Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Terlambat


__ADS_3

Hari pertama kerja setelah cuti liburan merupakan bencana buat Kinan.


Semalam tidak bisa tidur membuat Kinan kesiangan. Terlambat masuk kerja adalah hal yang memalukan di kantornya.


Apalagi pagi ini, Pak Bos datang pagi sekali. Ada dua orang yang terlambat, yaitu Kinan dan Pak Lukas, rekan kerja bagian marketing. Alhasil pagi ini Kinan dan Pak Lukas berdiri diinterogasi di ruangan Pak Ardi.


Tumben yang interogasi Kak Ardi? Padahal kan biasanya kalau telat begini cuma sama Bu Indah, Kepala HRD.


Kinan hanya bisa membatin dalam hati.


"Pak Lukas, kenapa bisa terlambat pagi ini?" tanya Ardi.


"Maaf sekali Pak. Saya tahu ini bukan alasan, tapi jembatan dari rumah saya menuju kantor sedang diperbaiki jadi jalanan sangat macet. Saya sudah berangkat lebih pagi dari biasanya tapi tetap saja terlambat. Besok saya janji tidak akan terlambat lagi," jelas Pak Lukas.


"Baiklah, kali ini saya bisa memakluminya. Tapi jika sudah terlambat tiga kali, Pak Lukas akan mendapat Surat Peringatan sesuai dengan peraturan perusahaan. Mengerti Pak Lukas?" kata Ardi.


"Mengerti Pak Ardi. Terima kasih," saut Pak Lukas.


"Kinan, setahu saya tempat tinggalmu dekat dari kantor. Lalu kenapa kamu bisa terlambat? Ini hari pertama kamu masuk setelah cuti lho," Ardi memandang Kinan tajam.


Huh galak amat sih. Emang dia sama sekali nggak kangen aku ya? Masak marahin aku masih ada Pak Lukas disini? Disuruh berdiri gini kayak anak SD aja.


"Maaf Pak Ardi, tadi pagi saya terlambat bangun," Kinan berterus terang.

__ADS_1


"Apa? Alasan apa itu? Apa tidak ada alasan lain yang lebih masuk akal?" Ardi tidak habis pikir dengan Kinan.


"Saya jujur mengatakannya Pak," saut Kinan.


"Oke, baiklah. Saya akan menyuruh Bu Indah untuk mengurus ini sesuai peraturan perusahaan yang berlaku. Apalagi ini kamu lakukan setelah kamu ambil cuti panjang. Sangat tidak profesional sekali!" Ardi sinis mengatakannya.


"Baik Pak Ardi," Kinan memandang mata Ardi tidak takut.


Huh memang dia anggap aku sekarang apa sih? Memang aku salah, tapi selama ini aku baru terlambat dua kali. Kok dia bisa semarah ini? Lagian bukankah aku yang harusnya masih marah sama dia, kok bisa-bisanya dia yang marah ke aku? Aneh ... Kenapa perasaanku jadi nggak enak gini sih ...


Kinan terus membatin dalam hati saat sudah duduk di meja kerjanya.


Pekerjaan Kinan menumpuk karena seminggu dia cuti. Kinan tidak memperhatikan sekelilingnya tapi tiba-tiba seakan arah pandangan semua rekan kerjanya tertuju ke arah pintu.


Ya wanita itu adalah Nathasya.


Kinan tidak terlalu terkejut karena kemarin Nana sudah bercerita.


Kinan berusaha berkonsentrasi untuk bekerja dan tidak memikirkan tentang Ardi. Tapi ...


Apa ya kira-kira yang dibicarakan Kak Ardi dan Nathasya? Apa yang dilakukan mereka berdua? Sudah hampir satu jam mereka di ruang kerja. Mungkin benar mereka pacaran lagi. Apa aku harus mundur dan tidak usah ada pembicaraan apa-apa lagi sama Kak Ardi? Entahlah ... Aku bingung ...


"Hei Kinan! Melamun aja. Ayo kita makan siang. Sudah waktunya istirahat nih," ajak Mitha.

__ADS_1


"Eh iya mbak, ayo. Loh mana Nana?"


"Cari aku Kin? Ayo ke kantin, aku juga udah lapar nih," tiba-tiba Nana datang.


Kinan dan kedua temannya makan siang di kantin.


"Kinan, benarkan yang aku bilang kemarin? Itu lho pacarnya Pak Boss sekarang sering datang ke kantor," Nana bicara sambil mengunyah makanannya.


"Hei ... Jangan menggosip dong. Nanti ada yang denger, kamu dilaporin sama Pak bos gimana Na," saut Mitha.


"Hehe iya maaf. Aku nggosip ya?" Nana cuma cengar cengir.


"Iya kamu benar Na. Sudahlah biarin aja. Toh nggak ada hubungannya sama kita kan?" Kinan berusaha sebaik mungkin menyembunyikan perasaannya.


"Mungkin sebentar lagi kita diundang acara pertunangan ya ... Atau malah pernikahan?" kata Nana.


"Kamu ini menggosip aja. Sudah ah ini masih di area kantor. Jangan bicara sembarangan Nana!" Mitha sampai gemas mengingatkan.


"Iya iya mbak Mitha... hehe."


Kinan masih berpikir sambil menghabiskan makanannya.


Benarkah mereka memang betul-betul pacaran lagi? Aku sedih mau nangis rasanya.

__ADS_1


__ADS_2