Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Jangan Macam-macam


__ADS_3

Ardi melajukan mobilnya menuju villa miliknya. Sudah lama juga dia tidak pergi ke villanya.


Saat sudah sampai di villa, Ardi langsung membersihkan dirinya dan tidur untuk mengistirahatkan fisik dan otaknya. Hari ini sangat melelahkan baginya. Tak butuh waktu lama, Ardi langsung tertidur pulas.


Pagi harinya, dering suara ponsel membangunkan Ardi yang masih enggan membuka matanya. Hingga berkali-kali suara ponsel sangat mengganggunya. Akhirnya Ardi mengambil ponselnya yang tergeletak di nakas samping tempat tidur. Dengan mengerjap-ngerjapkan mata, Ardi melihat Kinan lah yang menelponnya.


- "Halo, ada apa Kinan?"


- "Halo Kak Ardi, maaf pagi begini membangunkanmu ya?"


- "Nggak apa-apa kok. Ada apa?"


- "Kak Ardi, siang ini Mamaku datang ke sini. Terus bagaimana rencana kita untuk memperkenalkan Mamaku dengan orang tuamu?"


Ya ampun, aku sampai lupa kalau Mamanya Kinan datang. Apa yang harus kulakukan? Sedangkan hubunganku dengan Papa Mama saat ini tidak baik. Ardi berpikir keras hingga belum menjawab Kinan di telpon.


- "Halo ... Halo ... Kak Ardi?"


- "Eh, iya Kin. Ehm, Mamamu di sini sampai kapan?"


- "Aku belum tahu. Nanti aku tanya Mama aja. Ini aku mau berangkat menjemput Mama di bandara."


- "Oke lah kalau begitu kamu tanya Mama dulu terus kabari aku. Mungkin baru besok sore bisa memperkenalkan orang tua kita. Aku juga tanya orang tuaku dulu,"


- "Oke Kak. Sampai nanti ya."


- "Oke Kinan. Hati-hati. Love you."


Ardi menutup ponselnya. Rasa kantuk sudah hilang diganti otak yang mulai bekerja memikirkan masalah baru yang terus datang menghampirinya akhir-akhir ini.


Ardi mempertimbangkan dalam hati bagaimana jika hari ini ia pulang ke rumah menemui Papa Mamanya? Mungkin Ardi akan dipaksa untuk bertunangan saat itu juga.


Tapi Ardi hanya punya waktu hingga besok untuk mempertemukan orang tuanya dan Mamanya Kinan.


Ardi memijit keningnya yang terasa berdenyut. Ardi belum bisa memikirkan jalan keluar terbaik. Tapi yang pasti sore ini dia harus bertemu Mamanya Kinan untuk menghormati calon mertuanya itu.


##


Sementara saat ini Kinan berada di bandara sedang menunggu kedatangan Mama tersayangnya. Tak lama kemudian, Kinan melihat sosok wanita yang telah melahirkannya berjalan dan melambaikan tangan padanya.


"Mama!" panggil Kinan sambil berjalan tergesa ke arah Mamanya.


"Kinan sayang," sapa Mama sambil merentangkan kedua tangannya siap memeluk Kinan.


Kedua wanita yang sekian lama tak bertemu akhirnya bisa melepaskan rindu satu sama lain.


"Yuk Ma," ajak Kinan menggandeng tangan Mama Ratna.


"Tunggu Kin, Kevin sedang antri bagasi," kata Mama menghentikan langkahnya.


"Loh Mama datang dengan Kak Kevin?" tanya Kinan tak percaya.

__ADS_1


"Iya, tuh dia Kevin sudah selesai," Mama melambaikan tangannya memanggil Kevin.


"Kak Kevin, kangen deh lama nggak bertemu," Kinan langsung menghambur memeluk Kakak tersayangnya.


"Kinan, Kakak kangen juga nih makanya Kakak ke sini," Kevin memeluk adiknya erat.


Setelah puas melepaskan rindu dengan Mama dan Kakaknya, Kinan langsung mengajak keduanya menuju mobil.


"Mobil siapa ini Kinan?" tanya Mama.


"Tadi aku sewa Ma," saut Kinan.


Kevin memasukkan barang-barangnya ke dalam bagasi mobil dan meminta kunci mobil karena dia yang akan menyetir.


"Aku kira hanya Mama saja yang datang. Kalau dengan Kak Kevin, apartemenku nggak cukup dong soalnya cuma ada satu kamar," kata Kinan saat sudah di dalam mobil.


"Tenang Kin, memang kita rencananya mau menginap di hotel saja. Kamu sekalian aja menginap di hotel menemani Mama," ajak Mama.


"Oke lah Ma. Kinan juga sudah ambil cuti jadi beberapa hari ke depan Kinan bisa menemani Mama selama di sini. Mama di sini berapa hari sih?" tanya Kinan.


"Mama cuma bisa 3 hari. Maaf ya, Mama nggak bisa lama-lama meninggalkan Papa juga pekerjaan Mama."


"Nggak apa-apa kok Ma. Kinan sudah senang banget Mama bisa menengok Kinan di sini," kata Kinan memeluk Mama yang duduk di sampingnya.


"Kalau begitu, sekarang kita ke apartemenmu dulu ya Kin biar kamu ambil keperluanmu untuk menginap di hotel?" tanya Kevin sambil terus menyetir.


"Iya Kak," saut Kinan sambil mengarahkan Kevin jalan menuju apartemennya.


