Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Makan Malam Part 2


__ADS_3

Kinan menjadi serba salah. Jika didepan Ardi, sikap Bu Wida biasa saja terhadapnya. Bahkan seolah-olah bisa menerima dirinya. Tapi jika tidak ada Ardi, Bu Wida berubah. Sikapnya sinis dan tidak ramah sama sekali.


Sampai sejauh ini, Ardi belum mengetahui sikap Mamanya terhadap Kinan.


Malam itu setelah pamit pada Pak Aris dan Bu Wida, Kinan pulang diantar Ardi.


"Kak, sebenarnya aku bisa pulang naik taksi. Kasihan kamu kalau harus bolak balik antar jemput aku," kata Kinan saat sudah berada didalam mobil.


"Tidak repot kok. Aku malah senang jadi bisa tambah lama berduaan dengan kamu," ujar Ardi senang.


"Bukan begitu Kak ... Aku nggak enak aja sama Mama kamu. Tadi terlihat kalau Mamamu kurang senang melihat kamu mengantarku pulang."


"Masa' sih? Mama senang kok."


"Kak Ardi, menurut kamu apa Mama bisa menerima aku?" tanya Kinan hati-hati.


Kinan tidak bisa memberitahukan sikap kurang mengenakkan dari Bu Wida padanya.


Kinan ingin menggali informasi dulu sebelum menentukan sikap.


"Yang aku lihat sih Mama bersikap menerima kamu kok. Jangan kuatir Kinan sayang," kata Ardi sambil menggenggam tangan Kinan.


"Syukurlah kalau Mamamu bisa terima aku," kata Kinan lirih.


Hehh ... Aku nggak bisa berterus terang bilang kalau Mamamu itu sinis sama aku. Rasanya sedih kenapa Bu Wida bersikap seperti itu? Apa mungkin memang aku tidak sepadan bila bersanding dengan kamu Kak Ardi?


"Kinan ... Sudah sampai. Yuk turun aku antar sampai depan pintu," kata Ardi mengagetkan lamunan Kinan.


"Nggak usah Kak. Udah malam. Kak Ardi langsung pulang aja. Hati-hati ya."

__ADS_1


"Oke ... Aku pulang dulu ya," kata Ardi sambil mencium kening Kinan.


Kinan turun dari mobil dan langsung masuk ke apartemennya. Ardi terus mengawasi sampai Kinan tidak terlihat oleh pandangan matanya lalu barulah dia melajukan mobilnya pulang kembali ke rumahnya.


Sementara didalam kamarnya, Kinan tidak bisa tidur. Dia hanya membolak-balikkan badannya.


Ah ... Pikiranku kacau!!! Aku nggak bisa tidur. Tapi kenapa bisa Mama Kak Ardi tidak menyukaiku? Apa yang harus aku lakukan?


Hingga lewat tengah malam barulah Kinan akhirnya tertidur.


Besoknya Kinan berangkat ke kantor seperti biasa. Jadwal meeting pagi ini dibatalkan karena Ardi ada pertemuan dengan klien diluar kantor. Meeting ditunda besok.


Sore hari saat hendak pulang, ponsel Kinan berbunyi tanda ada pesan masuk.


Nomor tak dikenal? Siapa ya?


Kinan membuka pesan dan barulah dia tahu jika yang mengirim pesan adalah Bu Wida.


Ya ampun ... Kenapa Mama Kak Ardi ke apartemenku? Perasaanku jadi nggak enak gini deh ... Lagipula kok dia tahu tempat tinggalku ya?


Kinan pun membalas pesan dari Bu Wida.


- Baik tunggu sebentar Tante. Mungkin 10 menit lagi saya sudah sampai.


Kinan bergegas pulang menuju apartemennya. Ajakan Mitha dan Nana untuk ke coffee shop ditolaknya. Tapi Kinan berjanji akan ikut ke kafe besok sore.


Saat sudah sampai di apartemen, Kinan melihat Bu Wida sedang menunggunya di lobi.


"Tante, lama ya menunggu saya?" sapa Kinan saat bertemu Bu Wida.

__ADS_1


"Tidak terlalu lama. Lantai berapa kamu tinggal?" tanya Bu Wida.


"Lantai 5 . Mari silahkan Tante," ajak Kinan.


Kinan dan Bu Wida menaiki lift dan sampailah mereka di apartemen Kinan.


Kinan membuka pintu dan mempersilahkan Bu Wida masuk.


"Silahkan duduk Tante, saya buatkan minum apa?" tanya Kinan sopan.


Sebenarnya Kinan masih bertanya-tanya tujuan Bu Wida mendatangi apartemennya. Jika menuruti kata hati dia ingin bertanya langsung, tapi Kinan berusaha bersabar agar Bu Wida sendirilah yang akan mengatakan tujuannya.


"Tidak usah. Saya tidak akan lama disini," saut Bu Wida.


"Baiklah"


Kinan duduk berhadapan dengan Bu Wida.


"Kinan, bisakah kita langsung jujur saja? Terus terang saya tidak menyetujui kamu berpacaran dengan anak saya. Karena saya tahu tujuanmu," Bu Wida berkata dengan wajah tidak ramah.


"Maaf Tante Wida, saya belum mengerti maksud Tante," Kinan masih bingung dengan perkataan Mama Ardi.


"Kinan, saya tahu tujuanmu berpacaran dengan anak saya hanya karena uang kan? Apa apartemen ini juga Ardi yang membayarnya?"


"Maaf Tante, apakah Kak Ardi tahu kedatangan Tante kesini?"


"Sudahlah Kinan, jika uang yang kamu minta. Ini saya beri cek yang jumlahnya cukup tapi tinggalkan anak saya!"


Bu Wida menyerahkan selembar cek. Kinan melihat jumlah nominalnya dan dia terkejut dengan jumlah fantastis yang tertera disana.

__ADS_1


Tangan Kinan gemetar. Hatinya sedih melihat selembar cek ditangannya tapi kesedihan hatinya berubah menjadi kemarahan.


__ADS_2