Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Terkejut


__ADS_3

Help me ... Anyone ...


"Ma ... maap Pak Ardi, saya nggak sengaja menabrak Bapak. Habisnya Bapak tiba-tiba muncul bikin saya kaget," Kinan berkata tanpa rasa bersalah.


"Oh, jadi sekarang kamu sudah tahu nama saya. Terus saya yang salah sudah menabrakmu?" Ardi berkata sambil melototkan matanya.


"Maap Pak Ardi, sayalah yang salah. Beneran nggak sengaja," takut-takut Kinan melirik Ardi.


Kenapa Kinan kalau menahan marah kok mukanya jadi imut gini ya ... Lumayan manis juga. (Ardi).


"Ya sudah, saya sibuk. Menganggu orang saja," kata Ardi sambil berlalu dari Kinan.


Kinan melihat punggung Ardi sambil menahan emosi. Kemudian berkas-berkas yang berserakan di lantai dipunguti Kinan.


Dasar Bos jutek! Ganteng sih tapi bikin males aja. Coba kalau ini adegan sinetron pasti Bos sudah ikut merapikan kertas-kertas ini sambil berpandangan bikin hati dangdutan terus ...


"Kin ... dari tadi dipanggil diam aja. Yuk cepetan ke ruang meeting. Kalau telat bisa-bisa Bos nggak ijinkan kita duduk dan menyuruh berdiri di pojokan saat meeting," seru Mitha.


Karena dari tadi Kinan bengong, entah apa yang ada di kepalanya.


"Huh ... Berdiri di pojokan? Emang kita anak SD ... Yuk lah kita berangkat," muka Kinan masih kelihatan sebal.

__ADS_1


Saat meeting berlangsung Kinan sama sekali tidak konsentrasi. Pikirannya terganggu dengan bosnya.


Kalau dilihat ganteng sih, keren tapi galak banget ya ... Nggak ada ramah-ramahnya sama sekali! Setahun ini aku menghindar dari Bos aja ah cari aman biar tantanganku sukses dan hadiahku juga aman. Kenapa dari tadi bos malah melihat aku terus sih? Kayaknya dia masih dendam sama aku nih ... Pasang muka bayi aja ah, nggak berdosa. Uuuhh ... Lama banget nih meeting. Kapan selesainya?


Selama dua jam meeting berlangsung, pikiran Kinan entah dimana. Sibuk dengan lamunan mengenang saat bersenang-senang dengan sahabatnya Dewi dan Chelsea.


Kapan mereka bertiga bisa ketemuan. Inginnya jalan-jalan ke mall dan makan enak.


Sementara dari tadi Ardi terus memperhatikan Kinan. Dia juga tidak bisa konsentrasi. Pikirannya sibuk menilai Kinan.


Penampilannya cantik juga ya. Apakah Kinan dari keluarga mampu? Kok barang-barang yang dipakai dari ujung rambut sampai ujung kaki bermerk semua? Sebenarnya siapa Kinan ini?


Ardi penasaran dengan sosok gadis didepannya ini.


"Jimmy, tolong kamu selidiki Kinan, pegawai baru kita itu. Tinggal dimana dan juga siapa keluarganya. Perasaanku kok ada sesuatu soal Kinan," perintah Ardi.


"Baik Pak Ardi," Jimmy menjawab. Penasaran juga kenapa Ardi sampai menyuruhnya secara khusus menyelidiki Kinan. Apa istimewanya gadis itu?


Hari itu selain insiden pagi, Kinan bisa melewatinya dengan sukses.


Sepulang dari kantor dia mampir membeli makan malam dulu soalnya dia juga nggak bisa masak.

__ADS_1


Sesudah bersih-bersih apartemen, Kinan mandi lalu bersiap makan malam. Saat selesai berdoa sebelum makan, ada yang mengetuk pintu.


Siapa sih ganggu orang mau makan aja.


... Ceklek ...


"Kejutan!!!" seru Dewi dan Chelsea berbarengan sambil menghambur memeluk Kinan.


"Ya ampun ... Bikin jantung copot aja. Beneran terkejut loh aku," kata Kinan memegang dadanya.


"Yuk, masuk dulu," Kinan menggandeng sahabatnya masuk.


"Kok nggak bilang-bilang sih kalau mau kesini?" tanya Kinan.


"Kalau bilang-bilang bukan kejutan namanya," saut Chelsea.


"Yuk, kita jalan-jalan sambil cari makan. Laper nih aku," kata Dewi sambil melirik makanan dimeja.


"Ya sudah ayo. Tadi aku mau makan tapi belinya cuma satu. Lebih baik kita cari makan enak sekalian jalan-jalan," kata Kinan tersenyum.


Setelah menyimpan makanan yang belum sempat disentuhnya di kulkas, Kinan bersiap untuk pergi bersama sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


Ternyata hari ini belum berakhir. Ah, senangnya ...


__ADS_2