Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Pernikahan


__ADS_3

Kinan menjalani hari-harinya dengan indah. Kini dirinya sudah bertunangan. Rencananya tahun depan akan dilangsungkan pernikahannya di salah satu hotel milik orang tuanya di Bali.


Hari-harinya sibuk dengan bekerja dan sore harinya Kinan kuliah. Sampai suatu hari saat Ardi makan malam di apartemen Kinan, Ardi melihat jika Kinan sangat kelelahan.


"Kinan, apa kamu tidak kecapekan? Setiap hari kurang istirahat. Aku tidak ingin kamu nanti sakit. Lebih baik kamu konsentrasi kuliah saja dan berhenti dulu kerjanya. Bagaimana?" tanya Ardi hati-hati karena tahu jika Kinan sangat menyukai kerja di kantornya.


"Capek sih," saut Kinan.


"Ya sudah, kalau begitu kamu resign dulu saja. Jika kamu sudah selesai kuliah dan kembali ingin bekerja di kantor pasti diterima kok," kata Ardi menenangkan.


"Beneran?"


"Iya, lagipula kan tiga bulan lagi kita menikah. Kamu istirahat dan fokus kuliah dulu saja. Aku tidak mau lho saat kita menikah kamu nanti malah sakit," lanjut Ardi.


"Iya sih, apalagi semester depan juga mata kuliah yang tersisa tinggal sedikit dan tinggal membuat tesis."


Akhirnya Kinan pun mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaannya dahulu. Ternyata dia sangat lelah menjalani dua profesi.


Kinan sudah memberitahu manajer kantornya jika minggu depan ia akan resign sehingga pihak kantor ada waktu untuk mencari pengganti posisinya.


Sebenarnya Kinan merasa sedih meninggalkan sahabat-sahabatnya di kantor, tapi keputusan ini adalah yang terbaik untuk dirinya.


Untuk penghasilannya per bulan, Kinan tidak perlu kuatir. Karena Kevin, kakaknya, yang dulu memberinya tantangan untuk bekerja sebagai karyawan memenuhi janjinya. Kinan sudah berhasil menyelesaikan tantangan itu jadi walaupun dia tidak mengelola hotel yang dijanjikan Kevin, tapi keuntungan dari hotel itu menjadi milik Kinan.


Hari terakhir Kinan bekerja menjadi hari yang menyedihkan baginya. Enggan rasanya meninggalkan tempat yang membuatnya nyaman dan betah bekerja di kantor ini.


Kinan pamit pada semua rekan-rekan kerjanya.


Saat berpamitan dengan Nana, Alex dan Mitha, mereka semua berpelukan dengan sedih. Walaupun masih bisa tetap bertemu seusai jam kantor, namun rasanya sedih tidak bisa sebagai rekan kerja lagi.


Sepulang kantor sore itu di hari terakhirnya, Kinan mengajak ke tiga sahabatnya untuk pergi ke coffeshop favorit mereka.


Saat sudah duduk di dalam coffeshop, mereka semua memesan minuman dan cemilan.

__ADS_1


"Kinan, janji ya setelah kamu selesai kuliah kamu akan kembali kerja dengan kita lagi," kata Nana merasa sedih kehilangan sahabatnya.


Kinan hanya tersenyum bingung akan menjawab apa karena dia pun juga belum memikirkan hal itu.


"Ayolah Kin ... kan nanti kamu sudah jadi bu bos, mudah kan pastinya kembali ke kantor lagi," canda Alex.


"Husss ... jangan begitu dong," saut Mitha memukul lengan Alex pelan.


"Haha aku pasti akan kangen dengan kalian. Tapi aku belum tahu apakah besok akan kembali kerja lagi. Inginnya sih begitu tapi aku kan juga harus bilang Kak Ardi dulu," kata Kinan.


"Betul itu. Kan tiga bulan lagi status Kinan sudah jadi istri," Nana senyum-senyum.


