
Zila terbengong mendapati uminya basah dan berbau tak sedap. Dia mengedipkan matanya tanda tak percaya apakah ini benar umminya apa tidak.
Aisyah yang di pandang seperti itu langsung mendatangi Zila dan mencubit gemas ujung hidung anaknya itu.
"Ouuch Ummi, sakit!" rengek Zila.
"Habisnya kok gitu amat Zila liatin ummi sih?" tanya Aisyah.
"Zila tu kaget ummi, kok ummi baunya ga enak gini?" Zila yang penasaran akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Oh ini tadi ummi ga sengaja menumpahkan makanan ayah Devan sayang." dusta Aisyah yang tak ingin anaknya tahu.
"Bagaimana sekolahmu hari ini nak? Tadi Emma gak terlambat kan menjemputmu?" tanya Aisyah mengalihkan pembicaraan.
"Iya ummi, tadi onty Emma pas kok jemput Zila." jawab Zila sebenarnya.
"Ya sudah, ummi mandi dulu ya, sekalian mau ganti baju. Kamu lanjutkan lagi kegiatan belajarmu ya nak."
Tadi pas Aisyah masuk ke kamarnya ternyata ada Zila disana yang sedang belajar.
Zila menganggukkan kepalanya dan membiarkan umminya membersihkan dirinya dan dia juga melanjutkan kegiatan belajarnya yang tadi sempat tertunda.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Sedangkan di sisi lain, di sebuah kamar hotel terdapat dua insan berbeda jenis yang tengah berpelukan di bawah selimut.
Sehabis melakukan hubungan badan, Vera dan Raditya kini tengah berpelukan manja dan masih saling bermesraan.
"Radit, kau semakin lama semakin jago ya! Aku sampai kewalahan." ucap Vera yang merasa puas dengan kegiatan bercocok tanamnya bersama Raditya.
"Hahahaha, dan kaupun semakin liar sayang dan membuatku ingin terus menggen*jotmu sampai pagi." kata Raditya sembari mere*mas buah dada milik Vera dan mencium bibirnya dengan sensual.
__ADS_1
"Aahh, Radit jangan di pancing lagi." Vera yang telah kehabisan tenaga enggan membangunkan sesuatu yang telah tidur di bawah disana.
"Okay baby, i know i know!" beo Raditya sambil mencium lembut kening Vera.
"Hm, katakan apa rencanamu buat wanita yang tadi kau ceritakan?" Raditya membuka obrolan tentang itu.
Vera beranjak dari tempat dia bergumul tadi dan merogoh kantong celana yang dia pakai barusan. Di ambilnya gelang milik Aisyah yang dia paksa ambil dari tangan Aisyah.
Lalu di lemparkan nya gelang itu ke dada Raditya.
"Apa ini?" tanya Raditya heran.
"Ini gelang milik wanita sia*lan itu sayang." jawab Vera yang kembali ikut berbaring bersama Raditya.
"So what should i do?" Raditya kembali bertanya.
"Kau jebaklan wanita itu dengan menggunakan gelang ini Radit. Kau buat seolah-olah wanita sok suci itu ada main serong denganmu."
Raditya seketika memiliki sebuah ide yang membuat ia tersenyum.
"Siap laksanakan kekasihku," ucap Raditya seraya mencium kembali bibir ranum milik Vera.
"Do you want to play one more time?" Raditya nampak bernafsu kembali.
Vera yang tahu kemana arah pembicaraan Raditya tersenyum dan menganggukkan kepala tanda setuju. Dan terjadi lagi pergulatan bira*hi antara Raditya dan Vera.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Di sisi lain,
Aisyah telah selesai membersihkan dirinya. Dia duduk termenung di depan meja riasnya yang besar itu. Aisyah larut dalam lamunannya hingga tak menyadari kedatangan Devan.
__ADS_1
Devan yang melihat istrinya melamun merasakan sesak. Dia tahu apa yang menjadi pikiran Aisyah saat ini. Sudah pasti tentang kejadian siang tadi.
"Sayang,"
Aisyah terkaget mendengar panggilan suaminya.
"Ah maaf mas, aku tak tahu kalau mas sudah datang."
"Sedang apa?" Devan bertanya lembut pada istrinya.
"Tadi aku habis mandi mas sekalian ganti baju." ucap Aisyah sambil menundukkan kepalanya.
"Pantesan wangi banget," Devan sengaja mengalihkan pembicaraan agar Aisyah tak mengingat lagi kejadian tadi siang.
"Mas mau mandi?" tanya Aisyah pada suaminya.
"Iya nih gerah mas sayang, tolong siapkan air hangat buatku mandi ya!" perintah Devan lembut.
"Iya mas Aisyah siapin dulu ya,"
Saat hendak menuju ke bathing room Aisyah menghentikan langkahnya dan bertanya lagi pada Devan.
"Ada lagi mas yang mas butuhkan?"
Devan yang mendengar perkataan istrinya bagaikan angin syurga. Entah kenapa menurutnya pertanyaan Aisyah adalah sebuah ajakan untuk mereguk nikmatnya bercin*ta. Seketika juniornya menegang tak karuan. Tiba-tiba saja Devan berkata,
"Sekalian bisakah kita mandi bersama?"
Aisyah yang mendengar ucapan suaminya langsung merinding,
"Ya Allah salah pertanyaan aku." teriak Aisyah dalam hati.
__ADS_1