
Siang itu saat meeting di kantor ...
Kenapa Pak Ardi dari tadi melihat aku terus sih? Jangan-jangan bedakku terlalu tebal? Atau lipstikku belepotan? Rambutku berantakan? Ahhh ... Bikin adem panas aja nih. Mana matanya kelihatan serem begitu sih. Salah apakah diriku ini? (Kinan).
Alhasil selama meeting berlangsung, hilanglah konsentrasi Kinan. Tidak sabar rasanya meeting ini segera berakhir.
Selesai meeting.
"Kinan, kamu langsung ke ruang saya!" perintah Ardi galak.
Tanpa daya Kinan pun mengikuti Ardi ke ruangannya.
Aduh Mama ... Kenapa lagi ini? Beneran deh pasti aku sudah melakukan kesalahan.
"Duduk! Saya akan bertanya sama kamu!" Ardi menatap Kinan galak.
"Ya, ada apa Pak?" jawab Kinan.
"Sebenarnya kenapa kamu kerja di kantor saya? Apa tujuanmu? Jangan sekali-kali berbohong. Saya sudah tau semuanya tentang kamu!" kata Ardi dengan pandangan sinis.
__ADS_1
"Apa maksud Bapak? Tentu saja tujuan saya bekerja untuk mencari uang dan pangalaman kerja untuk masa depan saya," Kinan menjawab takut-takut.
Sebenarnya apa maksudnya? (Kinan).
Ardi menyipitkan matanya memandang Kinan. Tatapannya galak.
flashback
Seminggu sebelumnya ...
"Pak Ardi, ini laporan lengkap tentang Kinan. Maaf baru saya laporkan sekarang karena harus menyiapkan laporan akhir tahun perusahaan," Jimmy menyerahkan berkas laporan tentang kehidupan Kinan.
Ardi membaca laporan yang ada didepannya. Keningnya berkerut memikirkan apa yang tertera di laporan itu.
"Bagaimana pekerjaan Kinan selama ini? Melihat latar belakangnya, kalau pekerjaannya tidak bagus jangan loloskan dia dari masa training!" Ardi berkata menahan geram.
"Tapi pekerjaan Kinan selama ini bagus Pak. Bahkan lebih dari standar sebagai karyawan training. Dia punya inisiatif, rajin, dan bisa bekerjasama secara team dengan karyawan yang lain. Hubungan dengan rekan kerja juga baik. Bahkan satpam dan office boy mengenal Kinan dan tanggapan mereka sangat positif terhadap Kinan," jelas Jimmy pada Ardi.
"Kinan sering sekali memberikan makan siang untuk satpam, office boy, dan tukang parkir. Saat gajian pun Kinan sempat memberikan uangnya untuk beberapa satpam dan office boy. Walaupun jumlahnya tidak banyak," Jimmy kembali menjelaskan tentang sosok Kinan.
__ADS_1
"Selama ini saya lihat Kinan jika pergi pulang naik motor, tidak pernah terlihat dia mengendarai mobil. Walaupun hujan tetap membawa motornya," Jimmy menambahkan informasi.
Ardi kembali membaca berkas tentang Kinan.
"Baiklah, karna minggu ini kita sibuk menyiapkan laporan akhir tahun maka kita tunda dulu urusan Kinan. Sepertinya motif dia kerja disini tidak membahayakan perusahaan," kata Ardi kemudian.
"Kita urus masalah Kinan minggu depan saja," Ardi menutup map laporan didepannya.
Ardi tdak habis pikir dengan Kinan. Sebenarnya apa yang direncanakannya. Apalagi dengan informasi bahwa selama ini Kinan hanya naik motor untuk transportasi.
Tapi lebih baik tunda dulu masalah ini karena minggu-minggu ini kantor benar-benar disibukkan dengan laporan akhir tahun.
flashback end
Dan disinilah sekarang Ardi menatap Kinan didepannya. Bertanya tentang motif dan tujuan Kinan bekerja di perusahaannya.
"Jawab!!! Saya mulai tidak sabar. Kalau kamu memata-matai perusahaan maka tidak segan-segan saya akan melaporkan kamu ke polisi saat ini juga!" Ardi berkata dengan suara keras.
"Jangan Pak Ardi! Bukan begitu! Sebenarnya karena Kakak menyuruh saya bekerja sebagai karyawan biasa agar punya pengalaman kerja. Karena katanya, saya tidak mungkin bisa menjadi pimpinan kalau belum punya pengalaman apa-apa," keringat dingin sudah bercucuran menjawab pertanyaan Ardi.
__ADS_1
Ardi menatap Kinan tidak percaya. Matanya menyipit sinis.
Ya Tuhan ... Bagaimana ini??? Aku takut!!!!