Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
LDR


__ADS_3

Pagi-pagi Kinan dan Ardi sudah bermandikan peluh. Mereka joging dengan semangat.


Melewati kebun teh yang luas dan udara segar pegunungan, membuat siapa saja akan merasa seperti recharge ulang.


"Kak Ardi, kita istirahat sebentar ya. Aku ingin menikmati udara segar sebentar," kata Kinan.


"Oke."


Mereka duduk di rerumputan sekitar kebun teh.


"Ah ... Rasanya masih pengen liburan terus disini. Malas banget kalau inget besok sudah masuk kerja lagi," kata Kinan.


"Minggu depan kita kesini lagi juga bisa kok," saut Ardi.


"Beneran nih? Tapi minggu depan kan ada acara ulang tahun perusahaan, jadi nggak bisa kesini dulu deh."


"Oh iya, aku sampai lupa. Tapi kan minggu depannya masih bisa."


"Oke deh," kata Kinan.


"Kin, bolehkah aku mengenalkan kamu pada Papa Mamaku? Sebenarnya mereka sudah terus mendesakku untuk segera menikah. Bahkan mengancam akan mencarikan aku jodoh kalau aku tidak sanggup mencari pacar. Mau ya Kin? Papa Mama orang yang baik kok, kamu nggak perlu takut."


"Hah ... Secepat ini? Kan kita baru jadian tadi malam. Kayaknya aku belum siap deh," Kinan merasa gemetar membayangkan akan dikenalkan pada calon mertua.

__ADS_1


"Kamu takut?" tanya Ardi.


"Ya enggak gitu sih ... Cuma mungkin terlalu cepet aja. Nanti kalau udah dikenalin terus kita langsung disuruh nikah gimana?"


"Ya malah bagus lah," Ardi tersenyum mendengar ide itu.


"Mungkin bulan depan aja ya Kak. Biar kita lebih deket dulu," pinta Kinan.


"Okelah. Aku sabar kok," kata Ardi dengan berat hati.


"Yuk kita kembali ke villa. Aku sudah lapar," ajak Ardi.


"Ayuk."


Saat sampai di villa, terlihat Jimmy sudah menunggu.


"Ada apa Pak Jimmy pagi-pagi sudah kesini?" tanya Kinan.


"Mungkin memang ada hal penting. Kin, kamu mandi dulu saja ya. Aku mau mengobrol dengan Jimmy dulu. Setelah itu kita sarapan bersama."


Kinan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Dia tahu mungkin Jimmy punya keperluan mendesak yang Kinan tidak boleh tahu.


Saat mau sarapan di ruang makan ternyata Ardi dan Jimmy sudah menunggunya.

__ADS_1


Sambil menikmati sarapan, Ardi memberitahu Kinan kalau setelah ini mereka harus kembali ke kota J.


"Kenapa terburu-buru Kak?" tanya Kinan.


"Sore in aku mau langsung terbang ke kota M. Ada masalah di pabrik sana. Mungkin beberapa hari aku akan ada disana untuk menyelesaikan masalah. Secepatnya aku akan kembali," kata Ardi.


"Yah ... Kok lama banget," Kinan cemberut.


""Kamu kalau cemberut kelihatan manis banget. Kenapa? Kangen ya?" goda Ardi.


"Ih ... Apaan sih ... Baru juga jadian sehari udah ditinggal. Tapi jangan lama-lama ya," pinta Kinan.


"Iya sayang, kan kita bisa video call. Anggap aja kita baru LDR-an," Ardi mengusap pipi Kinan mesra.


Heh ... Apa mereka berdua tidak menyadari ada aku disini? Pedihnya melihat orang baru jadian. Pamer kemesraan didepan jomblo kayak aku gini. Mungkin mereka kira dunia cuma milik mereka berdua ... Huh!!! Jimmy membatin dalam hati.


Siangnya Kinan kembali ke kota J. Ardi mengantar Kinan sampai ke apartemennya.


"Hati-hati ya Kak ... Maaf nanti sore aku nggak ikut mengantar ke bandara," kata Kinan sedih.


"Enggak apa-apa kok. Kamu juga hati-hati. Jangan deket-deket cowok lain ya. Ingat aku selalu mengawasi kamu!" belum-belum Ardi sudah mengancam.


"Iya iya, tenang aja Kak."

__ADS_1


Ardi mencium kening Kinan. Kemudian Kinan masuk ke dalam apartemennya dengan perasaan sedih.


__ADS_2