
Mama sudah meninggalkan kamar Ardi. Sementara Ardi masih merenungkan semua perkataan Mama barusan. Entah apa lagi yang direncanakan Nathasya.
Ardi mengambil ponsel yang ada di nakas sebelah tempat tidurnya. Ardi menceritakan semua informasi yang didapatnya dari Mama pada Kinan.
Bagi Ardi, hubungannya dengan Kinan sangat serius jadi dia tidak ingin menyembunyikan apapun dari Kinan. Kejujuran merupakan hal yang sangat penting baginya.
Ardi terus memandangi layar ponselnya, tapi Kinan tak juga membaca pesannya.
Mungkin Kinan sudah tidur. Berarti baru besok aku bisa membicarakannya dengan Kinan. Ah ... Pusing memikirkan Nathasya. Kenapa ya dia terus membuat masalah. Aku menyadari jika Nathasya ingin kembali berpacaran denganku tapi kan Nathasya sudah kutolak berkali-kali ... juga saat ini Nathasya tahu kalau aku berpacaran dengan Kinan. Nathasya ini benar-benar membuatku hilang kesabaran. Tapi ... apa yang bisa kulakukan agar Nathasya tidak mengganggu lagi?
Malam ini Ardi tidak bisa tidur. Dia ingin hari segera berganti pagi agar bisa lekas berangkat ke kantor. Ardi ingin segera bertemu Kinan untuk membahas permasalahan ini dan menyusun rencana.
Hari telah berganti pagi, Kinan segera bnagun dan mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke kantor. Kinan sempat membaca pesan dari Ardi pagi ini. Lumayan kaget juga karena ternyata semua kejadian ini adalah karena Nathasya.
Kinan cepat-cepat berangkat agar dia bisa segera bertemu Ardi. Rasanya sudah tidak sabar untuk membahasnya dengan Ardi.
Sesampainya di kantor ...
"Kinan, cepat kamu masuk ke ruang Pak Bos!" seru Alex saat melihat Kinan datang.
"Loh ... Pak Bos pagi-pagi begini sudah datang? Tumben amat ya?" tanya Kinan sambil duduk di meja kerjanya dan mulai menyalakan komputer.
"Kinan, kamu sudah membuat kesalahan ya? Kok tadi Pak Ardi kelihatan marah?" tanya Alex penasaran.
"Ya mana kutahu?!" saut Kinan santai.
" Sudah sana cepat ke ruang Pak Ardi! Kok kamu malah santai sih?" Alex makin penasaran.
__ADS_1
"Hehe ... Iya iya. Sabar sedikit dong," kata Kinan meninggalkan Alex dan berjalan menuju ruang Pak Bosnya.
Pelan-pelan Kinan membuka pintu. Dilihatnya Ardi berdiri menghadap luar melihat pemandangan yang terhampar dari jendela kantornya. Tubuhnya terlihat tegang dan wajahnya kusut, terlihat kurang tidur.
"Pak Ardi memanggil saya?" tanya Kinan.
"Eh Kinan, kamu bicara formal sekali?"
"Kan ini di kantor Pak?" saut Kinan.
"Iya iya terserah kamu ajalah," Ardi enggan berdebat dengan Kinan saat ini.
Ardi mengajak Kinan duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.
"Kinan, kamu sudah membaca pesanku kan?" tanya Ardi.
"Iya sudah."
"Lalu? Maksudnya?"
"Ya lalu bagaimana tindakan kita? Apa yang mesti kita lakukan?"
"Ehm ... aku tidak tahu? Apa Kak Ardi sudah punya rencana?" Kinan malah balik bertanya.
"Aku belum punya rencana supaya Nathasya menyerah dan tidak mengganggu kita lagi."
"Nathasya kita carikan pacar saja yuk Kak. Kalau dia sudah punya pacar kan pasti tidak akan mengganggumu lagi," ujar Kinan.
__ADS_1
"Idemu cemerlang sekali ya Kinan," Ardi melihat Kinan gemas.
"Hehe ... iya dong. Apa Kak Ardi punya target untuk dijadikan pacarnya Nathasya?" tanya Kinan.
"Aduh ... Kita malah repot mencarikan orang pacar. Hufff ... idemu memang bagus banget Kin," Ardi hanya bisa geleng-geleng kepala.
Kinan hanya tersenyum cengar-cengir.
"Kinan, mungkin lebih baik kita katakan saja pada Mama siapa kamu ini. Dengan begitu kan masalahnya selesai ya kan?" tanya Ardi.
"Ya sudahlah kalau memang itu jalan keluarnya. Tapi apa Mama akan percaya kalau kita tidak membawa bukti?"
"Iya ya ... kamu ada ide?"
"Menurutku sih Mamamu pasti langsung percaya kalau bertemu langsung dengan Papa Mamaku. Tapi bagaimana caranya?" tanya Kinan.
"Ehm ... Apa kamu minta Papa Mamamu untuk berkunjung saja ke sini? Bilang saja kamu kangen atau apa gitu? Nah ... setelah itu kita adakan makan bersama antara Papa Mamamu dengan orang tuaku. Bagaimana? Setuju?"
"Okelah ... Aku usahakan," kata Kinan.
Ardi meraih tangan Kinan dan menggenggamnya. Lalu Ardi mencium tangan Kinan lembut.
"Semoga rencana kita berjalan lancar ya Kin," kata Ardi sambil mencium pipi Kinan.
Kinan mengangguk mantap.
Tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat Pak Jimmy dan Alex masuk ruangan.
__ADS_1
Pak Jimmy tidak terkejut tapi Alex terlihat sangat terkejut.
Mengapa Pak Ardi mencium Kinan? Apa hubungan mereka? Alex hanya bisa membatin dalam hati tapi tidak berani bertanya apa-apa.