Sesampainya di apartemen, Kinan langsung mengajak Mama dan Kevin melihat-lihat tempat tinggalnya selama ini. Sedangkan Kinan menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya untuk keperluan menginap di hotel menemani Mamanya.


"Iya Ma, kan Kinan sudah berjanji akan hidup mandiri jadi ya Kinan menyewa apartemen sesuai kemampuan. Jangan kuatir Ma, Kinan kan lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Paling hari sabtu dan minggu aja Kinan di rumahnya," kata Kinan santai.


"Wah hebat kamu adikku ... Kakak nggak menyangka lho," Kevin mengacak-acak rambut Kinan dengan sayang.


"Hehe ...," Kinan tersenyum senang mendengar pujian Mama dan Kakaknya.


Setelah selesai berkemas, Kinan, Mama Ratna dan Kevin langsung menuju hotel.


"Kak Kevin kok bisa tiba-tiba ikut datang ke sini sih?" tanya Kinan penasaran.


"Kakak tuh penasaran," saut Mama senyum-senyum.


"Penasaran? Penasaran apa sih?" tanya Kinan.


"Penasaran seperti apa pacar kamu," kata Kevin santai.


"Kakak tahu dari Mama ya?" tanya Kinan lagi.


"Iya. Mama bilang mau ke sini menengok kamu sekalian saja Kakak mau kenalan dengan pacar kamu," kata Kevin.


"Tapi Kakak jangan macam-macam ya!" kata Kinan yang terdengar seperti ancaman.

__ADS_1


"Maksudnya?" Kevin balik bertanya.


"Yah ... Kakak jangan bicara macam-macam hal yang enggak-enggak sama Kak Ardi. Oke?!"


"Oh jadi namanya Ardi? Kakak tuh cuma ingin kenalan dan melihat seperti apa orangnya kan Kakak bisa menilai apakah dia orang baik atau enggak. Sama-sama cowok jadi Kakak bisa tahu," kata Ardi menjelaskan.


"Ih ... tapi jangan ngomong aneh-aneh ya," Kinan masih tak percaya dengan Kakaknya itu.


"Sudahlah Kevin, Kinan. Kalian ini sudah lama nggak bertemu kok ya malah bertengkar," Mama berkata tak habis pikir. Karena sejak kecil kedua anaknya ini memang selalu bertengkar. Tapi mungkin itulah rasa sayang diantara kakak beradik ini.


Saat sudah sampai di hotel, Kinan dan Mamanya memilih sekamar dan Kevin berada di kamar sebelahnya.


Di dalam kamar hotel, Kinan pun teringat jika ia belum mengirim pesan pada Ardi. Cepat-cepat diambilnya ponsel yang ada di dalam tasnya.


Kinan mengetikkan pesan jika saat ini ia menginap di hotel dan berharap agar Ardi bisa menemui Mama dan Kak Kevin secepatnya.


Tak berselang lama, Kinan mendapat balasan pesan jika Ardi akan menemui Mama Ratna dan Kevin saat makan malam.


Kinan lalu memberitahu Mamanya.


"Mama, nanti malam Kak Ardi ingin bertemu Mama dan Kak Kevin sekalian kita makan malam bersama. Bagaimana? Boleh?" tanya Kinan.


"Tentu saja boleh sayang. Mau makan malam di mana?"


"Di hotel ini saja ya Ma? Bagaimana menurut Mama?" tanya Kinan lagi meminta pertimbangan.


"Oke, di hotel ini saja juga bagus. Kan tidak terlalu ramai. Kita bisa minta ruang privat supaya bisa mengobrol dengan bebas," saran Mama.


"Oke, kalau begitu Kinan akan pesan dulu ruang privat untuk nanti malam," kata Kinan.


##


Malamnya, Ardi sudah menunggu di ruang privat resto hotel tempat Kinan menginap karena Kinan sudah memberitahu Ardi sebelumnya.


Tak selang waktu lama, Kinan, Mama Ratna dan Kevin datang.


Semuanya saling berjabat tangan saling menyapa. Ardi dan Mama Ratna sudah saling mengenal sebelumnya berbeda dengan Kevin yang belum pernah bertemu Ardi.


Suasana makan malam itu terasa santai dan akrab. Tampaknya Kevin merasa cocok dengan Ardi karena mereka berdua sama-sama pengusaha muda walaupun berbeda sektor usaha.


Saat selesai makan, Ardi pun mengutarakan keinginannya.


"Tante Ratna, maaf sebelumnya karena ini rencana mendadak. Apakah besok sore Tante dan Kak Kevin berkenan untuk mengunjungi rumah saya untuk makan malam bersama orang tua saya?" tanya Ardi tulus.


"Wah ... senangnya bisa berkenalan dengan orang tuamu Ardi. Sayang Papanya Kinan tidak bisa ikut. Bagaimana Kevin?" tanya Mama Ratna meminta persetujuan anak lelakinya.


"Boleh Ma. Supaya kita bisa saling mengenal lebih baik. Agar hubungan Kinan dengan Ardi maju ke tahap lebih serius," kata Kevin menyetujui.


"Terima kasih Tante Ratna, Kak Kevin," ucap Ardi sangat senang.


Kinan yang melihat semuanya berjalan lancar sangat senang. Tidak sabar rasanya menantikan acara besok malam di rumah Ardi.

__ADS_1


Sementara Ardi masih merasa was-was karena sampai detik ini dia belum berbicara dengan orang tuanya sejak kejadian semalam.


Bagaimana Ardi akan memberitahukan mengenai acara perkenalan besok malam sementara saat ini hubungan dengan orang tuanya tidak baik?


__ADS_2