
Pesta pernikahan perak Pak Ronald bertempat di sebuah hotel mewah di jantung kota metropolitan.
Semua tamu undangan tampak menikmati acara pesta yang dikemas secara apik dan berkesan romantis.
Kinan memperhatikan wajah-wajah tamu undangan yang tampak familier baginya, karena kebanyakan adalah teman-temannya di kantor.
"Kinan, sini!" teriak Mitha.
Kinan melihat Mitha dan Nana berada tak jauh darinya.
"Wow ... Kamu tampak cantik sekali Kin," seru Nana.
"Hehe masak sih?" Kinan hanya tersenyum manis mendengar pujian Nana.
Sebenarnya Kinan merencanakan penampilannya malam ini dengan cermat.
Kinan ingin membuat Ardi terpesona dengan penampilannya. Meskipun Kinan sendiri tidak tahu apa yang diharapkannya, tapi ia ingin tampil maksimal.
"Alex mana Mbak Mitha?" tanya Kinan.
"Loh ... Aku kira kalian berangkat bersama tadi? Mungkin Alex belum datang," kata Mitha.
"Yuk cari makanan, aku laper nih," ajak Nana.
Kinan, Nana dan Mitha mengambil makanan yang terhidang sesuai selera masing-masing.
__ADS_1
Kinan merasa tidak tenang. Takut jika tiba-tiba Ardi akan datang bersama Nathasya. Matanya terus mengawasi pintu masuk ruang pesta ini.
"Kinan, lihat tuh siapa yang datang!" Nana menunjuk pintu masuk.
Sial!!! Kak Ardi benar datang dengan Nathasya. Sebisa mungkin aku akan menghindar saja. Huh ... Apa sih yang tadi aku pikirin sampai aku dandan kayak gini mengharap Kak Ardi terpesona. Padahal saat ini dia sudah punya gandengan. Mana mungkin dia akan terpesona jika melirik aku aja kayaknya mustahil.
Kinan memperhatikan Ardi dan Nathasya yang berbincang dengan Pak Ronald.
Kinan cepat-cepat menghabiskan makanannya dan pamit pada Nana dan Mitha jika dia ingin pergi ke toilet sebentar.
Kinan tidak pergi ke toilet. Dia malah duduk di luar ruang pesta.
Rasanya segar banget diluar sini. Apa aku pulang aja ya? Buat apa juga terus disini. Nanti yang ada aku malah akan terus sedih lagi.
"Kinan, mau kemana?" teriak sebuah suara.
"Ada apa Nathasya?" Kinan terpaksa menghentikan langkahnya.
"Halo Kinan, aku tadi melihatmu keluar ruangan jadi aku mengikutimu."
"Untuk apa mengikutiku?"
"Aku tahu kamu sedih banget ya melihat aku selalu bersama dengan kak Ardi?" Nathasya menampilkan senyum seperti ejekan.
Apa maksudnya sih? Kenapa sorot matanya tampak jahat padaku ya?
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Kinan.
"Haha Kinan ... Aku tahu hubunganmu sebelum ini dengan Kak Ardi. Tapi sekarang sudah berakhir kan? Karna Kak Ardi sudah memberitahu aku kalau kalian sudah putus. Benarkan?"
Benarkah Kak Ardi sudah bilang putus dengan aku pada Nathasya? Aku rasanya nggak percaya, tapi ...
"Maaf Nathasya, tapi aku belum paham maksudmu mengajak bicara tentang
masalah ini."
"Kamu itu bodoh banget sih Kinan. Aku bicara ini ke kamu mau memperingatkan kamu supaya jauh-jauhlah dari pacarku!"
"Memang siapa pacarmu?" Kinan masih belum mengerti.
"Tentu saja Ardi!" teriak Nathasya.
"Oh sekarang Kak Ardi pacarmu? Selamat deh buat kalian. Semoga bisa lanjut ke jenjang pernikahan," kata Kinan.
"Loh kamu nggak marah?"
"Untuk apa marah? Yang memilihkan Kak Ardi dan dia sudah memilihmu jadi aku akan terima," Kinan berusaha tersenyum agar kepedihan hatinya tertutupi.
"Oke aku percaya kata-katamu. Janji ya untuk tidak mendekati Ardi lagi. Jika kamu masih menggoda Ardi, maka kamu akan tahu akibatnya!" Nathasya berlalu meninggalkan Kinan sendirian.
Kinan kembali masuk ke ruang pesta.
__ADS_1
Harus kuat menghadapi ini! Jika memang Kak Ardi sudah menganggap hubungan kita putus dan sekarang memilih Nathasya ... Ya sudahlah, aku akan melepaskan Kak Ardi. Aku anggap hubunganku dengan Kak Ardi sudah berakhir.