
"Ardi, Kinan, lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Papa Aris mengagetkan Ardi juga Kinan.
"Iya, kami semua sudah merestui. Semoga kalian bisa merencanakan secepatnya," Mama Ratna ikut berbicara.
Ardi bertukar pandang dengan Kinan bertanya. Namun Kinan sendiri juga bingung akan memutuskan.
Setelah sesaat lamanya terjadi keheningan, akhirnya Ardi bersuara.
"Kami ingin bertunangan terlebih dulu, setelah itu semoga tahun depan kami menikah."
Kinan mengangguk menyetujui pernyataan Ardi.
"Baiklah, bagaimana jika bulan depan kalian bertunangan?" tanya Papa Aris mengusulkan.
Semua menyambut dengan baik usulan tersebut. Untuk semua acara akan diadakan secara privat di villa milik Ardi. Untuk pernikahan Ardi dan Kinan akan diadakan di Bali karena memang itulah keinginan Kinan selama ini.
Malam itu selesai acara, Kinan dan Mama juga Kevin pulang kembali ke hotel tempat mereka menginap.
**
Kinan kembali menjalani hari-harinya dengan bekerja seperti biasa. Untuk pendidikan yang sudah direncanakannya tetap akan dilakukannya. Kinan pun mendaftar di sebuah Universitas swasta terdekat. Kinan tetap bekerja sambil kuliah. Ardi tetap mendukung apapun yang Kinan lakukan.
Acara pertunangan Ardi dan Kinan tinggal 3 hari lagi. Siang itu setelah makan siang di kantin kantor, Kinan meminta bertemu dengan Ardi di ruangannya.
Saat Kinan masuk, terlihat Ardi masih berkutat dengan berkas-berkas yang harus dipelajarinya.
"Selamat siang Pak Ardi, maaf mengganggu," sapa Kinan masih berdiri di dekat pintu.
"Ya ampun Kinan, kamu apa-apaan sih masih berdiri di situ. Sini kemari!" perintah Ardi.
Saat Kinan sudah berdiri di depan Ardi, tiba-tiba Ardi langsung mencium bibir Kinan dengan mesra. Tangan Ardi memeluk pinggang dan mendekatkannya ke tubuh kekarnya.
Kinan terengah-engah mengatur nafasnya. Tidak siap menerima ciuman dari Ardi.
__ADS_1
Saat sudah beberapa lama, akhirnya Ardi mengakhiri ciumannya namun tangannya masih tetap memeluk Kinan.
"Pak, lepaskan! Nanti jika dilihat orang bagaimana?" Kinan berusaha melepas tangan Ardi yang masih memeluk pinggangnya.
"Kalau kamu masih panggil 'Pak', aku nggak akan melepaskan kamu. Biar orang melihat," kata Ardi santai.
"Lah kan kalau di kantor harus panggil 'Pak' kan?!"
"Ah terserahlah!" kata Ardi cemberut lalu melepas pelukannya pada Kinan.
"Ih Pak Ardi marah ya? Aku panggil 'Kak' tapi jangan marah lagi ya," rayu Kinan.
"Cium pipiku dulu."
Tanpa ragu Kinan mencium pipi Ardi.
"Kak Ardi, boleh nggak aku minta sesuatu?" tanya Kinan saat mereka sudah duduk berhadapan.
"Minta apa sayang?"
"Kinan ... kamu yakin? Kan kamu sendiri yang bilang kalau pertunangan kita ini harus dirahasiakan dulu. Kamu nggak ingin jadi bahan gunjingan kalau orang-orang tahu kamu tunangan aku," kata Ardi panjang lebar.
"Kan temanku ini bisa dipercaya Kak."
"Kinan, besok kan sahabat-sahabatmu datang kan? Dewi dan Chelsea?" tanya Ardi.
"Iya, besok Dewi dan Chelsea datang. Tapi aku ingin mengundang Nana, Mbak Mitha dan Alex. Mereka ini sahabatku di sini Kak. Boleh ya," bujuk Kinan sambil memegang tangan Ardi.
"Terserah kamu sajalah. Sebenarnya aku malah ingin orang kantor mengetahui jika kamu adalah tunanganku, supaya mereka tidak mengganggumu."
"Jangan dulu Kak. Aku masih ingin bekerja di sini. Besok kalau kita sudah mau menikah, aku akan keluar kerja jadi saat itulah baru katakan pada orang kantor kalau aku ini calon istrimu," Kinan menyandarkan kepalanya di bahu bidang Ardi.
"Kinan, kamu yakin kita menikahnya tahun depan?"
__ADS_1
"Yakinlah Kak ... Memangnya kenapa?"
"Aku sudah tidak sabar Kinan sayang," Ardi kembali mencium bibir Kinan mesra.
Kinan berusaha melepas bibirnya dari pagutan bibir Ardi namun Ardi makin memperdalam ciumannya.
"Ih Kakak!!! Ini kan di kantor Kak ...," Kinan berteriak tertahan.
"Habisnya kamu makin hari makin menggemaskan," Ardi kembali ingin mencium tapi Kinan menjauhkan tubuhnya.
"Ah sudah Kak ... Aku keluar dulu ya," kata Kinan sambil berdiri dan keluar ruangan kantor Ardi.
Ardi yang melihat hanya tersenyum senang melihat Kinan yang tampak cemberut.
**
Sabtu malam yang cerah, pertunangan Ardi dan Kinan dilaksanakan. Karena digelar secara privat, maka hanya keluarga dan sahabat terdekatlah yang diundang.
Villa milik Ardi disulap menjadi tempat yang nyaman untuk acara pertunangan. Banyak bunga yang menjadi hiasan di ruangan villa ini.
Kinan mengenakan dress cantik dengan hiasan renda. Sedangkan Ardi mengenakan jas warna gelap yang semakin menonjolkan kemaskulinannya.
Ardi menatap Kinan penuh cinta. Dirinya tidak percaya akan memiliki Kinan untuk menjadi calon istrinya. Walaupun masih tahun depan pernikahan mereka, tapi Ardi sudah sangat senang dirinya bertunangan dengan Kinan yang sangat dicintainya.
"Aku cinta kamu," bisik Ardi di telinga Kinan.
"Aku lebih mencintaimu," balas Kinan tersenyum senang.
Keluarga Kinan dan Ardi saling berkenalan dan mengobrol dengan santai.
Dewi dan Chelsea pun berkenalan dengan sahabat-sahabat Kinan di sini. Ada Nana, Mitha dan Alex. Tak disangka mereka semua bisa saling akrab.
"Selamat ya Kinan dan Kak Ardi."
__ADS_1
Satu per satu sahabat-sahabat memberikan selamat padanya.
Semua ikut senang dan dapat merasakan kebahagiaan Ardi dan Kinan yang bertunangan malam itu.