa melihat ke arah mempelai.
Walaupun hanya mereka tetap juga malu.
...****************...
Di sisi lain, Danis dan Fany dari tadi curi pandang. Walaupun di dalam kamar, mereka juga merasakan gugup. Mereka semua telah kembali ke kediaman masing-masing.
"Dek," panggil Danis.
"Iya Aa," jawab Fany malu-malu.
"Hm boleh minta susu gak?!" ucap Danis.
"Oh mau susu? Bentar Fany ke bawah buat kan." ucap Fany yang polos.
"Dek, bukan susu itu." ucap Danis cepat mencegah Fany untuk pergi.
"Lalu susu apa A?" tanya Fany heran.
"Itu susu itu." ujar Danis sambil menatap nakal ke arah Fany.
"Oh yang ini." ucap Fany yang langsung melepaskan piyamanya hingga terpampang nyata di hadapan Danis susu yang ia maksud.
Jangan tanya gimana reaksi Danis, dia kaget ternyata istri nya sangat pengertian...
__ADS_1