"Nana, kamu iri?" tanya Alex bercanda.


"Iya aku iri. Kapan aku dipinang seorang pria baik hati dan tidak sombong," Nana cemberut kesal.


"Tenang Nana, kan ada aku. Bulan depan kupinang dirimu," kata Alex.


Kinan dan Mitha hanya berpandangan senyum-senyum. Kini mereka menyadari jika Nana dan Alex mulai tertarik satu sama lain.


"Nah begitu dong Nana, Alex. Aku ikut bahagia jika kalian benar-benar pasangan," Kinan tersenyum senang.


"Kin! Ini hanya bercanda bukan beneran!" teriak Nana tertahan.


Kinan, Alex dan Mitha semakin tertawa geli melihat Nana yang semakin sewot.


Sore itu di coffeshop Kinan sangat senang akan kebersamaan dengan sahabat-sahabatnya.


**


... Tiga bulan kemudian ...


Kinan sudah berada di Bali dua minggu sebelum hari pernikahannya. Banyak yang harus disiapkannya. Walaupun Kinan dan Ardi menyewa wedding organizer, tapi Kinan tetap harus ikut mengawasi agar semua berjalan dengan baik.

__ADS_1


Kinan mengundang sahabat-sahabatnya. Ada Dewi, Chelsea, Nana, Alex dan Mitha. Mereka sudah saling mengenal saat hari pertunangan Kinan setahun yang lalu.


Sehari sebelum Kinan berangkat ke Bali, dia dikejutkan dengan kedatangan Nathasya dan Derryl ke apartemennya.


Ternyata Nathasya sudah sembuh dari sakitnya dan yang membuat Kinan terkejut adalah Nathasya dan Derryl sekarang sudah bertunangan dan tahun ini juga mereka akan menikah.


Kinan ikut berbahagia mendengarnya. Selain itu, dia juga merasa lega karena Nathasya tidak lagi menjadi batu sandungan bagi hubungannya dengan Ardi. Namun Kinan tetap mengundang Nathasya dan Derryl ke acara pernikahannya.


Hari pernikahan pun tiba. Kinan berjalan di altar menuju lelaki pujaan hatinya disaksikan keluarga dan sahabat-sahabat. Karena pernikahan ini memang digelar secara privat.


Saat sudah dinyatakan sah sebagai suami istri, Ardi mencium Kinan dengan penuh cinta.


Perasaan terdalam meluap dari hati mereka yang terlihat pada wajah Ardi dan Kinan yang tampak sangat bahagia. Akhirnya mereka disatukan dalam ikatan pernikahan yang suci setelah melewati berbagai tantangan dan hambatan sebelum mencapai tahap ini.


Ardi dan Kinan sama-sama berjanji untuk saling mencintai dan menyayangi baik dalam suka maupun duka.


Keluarga dan sahabat-sahabat yang menyaksikan pun tampak terharu namun juga ikut berbahagia melihat Ardi dan Kinan yang terlihat sangat bahagia.


Pernikahan Ardi dan Kinan selanjutnya dirayakan di hotel secara mewah. Semua tamu undangan yang hadir tampak sangat menikmati pesta pernikahan ini.


Usai rangkaian acara pernikahan, Ardi dan Kinan langsung pergi menuju villa tempat bulan madu.


Ardi terus memeluk Kinan dan selalu menghujaninya dengan ciuman mesra.


"Kak, malu lah kalau terus dipeluk begini," protes Kinan yang merasa belum terbiasa.


"Kenapa? Siapa yang melihat? Lagipula kita kan sudah sah suami istri," kata Ardi yang semakin erat memeluk Kinan.


Kinan akhirnya pasrah dan menerima hujan cinta dari suaminya.


"Kinan, ingat selalu janjiku ya... Aku akan selalu mencintaimu," kata Ardi mesra lalu mencium Kinan.


"Aku juga akan selalu mencintaimu suamiku," balas Kinan mesra.

__ADS_1


The End


 


__ADS_2