Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Tahun Baru Part 2


__ADS_3

Gimana nih ... Sembunyi dimana ya?? Oh ... ke toilet aja ah ... Pak Ardi juga sibuk sendiri.


Di kejauhan Ardi memperhatikan Kinan yang terburu-buru pergi.


Kemana dia? Kenapa buru-buru? Jangan-jangan mau kabur?


Ardi mengikuti Kinan dari belakang. Ternyata Kinan ke toilet wanita. Ardi menunggu dengan sabar.


Lama banget di toilet ...


Saat Kinan keluar ...


"Ya ampun Kak Ardi! Ngagetin orang aja," teriak Kinan.


"Kamu kenapa lama banget di dalam toilet? Ayo cepat ikut!" perintah Ardi.


Ardi menarik tangan Kinan. Walaupun Kinan berusaha melepaskan tangannya tapi pegangan tangan Ardi terlalu kuat.


"Kak, kita mau kemana? Kita pulang aja ya," Kinan membujuk Ardi.


"Pesta baru saja dimulai, kenapa buru-buru pulang. Aku mau ngenalin kamu ke seseorang."


Kinan hanya bisa pasrah menerima ajakan Ardi. Sambil terus berpikir alasan apa yang akan dia pakai kalau harus ketemu Derryl.


Ardi terus menggenggam tangan Kinan sampai mereka berhenti berhadapan dengan seorang gadis.


"Halo Nathasya ... Ini Kinan yang aku ceritakan tadi"


Wow ... Cantik banget ... Namanya tadi Nathasya ya?

__ADS_1


"Hai Kinan, senang berkenalan denganmu," sapa Nathasya dengan muka sinis.


"Halo Nathasya, senang juga berkenalan denganmu," kata Kinan ramah.


Loh ... Kenapa Nathasya mukanya sinis gitu sih? Memang apa salahku? Eh ... Apa dia ada hubungan dengan Pak Ardi ya? Ah ... Bodoh amat. Yang penting sekarang aku harus bersiap kalau ketemu Derryl. Wah gawat ... Derryl malah menuju kesini!


"Halo Nathasya, lama nggak ketemu ya? Loh ... Kinan kenapa kamu ada disini? Katamu kemarin ... "


Derryl belum menyelesaikan kalimatnya tapi tangannya sudah ditarik Kinan menjauh.


"Maaf Kak Ardi, Nathasya ... Saya mau bicara sebentar dengan Derryl," Kinan pergi begitu saja tanpa menyadari kening Ardi berkerut bertanya-tanya.


"Derryl, maafkan aku ya ... Aku sudah berbohong sama kamu. Kemarin aku bilang akan pulang ke kota S tapi ternyata aku ada disini," Kinan menampakkan wajah menyesal padahal enggak sih, cuma nggak enak aja sudah ketahuan bohong.


"Kamu kesini sama siapa? Kamu kenal dengan Nathasya?" tanya Derryl.


"Aku kesini sama bos ku. Katanya ini tugas kantor, makanya aku disini sekarang."


"Iya bener. Udah nggak usah banyak nanya. Memangnya kamu kenal dengan Nathasya?" tanya Kinan.


"Jelas kenal lah ... Dia teman SMA ku dulu. Terus cowok yang sama Nathasya itu bos kamu?"


"Iya, namanya Pak Ardi," jelas Kinan.


Saat itu Ardi dan Nathasya sudah ada dekat mereka.


"Kinan ... Siapa dia?" tanya Ardi.


"Dia teman kuliah saya dulu Kak. Kenalkan namanya Derryl," jawab Kinan.

__ADS_1


Ardi dan Derryl saling berjabat tangan memperkenalkan diri masing-masing.


Aku malu mau bilang kalau Derryl adalah mantanku ... Batin Kinan dalam hati.


Ardi, Derryl, dan Nathasya mengobrol santai. Hanya Kinan yang bingung ada di tengah-tengah mereka.


Huh ... Kapan acara ini selesai? Rasanya sudah bosan pengen cari udara segar di luar.


"Kin, pulangnya aku antar ya," ajak Derryl.


""Kinan pulang bersama saya. Tadi berangkat bersama saya jadi sayalah yang akan mengantarkan dia pulang nanti," tegas Ardi menjawab.


Puncak acara sudah akan dimulai yang ditandai dengan penyalaan kembang api.


Duaaarr ... duaaarr ...


Suara kembang api keras menggema. Langit tampak terang karena banyaknya cahaya kembang api yang meledak di langit.


"Wow ... Indahnya," gumam Kinan.


"Selamat tahun baru Kin," kata Ardi.


"Selamat tahun baru juga Kak. Semoga tambah sukses di tahun ini," kata Kinan tersenyum manis.


Ardi menggandeng tangan Kinan menjauhi keramaian pesta.


"Yuk ... Aku ajak ke suatu tempat," kata Ardi.


Kemana lagi sih Pak Ardi mau membawaku?

__ADS_1


Ardi dan Kinan tidak menyadari ada dua orang di kejauhan yang mengamati mereka.


__ADS_2